Kisah Asmara dan Bentuk Ketimpangan Gender dalam Novel Kerudung Merah Kirmizi

Novel ini mengangkat tentang kisah asmara dengan latar belakang suasana penindasan oleh pengusaha bernama Sampoerno (Oom Sam) yang menggunakan kekuatan penguasa rezim pada masa Orde Baru

Kisah Asmara dan Bentuk Ketimpangan Gender dalam Novel Kerudung Merah Kirmizi
Riska's galery

Novel ini mengangkat tentang kisah asmara dengan latar belakang suasana penindasan oleh pengusaha bernama Sampoerno (Oom Sam) yang menggunakan kekuatan penguasa rezim pada masa Orde Baru. Kerudung Merah Kirmizi adalah Kerudung yang diartikan sebagai bentuk kesucian yang harus dijaga oleh perempuan hingga menemukan orang yang tepat untuk menyerahkan segala jiwa raganya. Merah kirmizi adalah warna merah kotor seperti darah mati, hubungan warna merah kirmizi dan warna putih menjadi konsep dasar moralitas cerita. 

Prolog ini ditulis dari sudut pandang Myrna yang memperkenalkan diri kepada pembaca dan memaparkan sikap hidupnya yang merupakan inti novel ini. Sebagai batu karang dengan beban dua anak yang masih kecil, Myrna yang bekerja sebagai penyanyi di lounge hotel berbintang itu harus bertahan menghadapi gelombang-gelombang besar yang menghantam di sepanjang cerita. Ada gairah cinta Luc Sondak, profesor ekonomi yang kasmaran padanya. Godaan ketulusan Winata, polisi dan mantan kekasihnya semasa remaja yang menduda dan ingin menikahinya. Namun, yang terberat dan menjadi alur besar yang menentukan nasibnya adalah bagaimana dia menghadapi sepak terjang Sampurno alias Oom Sam yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Bentuk Ketimpangan Gender

Myrna merupakan contoh ketimpangan gender dan kesewenangan terhadap perempuan. Tokoh Myrna menjadi contoh nyata keadaan wanita Indonesia, banyak wanita di Indonesia yang telah bercerai atau diceraikan dikenal dengan istilah janda memiliki predikat tidak baik di mata masyarakat dengan dianggap perempuan yang tidak bisa mengurus rumah tangga.

Etty dalam novel ini menjadi simbol adanya ketimpangan gender pada perempuan dalam hal beban kerja. Anggapan bahwa kaum perempuan memiliki sifat rajin, maka berimbas pada pekerjaan rumah tangga yang dibebankan dan menjadi tanggung jawab perempuan. Etty hanya diperbolehkan oleh Enos untuk mengurusi rumah tangga dan anaknya, semua pekerjaan rumah menjadi tanggung jawab Etty.

Menurut saya, membaca kalimat demi kalimat di novel ini seperti menikmati adegan demi adegan dalam sebuah pertunjukan di panggung, atau menonton film. meski dengan jumlah halaman yang cukup banyak dan dengan beberapa diksi yang cukup sulit dimengerti. Novel Kerudung Merah Kirmizi berdasarkan jalan ceritanya sangat menarik untuk dibaca.