Kemenkes Akan Genjot Tes Demi Redam Lonjakan Covid-19

Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan kenaikan Covid-19. Beberapa yang utama adalah meningkatkan penelusuran (tracing) dan tes (testing).Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan penelusuran akan dilakukan dengan rasio 1:12 hingga 1:15. Ini artinya tiap satu kasus, akan ada 12 hingga 15 orang yang menjalani tes lanjutan."Akan dilakukan di tujuh provinsi dengan kasus tinggi," kata Syahril dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (23/6). Syahril tidak menjelaskan detail tujuh provinsi yang akan menjadi perhatian. Namun pekan lalu, ia mengatakan Kemenkes fokus untuk mengawasi lima provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur. Advertisement Syahril mengatakan dengan penelusuran dan tes yang tinggi, maka pemerintah bisa mengetahui langkah intervensi berikutnya. Pasien tanpa gejala atau gejala ringan akan menjalani isolasi mandiri di rumah."Kalau yang berusia lanjut bisa dirawat di rumah sakit," kata Syahril. Pemerintah juga akan mewaspadai potensi penularan corona dari pintu masuk Indonesia hingga pertemuan skala besar. Salah satunya dengan aturan Satuan tugas Penanganan Covid-19 untuk kegiatan berskala besar. Dari sisi protokol kesehatan, Syahril juga mengingatkan masyarakat agar tak melepas masker di keramaian. Pelonggaran di luar ruangan dilakukan jika kondisi sepi. "Jangan euforia atas pelonggaran ini," ujarnya.Dia juga mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 tak bisa dibendung karena sifat virus yang semakin mudah menular. Namun pemerintah akan menjaga angka perawatan di rumah sakit hingga menurunkan kematian."Dibendungnya dengan tracing, tes, dan isolasi," ujarnya.Dari data Satgas Covid-19, angka tes corona hari ini sebesar 48.531 orang. Jumlah ini menurun jika dibandingkan Rabu (22/6) yakni 60.147 orang. Adblock test (Why?)

Kemenkes Akan Genjot Tes Demi Redam Lonjakan Covid-19
Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan kenaikan Covid-19. Beberapa yang utama adalah meningkatkan penelusuran (tracing) dan tes (testing).Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan penelusuran akan dilakukan dengan rasio 1:12 hingga 1:15. Ini artinya tiap satu kasus, akan ada 12 hingga 15 orang yang menjalani tes lanjutan."Akan dilakukan di tujuh provinsi dengan kasus tinggi," kata Syahril dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (23/6). Syahril tidak menjelaskan detail tujuh provinsi yang akan menjadi perhatian. Namun pekan lalu, ia mengatakan Kemenkes fokus untuk mengawasi lima provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur. Advertisement Syahril mengatakan dengan penelusuran dan tes yang tinggi, maka pemerintah bisa mengetahui langkah intervensi berikutnya. Pasien tanpa gejala atau gejala ringan akan menjalani isolasi mandiri di rumah."Kalau yang berusia lanjut bisa dirawat di rumah sakit," kata Syahril. Pemerintah juga akan mewaspadai potensi penularan corona dari pintu masuk Indonesia hingga pertemuan skala besar. Salah satunya dengan aturan Satuan tugas Penanganan Covid-19 untuk kegiatan berskala besar. Dari sisi protokol kesehatan, Syahril juga mengingatkan masyarakat agar tak melepas masker di keramaian. Pelonggaran di luar ruangan dilakukan jika kondisi sepi. "Jangan euforia atas pelonggaran ini," ujarnya.Dia juga mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 tak bisa dibendung karena sifat virus yang semakin mudah menular. Namun pemerintah akan menjaga angka perawatan di rumah sakit hingga menurunkan kematian."Dibendungnya dengan tracing, tes, dan isolasi," ujarnya.Dari data Satgas Covid-19, angka tes corona hari ini sebesar 48.531 orang. Jumlah ini menurun jika dibandingkan Rabu (22/6) yakni 60.147 orang. Adblock test (Why?)