Kenapa Ducati Tidak Jualan Motor Matic di Indonesia?

Tunggu sebentar dari judul kok aneh ya! Emang Ducati jualan matic? Hmmm perlu dipertanyakan ini, yuk kita lihat dulu apa benar Ducati produksi motor matic?Di Indonesia sendiri Ducati menjual tipe motor cc besar seperti 4 Sport (Ducati Monster, Panigale, XDiavel, Diavel), 1 Cruiser (Ducati Diavel), 1 Off Road (Ducati Hypermotard 950), 1 Super Sport (Ducati Panigale V4), 2 Adventure Touring (Ducati MultiStrada, Multistrada 1260 ), 4 Cafe Racer (Ducati Scrambler Classic, Scrambler Icon, Scrambler Cafe Racer, Scrambler Sixty2). Dan harganya juga bikin melongo, maklum deh harga Ducati memang bikin kalangan pecinta motor kredit pusing tujuh keliling.Secara garis besar Ducati memang tidak merilis motor cc kecil, apalagi yang berbentuk matic namun Ducati senang dengan kerjasama dengan pabrikan lain.Hasilnya kerjasama antara Ducati dan perusahaan sepeda motor asal Inggris Super Soco menghasilkan skuter listrik yang telah dipasarkan di Eropa sejak 2018.Namun untuk pasar Indonesia skutik ini kurang diminati, sebab harganya di eropa sebesar Rp 37 jutaan kalau di import bisa lebih mahal harga jualnya tentu akan kalah bersaing dengan skutik yang sudah ada di Indonesia.Ducati di Indonesia lebih menjual untuk sisi motor cc besar karena lebih elegant, lebih prestise dibandingkan harus skutik yang dihadirkan kesan mewahnya seakan hilang apalagi skutik belum begitu booming di Indonesia.Jadi inilah alasan tersendiri kenapa skutik Ducati ini tidak dipilih untuk dipasarkan di Indonesia, mungkin saja kalau pihak pemasaran Ducati di Indonesia mau memilih, pilihan terbaik pihak Ducati di Indonesia menjual sepeda listrik atau e-bike yang bernama e-Scrambler. Karena penikmat sepeda di Indonesia cukup tinggi, bahkan dikelas menengah ke atas lebih suka bersepeda sebagai olahraga harian atau mingguan yang menyenangkan.Namun sepeda ini cukup simple dan membuat nyaman rider karena E-bike ini dilengkapi dengan motor bertenaga 250-Watt dengan daya baterai sebesar 36 Volt buatan Samsung. Dengan kecepatan maksimal 25 km/jam dan dapat menempuh jarak sejauh 50km sepertinya sepeda listrik ini cocok untuk dibeli.Walau harga yang ditawarkan Ducati jelas berbeda pada sepeda pada umumnya, karena untuk mendapatkan sepeda ini harus rela merogoh 1.599 Euro atau sekitar Rp 27,6 jutaan.Duh, dari harganya saja memang bukan untuk kaum mendang mending karena harga segitu di Indonesia sudah dapat Honda Vario 150 (Rp 24,7 juta), Yamaha Aerox 155 Connected (Rp 25,7 juta) atau LEXI S-ABS (Rp 27,1 juta).Kamu sendiri ada yang punya seri Ducati di rumah?Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread. "Nikmati Membaca Dengan Santuy"--------------------------------------Tulisan : c4punk@2021referensi : klik, klikPic : googleAdblock test (Why?)

Kenapa Ducati Tidak Jualan Motor Matic di Indonesia?
Tunggu sebentar dari judul kok aneh ya! Emang Ducati jualan matic? Hmmm perlu dipertanyakan ini, yuk kita lihat dulu apa benar Ducati produksi motor matic?Di Indonesia sendiri Ducati menjual tipe motor cc besar seperti 4 Sport (Ducati Monster, Panigale, XDiavel, Diavel), 1 Cruiser (Ducati Diavel), 1 Off Road (Ducati Hypermotard 950), 1 Super Sport (Ducati Panigale V4), 2 Adventure Touring (Ducati MultiStrada, Multistrada 1260 ), 4 Cafe Racer (Ducati Scrambler Classic, Scrambler Icon, Scrambler Cafe Racer, Scrambler Sixty2). Dan harganya juga bikin melongo, maklum deh harga Ducati memang bikin kalangan pecinta motor kredit pusing tujuh keliling.Secara garis besar Ducati memang tidak merilis motor cc kecil, apalagi yang berbentuk matic namun Ducati senang dengan kerjasama dengan pabrikan lain.Hasilnya kerjasama antara Ducati dan perusahaan sepeda motor asal Inggris Super Soco menghasilkan skuter listrik yang telah dipasarkan di Eropa sejak 2018.Namun untuk pasar Indonesia skutik ini kurang diminati, sebab harganya di eropa sebesar Rp 37 jutaan kalau di import bisa lebih mahal harga jualnya tentu akan kalah bersaing dengan skutik yang sudah ada di Indonesia.Ducati di Indonesia lebih menjual untuk sisi motor cc besar karena lebih elegant, lebih prestise dibandingkan harus skutik yang dihadirkan kesan mewahnya seakan hilang apalagi skutik belum begitu booming di Indonesia.Jadi inilah alasan tersendiri kenapa skutik Ducati ini tidak dipilih untuk dipasarkan di Indonesia, mungkin saja kalau pihak pemasaran Ducati di Indonesia mau memilih, pilihan terbaik pihak Ducati di Indonesia menjual sepeda listrik atau e-bike yang bernama e-Scrambler. Karena penikmat sepeda di Indonesia cukup tinggi, bahkan dikelas menengah ke atas lebih suka bersepeda sebagai olahraga harian atau mingguan yang menyenangkan.Namun sepeda ini cukup simple dan membuat nyaman rider karena E-bike ini dilengkapi dengan motor bertenaga 250-Watt dengan daya baterai sebesar 36 Volt buatan Samsung. Dengan kecepatan maksimal 25 km/jam dan dapat menempuh jarak sejauh 50km sepertinya sepeda listrik ini cocok untuk dibeli.Walau harga yang ditawarkan Ducati jelas berbeda pada sepeda pada umumnya, karena untuk mendapatkan sepeda ini harus rela merogoh 1.599 Euro atau sekitar Rp 27,6 jutaan.Duh, dari harganya saja memang bukan untuk kaum mendang mending karena harga segitu di Indonesia sudah dapat Honda Vario 150 (Rp 24,7 juta), Yamaha Aerox 155 Connected (Rp 25,7 juta) atau LEXI S-ABS (Rp 27,1 juta).Kamu sendiri ada yang punya seri Ducati di rumah?Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread. "Nikmati Membaca Dengan Santuy"--------------------------------------Tulisan : c4punk@2021referensi : klik, klikPic : googleAdblock test (Why?)