Kemenag Segera Bentuk Posko Tanggap Darurat Covid19

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama segera membentuk posko tanggap darurat dalam menghadapi penyebaran Virus Corona (Covid19). Pembentukan posko ini disepakati dalam rapat yang dipimpin oleh Menag Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Hadir, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Plt Sekjen Kemenag Nizar Ali, Plt Irjen Kemenag M Thambrin, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis, Sekretaris Baznas Jaja Jaelani, Kepala Biro Keuangan Ali Irfan, Kepala Biro Perencanaan Ali Rokhmad, Kepala Biro Ortala Afrizal, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab, Direktur Pengelolaan Zakat dan Wakaf M Fuad Nasar, serta perwakilan RS Haji,  RS UIN Syarif Hidayatullah, dan Badan Wakaf Indonesia. “Kemenag akan segera membentuk posko bencana dan melibatkan seluruh Satuan Kerja, termasuk BPKH, Baznas, dan BWI,” demikian Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi membacakan salah satu butir kesimpulan rapat di kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (20/03). Sebelumnya, Menag dalam pengantar awal meminta jajarannya untuk segera melakukan optimalisasi anggaran yang ada guna membantu penanganan Covid19. Menag menggarisbawahi arahan Presiden Joko Widodo, agar agar anggaran perjalanan dinas dalam negeri ditunda, perjalanan dinas luar negeri dibatalkan, serta dilakukan penyisiran anggaran untuk direalokasi bagi penanganan Corona. "RS Haji juga sudah mulai banyak menangani pasien Corona. Beberapa RS Rujukan kondisinya sudah penuh. Perlu langkah cepat kita untuk bisa ikut mengantisipasi," jelas Menag di Jakarta, Jumat (20/03). Rapat diawali dengan mendengarkan laporan kesiapan dari para pihak. Plt Sekjen Nizar melaporkan akan segera melakukan penyisiran anggaran Kemenag untuk dioptimalkan dalam membantu penanganan Covid19.  Anggito Abimanyu juga menegaskan komitmen BPKH untuk memberikan bantuan. Menurutnya, BPKH memiliki dana tanggap darurat yang bersumber dari dana kemaslahatan. Dana tersebut pernah juga dikeluarkan untuk membantu penanganan gempa dan likuevaksi di Palu. BPKH menunggu surat permohonan terkait hal itu dari Setjen Kemenag. "Untuk RS Haji, buat program saja. Nanti kita diskusikan bersama. Kami siap dukung Kemenag dalam ikut mencegah penyebaran Corona," tuturnya.  Sekretaris Baznas Jaja Jaelani melaporakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah untuk memberikan bantuan. Baznas juga siap untuk membantu posko bencana Kemenag. “Kami telah siapkan masker dan baju Hazmat. Dana juga akan kami siapkan,” lanjutnya. Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyampaikan dukungan atas pembentukan posko bencana. Sebagai pengurus forum rektor, Amany akan menggalang dukungan dan bantuan dari para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal sama disampaikan Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab. Dia akan menghubungi forum Kepala Kanwil untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan ini. Sementara itu, perwakilan RS Haji dan RS UIN Syarif menyampaikan bahwa rumah sakit saat ini sangat membutuhkan masker, Hazmat, dan sejumlah alat pelindung diri atau ADP. Sehubungan itu, Jaja akan segera memberikan bantuan masker untuk RS Haji dan RS UIN Jakarta. Untuk baju Hazmat, menurutnya saat ini masih dalam tahap pemesanan. Rapat yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini menyepakati tujuh hal yang dibacakan oleh Wamenag Zainut Tauhid. Berikut tujuh butir kesepakatan rapat:1. Segera membentuk posko bencana dengan melibatkan seluruh Satker di Kementerian Agama, termasuk BPKH, Baznas, dan BWI2. Segera menyusun rencana program agar kebutuhan kebutuhan anggarannya bisa segera diketahui3. Menggalang bantuan dari ASN Kemenag dan masyarakat. Pengelolaan anggaran langsung ditangani tim posko bencana 4. Teknis administrasi yang dibutuhkan BPKH dalam rangka pencairan anggaran agar segera ditindaklanjuti5. Pemenuhan kebutuhan RS Haji dan RS UIN Syarif Hidayatullah yang berkaitan dengan penangana Covid19 menjadi prioritas. 6. Biro perencanaan dan keuangan agar segera melakukan penyisiran anggaran yang ada di APBN guna dioptimalkan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid19.7. Segera buat rekening bank untuk menampung dana bantuan.

