Krakatau Steel Tambah Kemampuan Produksi 3 Juta Ton Hingga 2027

PT Krakatau Steel Tbk akan menambah kemampuan produksi baja sebanyak 3 juta ton per tahun hingga 2027. Secara rinci, emiten industri baja berkode KRAS ini akan menambah kemampuan produksi baja canai panas (HRC) sebanyak 2,5 juta ton per tahun  dalam 5 tahun ke depan dan baja canai dingin (CRC) hingga 1,1 juta ton per tahun pada akhir 2024.  Direktur Utama KRAS Silmy Karim mengatakan rencana tersebut dapat berjalan jika KRAS berhasil meningkatkan pemilikan di PT Krakatau Posco menjadi 50%. Saat ini, pemilikan KRAS di perusahaan patungan antara KRAS dan Pohang Iron and Steel Company (POSCO) adalah 30%.  "Setelah proses (pembelian saham Krakatau Posco) ini, kami punya perencanaan investasi cold rolling mill kedua, lalu peningkatan (kapasitas) hot stell mill 2," kata Silmy di Jakarta.  Silmy menyampaikan penambahan kapasitas akan dilakukan pada awal 2024, sedangkan pengoperasian cold rolling mill 2 ditargetkan pada akhir kuartal IV-2024. Investasi yang ditelan dalam pembangunan Cold Rolling Mill (CRM) 2 ditaksir mencapai US$ 700 juta. Advertisement Saat ini, kapasitas produksi terpasang CRC KRAS sekitar 800.000 ton per tahun. Artinya, pembangunan CRM 2 membuat kapasitas produksi terpasang CRC KRAS mencapai 2 juta ton per tahun.   Krakatau Steel (Agung Samosir|KATADATA) Silmy mengatakan penambahan kapasitas produksi terpasang tersebut akan meningkatkan penjualan baja KRAS ke sektor otomotif. Pada 2019, penjualan baja KRAS ke sektor otomotif sekitar 350.000 ton.  "(Produksi baja ke sektor otomotif) itu melalui PT Krakatau Nippon Steel Synergy sejak 2018. (Penjualan CRC itu) ke mobil sejuta umat," kata Silmy.  Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota masih merajai pasar mobil Tanah Air. Pada tahun 2021, Toyota menjual mobil sebanyak 295.766 unit. Angka tersebut setara dengan 33% atau sepertiga lebih total penjualan mobil domestik tahun lalu. Penjualan Toyota tahun lalu juga meningkat 82,3% dibandingkan pada tahun 2020 atau sebanyak 162.203 unit. Di samping itu, Silmy mengatakan penambahan kemampuan produksi HRC akan dilakukan pada ekspansi Hot Steel Mill (HSM) 2. Kapasitas produksi terpasang HSM 2 saat ini mencapai 1,5 juta ton per tahun.  Dengan demikian, ekspansi HSM 2 akan membuat kapasitas produksi terpasang HSM 2 mencapai 3,9 juta ton per tahun, sedangkan total produksi HRC KRAS akan mencapai 6,4 juta ton per tahun. Silmy mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan kapasitas produksi terpasang HSM 2 hingga 4 juta ton per tahun.  "Bangunannya sudah ada. Jadi, tinggal ditambah beberapa equipment (peralatan produksi) dan bisa sampai 4 juta ton (kemampuan produksi HSM 2)," kata Silmy. Reporter: Andi M. AriefAdblock test (Why?)

PT Krakatau Steel Tbk akan menambah kemampuan produksi baja sebanyak 3 juta ton per tahun hingga 2027. Secara rinci, emiten industri baja berkode KRAS ini akan menambah kemampuan produksi baja canai panas (HRC) sebanyak 2,5 juta ton per tahun  dalam 5 tahun ke depan dan baja canai dingin (CRC) hingga 1,1 juta ton per tahun pada akhir 2024.  Direktur Utama KRAS Silmy Karim mengatakan rencana tersebut dapat berjalan jika KRAS berhasil meningkatkan pemilikan di PT Krakatau Posco menjadi 50%. Saat ini, pemilikan KRAS di perusahaan patungan antara KRAS dan Pohang Iron and Steel Company (POSCO) adalah 30%.  "Setelah proses (pembelian saham Krakatau Posco) ini, kami punya perencanaan investasi cold rolling mill kedua, lalu peningkatan (kapasitas) hot stell mill 2," kata Silmy di Jakarta.  Silmy menyampaikan penambahan kapasitas akan dilakukan pada awal 2024, sedangkan pengoperasian cold rolling mill 2 ditargetkan pada akhir kuartal IV-2024. Investasi yang ditelan dalam pembangunan Cold Rolling Mill (CRM) 2 ditaksir mencapai US$ 700 juta. Advertisement Saat ini, kapasitas produksi terpasang CRC KRAS sekitar 800.000 ton per tahun. Artinya, pembangunan CRM 2 membuat kapasitas produksi terpasang CRC KRAS mencapai 2 juta ton per tahun.   Krakatau Steel (Agung Samosir|KATADATA) Silmy mengatakan penambahan kapasitas produksi terpasang tersebut akan meningkatkan penjualan baja KRAS ke sektor otomotif. Pada 2019, penjualan baja KRAS ke sektor otomotif sekitar 350.000 ton.  "(Produksi baja ke sektor otomotif) itu melalui PT Krakatau Nippon Steel Synergy sejak 2018. (Penjualan CRC itu) ke mobil sejuta umat," kata Silmy.  Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota masih merajai pasar mobil Tanah Air. Pada tahun 2021, Toyota menjual mobil sebanyak 295.766 unit. Angka tersebut setara dengan 33% atau sepertiga lebih total penjualan mobil domestik tahun lalu. Penjualan Toyota tahun lalu juga meningkat 82,3% dibandingkan pada tahun 2020 atau sebanyak 162.203 unit. Di samping itu, Silmy mengatakan penambahan kemampuan produksi HRC akan dilakukan pada ekspansi Hot Steel Mill (HSM) 2. Kapasitas produksi terpasang HSM 2 saat ini mencapai 1,5 juta ton per tahun.  Dengan demikian, ekspansi HSM 2 akan membuat kapasitas produksi terpasang HSM 2 mencapai 3,9 juta ton per tahun, sedangkan total produksi HRC KRAS akan mencapai 6,4 juta ton per tahun. Silmy mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan kapasitas produksi terpasang HSM 2 hingga 4 juta ton per tahun.  "Bangunannya sudah ada. Jadi, tinggal ditambah beberapa equipment (peralatan produksi) dan bisa sampai 4 juta ton (kemampuan produksi HSM 2)," kata Silmy. Reporter: Andi M. AriefAdblock test (Why?)