Kejar Target Digitalisasi UMKM, Kurang dari 30 Persen Mitra PNM Tak Miliki Smartphone

WE Online, Jakarta - Direktur Kelembagaan dan Perencanaan Pemodalan Nasional Madani (PNM), Sunar Basuki menyebut setidaknya kurang dari 30 persen mitra binaan PNM tidak memiliki telefon pintar (smart phone). “Jadi selain keterbatasan pendidikan dan akses pemodalan, juga mengalami kesulitan akses teknologi,” ujarnya webinar yang diselenggarakan Warta Ekonomi dengan tema ‘Sinergi Industri Jasa Keuangan dan Teknologi untuk Mendorong Digitalisasi UMKM dalam Rangka Ekonomi Digital,’ Jumat (13/8/2021). Baca Juga: UKM dengan Platform Digital Tetap Bertahan di Masa Pandemi Sunar mengatakan mitra UMKM binaan PNM selain didominasi oleh perempuan, latar pekerjaannya pun beragam. Di antaranya seperti pedagang pasar, kaki lima, warung klontong, pedagang keliling, penjual pulsa, penyandang disabilitas, hingga pemulung. Di samping memiliki kekurangan dalam aspek ekonomi, mitranya termasuk dalam kategori pendidikan rendah. Hal tersebut yang menyebabkan pengetahuan tentang cara bertransaksi di platform digital secara aman tergolong minim. Bahkan termasuk bagaimana cara mengamankan data pribadi maupun transaksi yang dilakukan di platform digital. Hal tersebut semakin diperburuk dengan jaringan komunikasi dan data yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia. “Kemampuan dalam mengelola kontinuitas produksi dan standarisasi produk yang dihasilkan dalam memenuhi permintaan yang masuk melalui platform digital,” pungkasnya. Adblock test (Why?)

Kejar Target Digitalisasi UMKM, Kurang dari 30 Persen Mitra PNM Tak Miliki Smartphone
WE Online, Jakarta - Direktur Kelembagaan dan Perencanaan Pemodalan Nasional Madani (PNM), Sunar Basuki menyebut setidaknya kurang dari 30 persen mitra binaan PNM tidak memiliki telefon pintar (smart phone). “Jadi selain keterbatasan pendidikan dan akses pemodalan, juga mengalami kesulitan akses teknologi,” ujarnya webinar yang diselenggarakan Warta Ekonomi dengan tema ‘Sinergi Industri Jasa Keuangan dan Teknologi untuk Mendorong Digitalisasi UMKM dalam Rangka Ekonomi Digital,’ Jumat (13/8/2021). Baca Juga: UKM dengan Platform Digital Tetap Bertahan di Masa Pandemi Sunar mengatakan mitra UMKM binaan PNM selain didominasi oleh perempuan, latar pekerjaannya pun beragam. Di antaranya seperti pedagang pasar, kaki lima, warung klontong, pedagang keliling, penjual pulsa, penyandang disabilitas, hingga pemulung. Di samping memiliki kekurangan dalam aspek ekonomi, mitranya termasuk dalam kategori pendidikan rendah. Hal tersebut yang menyebabkan pengetahuan tentang cara bertransaksi di platform digital secara aman tergolong minim. Bahkan termasuk bagaimana cara mengamankan data pribadi maupun transaksi yang dilakukan di platform digital. Hal tersebut semakin diperburuk dengan jaringan komunikasi dan data yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia. “Kemampuan dalam mengelola kontinuitas produksi dan standarisasi produk yang dihasilkan dalam memenuhi permintaan yang masuk melalui platform digital,” pungkasnya. Adblock test (Why?)