Kemenag Segera Bentuk Posko Tanggap Darurat Covid19
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama segera membentuk posko tanggap darurat dalam menghadapi penyebaran Virus Corona (Covid19). Pembentukan posko ini disepakati dalam rapat yang dipimpin oleh Menag Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Hadir, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Plt Sekjen Kemenag Nizar Ali, Plt Irjen Kemenag M Thambrin, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis, Sekretaris Baznas Jaja Jaelani, Kepala Biro Keuangan Ali Irfan, Kepala Biro Perencanaan Ali Rokhmad, Kepala Biro Ortala Afrizal, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab, Direktur Pengelolaan Zakat dan Wakaf M Fuad Nasar, serta perwakilan RS Haji,  RS UIN Syarif Hidayatullah, dan Badan Wakaf Indonesia.

“Kemenag akan segera membentuk posko bencana dan melibatkan seluruh Satuan Kerja, termasuk BPKH, Baznas, dan BWI,” demikian Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi membacakan salah satu butir kesimpulan rapat di kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (20/03).

Sebelumnya, Menag dalam pengantar awal meminta jajarannya untuk segera melakukan optimalisasi anggaran yang ada guna membantu penanganan Covid19. Menag menggarisbawahi arahan Presiden Joko Widodo, agar agar anggaran perjalanan dinas dalam negeri ditunda, perjalanan dinas luar negeri dibatalkan, serta dilakukan penyisiran anggaran untuk direalokasi bagi penanganan Corona.

"RS Haji juga sudah mulai banyak menangani pasien Corona. Beberapa RS Rujukan kondisinya sudah penuh. Perlu langkah cepat kita untuk bisa ikut mengantisipasi," jelas Menag di Jakarta, Jumat (20/03).

Rapat diawali dengan mendengarkan laporan kesiapan dari para pihak. Plt Sekjen Nizar melaporkan akan segera melakukan penyisiran anggaran Kemenag untuk dioptimalkan dalam membantu penanganan Covid19. 

Anggito Abimanyu juga menegaskan komitmen BPKH untuk memberikan bantuan. Menurutnya, BPKH memiliki dana tanggap darurat yang bersumber dari dana kemaslahatan. Dana tersebut pernah juga dikeluarkan untuk membantu penanganan gempa dan likuevaksi di Palu. BPKH menunggu surat permohonan terkait hal itu dari Setjen Kemenag.

"Untuk RS Haji, buat program saja. Nanti kita diskusikan bersama. Kami siap dukung Kemenag dalam ikut mencegah penyebaran Corona," tuturnya. 

Sekretaris Baznas Jaja Jaelani melaporakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah untuk memberikan bantuan. Baznas juga siap untuk membantu posko bencana Kemenag. “Kami telah siapkan masker dan baju Hazmat. Dana juga akan kami siapkan,” lanjutnya.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyampaikan dukungan atas pembentukan posko bencana. Sebagai pengurus forum rektor, Amany akan menggalang dukungan dan bantuan dari para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal sama disampaikan Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab. Dia akan menghubungi forum Kepala Kanwil untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan ini.

Sementara itu, perwakilan RS Haji dan RS UIN Syarif menyampaikan bahwa rumah sakit saat ini sangat membutuhkan masker, Hazmat, dan sejumlah alat pelindung diri atau ADP. Sehubungan itu, Jaja akan segera memberikan bantuan masker untuk RS Haji dan RS UIN Jakarta. Untuk baju Hazmat, menurutnya saat ini masih dalam tahap pemesanan.

Rapat yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini menyepakati tujuh hal yang dibacakan oleh Wamenag Zainut Tauhid. Berikut tujuh butir kesepakatan rapat:
1. Segera membentuk posko bencana dengan melibatkan seluruh Satker di Kementerian Agama, termasuk BPKH, Baznas, dan BWI
2. Segera menyusun rencana program agar kebutuhan kebutuhan anggarannya bisa segera diketahui
3. Menggalang bantuan dari ASN Kemenag dan masyarakat. Pengelolaan anggaran langsung ditangani tim posko bencana

4. Teknis administrasi yang dibutuhkan BPKH dalam rangka pencairan anggaran agar segera ditindaklanjuti
5. Pemenuhan kebutuhan RS Haji dan RS UIN Syarif Hidayatullah yang berkaitan dengan penangana Covid19 menjadi prioritas. 
6. Biro perencanaan dan keuangan agar segera melakukan penyisiran anggaran yang ada di APBN guna dioptimalkan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid19.
7. Segera buat rekening bank untuk menampung dana bantuan.