Kisah Tukang Kebun dan Penjaring Kupu-Kupu

Ada dua orang teman, yang satu adalah tukang kebun dan yang satu berprofesi sebagai penjaring kupu-kupu. Penjaring kupu-kupu berangkat setiap hari ke hutan dengan jaringnya untuk menangkap kupu-kupu. Ia mengejar ke sana-kemari untuk mendapatkan kupu-kupu. Di akhir hari ia duduk beristirahat dan menghitung kupu-kupu hasil tangkapannya untuk dijual kepada kolektor. Meskipun melelahkan, ia cukup senang dengan hasilnya itu yang bisa digunakan untuk menyambung hidup sehari-hari. Sekali-sekali ia mampir ke kebun temannya si tukang kebun. Ia prihatin dengan kehidupan temannya itu. Tak seekor pun kupu-kupu ia peroleh dari pekerjaannya itu. Tukang kebun ini begitu rajin dan telaten merawat kebunnya. Ia tanami dan rawat setiap jengkal tanah yang penuh dengan aneka tanaman dan bunga. Ia belum mendapatkan apa-apa dari hasil usahanya itu. Berbeda dengan temannya penjaring kupu-kupu itu. Ia seorang yang sabar. Ia tetap melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kebunnya telah berubah menjadi taman bunga yang indah sekali. Satu per satu kupu-kupu hinggap di tanamannya. Hari demi hari makin banyak kupu-kupu yang berkeliaran di sana. Jumlahnya sampai ribuan. Tukang kebun senang. Dengan mudah ia bisa menangkapi kupu-kupu. Dalam satu hari, hasil tangkapannya jauh lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan temannya selama berbulan-bulan. Ia sangat senang. Sekarang ia dapat hidup dengan tenang dan sejahtera. Karena ingin punya banyak waktu dengan keluarga, ia pun mempekerjakan asisten untuk menangkap kupu-kupu dan merawat taman. Ia hanya sekali-sekali mengunjungi taman itu. Ia juga punya rencana lain. Ia ingin membuat banyak taman serupa di berbagai tempat. Meraih sesuatu yang baik tidak pernah mudah dan cepat. Let's block ads! (Why?)

Kisah Tukang Kebun dan Penjaring Kupu-Kupu

Ada dua orang teman, yang satu adalah tukang kebun dan yang satu berprofesi sebagai penjaring kupu-kupu.

Penjaring kupu-kupu berangkat setiap hari ke hutan dengan jaringnya untuk menangkap kupu-kupu. Ia mengejar ke sana-kemari untuk mendapatkan kupu-kupu.

Di akhir hari ia duduk beristirahat dan menghitung kupu-kupu hasil tangkapannya untuk dijual kepada kolektor.

Meskipun melelahkan, ia cukup senang dengan hasilnya itu yang bisa digunakan untuk menyambung hidup sehari-hari.

Sekali-sekali ia mampir ke kebun temannya si tukang kebun. Ia prihatin dengan kehidupan temannya itu. Tak seekor pun kupu-kupu ia peroleh dari pekerjaannya itu.

Tukang kebun ini begitu rajin dan telaten merawat kebunnya. Ia tanami dan rawat setiap jengkal tanah yang penuh dengan aneka tanaman dan bunga.

Ia belum mendapatkan apa-apa dari hasil usahanya itu. Berbeda dengan temannya penjaring kupu-kupu itu. Ia seorang yang sabar. Ia tetap melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kebunnya telah berubah menjadi taman bunga yang indah sekali. Satu per satu kupu-kupu hinggap di tanamannya. Hari demi hari makin banyak kupu-kupu yang berkeliaran di sana. Jumlahnya sampai ribuan.

Tukang kebun senang. Dengan mudah ia bisa menangkapi kupu-kupu. Dalam satu hari, hasil tangkapannya jauh lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan temannya selama berbulan-bulan.

Ia sangat senang. Sekarang ia dapat hidup dengan tenang dan sejahtera. Karena ingin punya banyak waktu dengan keluarga, ia pun mempekerjakan asisten untuk menangkap kupu-kupu dan merawat taman. Ia hanya sekali-sekali mengunjungi taman itu.

Ia juga punya rencana lain. Ia ingin membuat banyak taman serupa di berbagai tempat.

Meraih sesuatu yang baik tidak pernah mudah dan cepat.

Let's block ads! (Why?)