Komnas HAM: Pengawal Rizieq Tertawa saat Mengelabui Polisi

Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut enam pengawal Rizieq Shihab yang bentrok dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek tertawa saat mengelabui petugas. Hal tersebut didasari rekaman percakapan para eks anggota Front Pembela Islam (FPI) itu. "Sebelum ada tembakan, ada suara yang kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa dari voice note. Mereka tertawa-tawa bahwa mereka sudah bisa mengakali (polisi)," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik dalam diskusi Crosscheck from Home by Medcom.id, Minggu, 17 Januari 2021. Taufan mengatakan polisi pengintai rombongan Rizieq tertinggal jauh. Namun, dua mobil pengawal Rizieq sengaja menunggu polisi untuk melakukan provokasi. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Baca: Komnas HAM: Penembakan 4 Pengikut Rizieq Bukan Pelanggaran HAM Berat "Ini yang di belakang tercecer (dua mobil pengawal Rizieq) kemudian saling senggol-senggolan (dengan mobil polisi). Voice note mengatakan bahasa-bahasa bahwa mereka (eks FPI) memang mau melakukan bertahan dan melawan," ungkap Taufan. Dia menuturkan sempat terjadi kontak tembak antara polisi dengan eks anggota FPI. Dari rekaman percakapan eks anggota FPI, diketahui ada anggota yang menangis karena terkena tembakan. "Kemudian ada yang mengatakan serang balik," ujar dia. Dua eks anggota FPI meninggal akibat kontak senjata itu. Komnas HAM menilai insiden tembak menembak tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pelanggaran HAM. "Karena tembak menembak terjadi, polisi tentu punya diskresi untuk melakukan tindakan seperti itu karena ada pihak lain yang melakukan provokasi dan tembakan," ungkap Taufan. (ADN) Let's block ads! (Why?)

 Komnas HAM: Pengawal Rizieq Tertawa saat Mengelabui Polisi
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut enam pengawal Rizieq Shihab yang bentrok dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek tertawa saat mengelabui petugas. Hal tersebut didasari rekaman percakapan para eks anggota Front Pembela Islam (FPI) itu.
 
"Sebelum ada tembakan, ada suara yang kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa dari voice note. Mereka tertawa-tawa bahwa mereka sudah bisa mengakali (polisi)," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik dalam diskusi Crosscheck from Home by Medcom.id, Minggu, 17 Januari 2021.
 
Taufan mengatakan polisi pengintai rombongan Rizieq tertinggal jauh. Namun, dua mobil pengawal Rizieq sengaja menunggu polisi untuk melakukan provokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Komnas HAM: Penembakan 4 Pengikut Rizieq Bukan Pelanggaran HAM Berat
 
"Ini yang di belakang tercecer (dua mobil pengawal Rizieq) kemudian saling senggol-senggolan (dengan mobil polisi). Voice note mengatakan bahasa-bahasa bahwa mereka (eks FPI) memang mau melakukan bertahan dan melawan," ungkap Taufan.
 
Dia menuturkan sempat terjadi kontak tembak antara polisi dengan eks anggota FPI. Dari rekaman percakapan eks anggota FPI, diketahui ada anggota yang menangis karena terkena tembakan.
 
"Kemudian ada yang mengatakan serang balik," ujar dia.
 
Dua eks anggota FPI meninggal akibat kontak senjata itu. Komnas HAM menilai insiden tembak menembak tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pelanggaran HAM.
 
"Karena tembak menembak terjadi, polisi tentu punya diskresi untuk melakukan tindakan seperti itu karena ada pihak lain yang melakukan provokasi dan tembakan," ungkap Taufan.
 
(ADN)

Let's block ads! (Why?)