Limit Kartu Kredit Itu Asal-usulnya dari Mana? Cari Tahu di Sini

Kartu kredit sudah di tangan, tapi enggak bisa ngapa-ngapain. Maksudnya? Ya, penyebabnya adalah limit kartu kredit yang pas-pasan jadi bikin kita enggak leluasa bertransaksi.  Misalnya, limit kartu kredit Rp5 juta, baru sebentar belanja bulanan di supermarket sudah keburu habis. Sebenarnya nasabah bisa saja memaksakan bertransaksi dengan kartu kredit di atas limit atau istilah kerennya over limit. Tapi, ini enggak gratis karena ada biaya yang besarannya tergantung kebijakan pihak penerbit kartu kredit. Nasabah wajib untuk bayar tagihan kartu kredit dan over limit tersebut di bulan yang sama agar tidak membebani tagihan cicilan di bulan berikutnya. Daftar Isi Apa itu limit kartu kredit? Apa tujuan dan berapa nominalnya? Secara umum, pengertian over limit adalah biaya yang dikenakan kepada pemilik kartu kredit jika penggunaan kartu kreditnya sudah melewati batas limit yang disetujui. Jadi, kalau limitnya Rp5 juta tetapi dipakai hingga Rp6 juta, berarti kena biaya over limit. Doddy pernah mengaku dongkol kalau kena biaya over limit di tagihan kartu kreditnya. Dia menyebutnya sebagai biaya siluman.  ”Gini nasibnya kalau limit kartu kredit enggak sampai Rp10 juta. lewat dikit kena biaya over limit!” keluh asisten manajer di sebuah perusahaan PR agency ini. Makanya, salah satu pengukur kesaktian kartu kredit itu ada di limitnya. Kalau limitnya kecil, mau enggak mau tak bisa leluasa dalam bertransaksi. Misalnya, ada tawaran kredit motor dengan cicilan nol persen seharga Rp15 juta pakai kartu kredit. Ya kalau limitnya di bawah itu, cuma bisa manyun! Lalu, kenapa sih bank harus menentukan limit kartu kredit? Setiap bank sebetulnya bisa mengeluarkan kartu kredit dengan plafon yang berbeda-beda. Ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, Rp20 juta, bahkan ratusan juta. Itu semua tergantung dari jenis kartu yang dikeluarkan oleh bank. Menentukan limit juga sepenuhnya hak dari bank meski pun bank juga enggak bisa seenaknya saja menentukan limit credit card seseorang. Biasanya bank menentukan limit credit card berdasarkan kondisi ekonomi pemegang kartu. Dalam hal ini, pihak bank akan menganalisis gaji bulanan atau penghasilan usaha calon nasabah. Dari situ, diperoleh nilai nominal untuk limitnya. Limit juga bisa ditentukan dari peraturan bank yang memang sudah menentukan berapa besar nominal untuk yang baru pertama kali punya kartu kredit atau yang sudah punya kartu tambahan.  Penentuan limit kartu kredit Wajar dong kalau Doddy berencana ingin menaikkan limit credit card miliknya. Dia kepengin kartu kreditnya ‘lebih sakti’ lagi saat bertransaksi keuangan. Pasalnya, dia sudah merasakan nikmatnya pakai kartu kredit.  ”Bukan gengsinya semata tapi bisa gampang telusuri duit dipakai buat apa saja karena kelihatan di tagihannya,” ungkapnya. Cuma sebelum menghubungi pihak penerbit kartu kredit untuk menaikkan limit credit card, ada baiknya tahu dulu pertimbangan bank dalam menentukan limit kredit. Tentunya bank tidak sembarang dalam menentukan limit kartu kredit. Apa saja hal-hal yang jadi pertimbangan? 1. Pendapatan  Yang paling pertama dilihat bank dalam menentukan limit adalah pendapatan seseorang. Rata-rata bank akan kasih limit kartu satu ini tiga kali dari pendapatan bulanan. Misalnya saja pendapatan Rp5 juta maka bisa dapat limit kredit sampai Rp15 juta. Tapi perlu ingat, BI sudah menerapkan kebijakan maksimum plafon kartu kredit. 2. Total utang Bank akan melihat adakah utang atau tidak. Jika nasabah bebas utang kemungkinan limitnya akan besar. Beda kasus jika ada utang maka bank akan mempertimbangkan apakah limit yang ditetapkan itu akan membebani atau tidak.  Sebut saja apakah ada pinjaman di bank seperti KPR, KTA, dan maupun kredit multiguna. Semakin besar utang yang kamu punya, semakin kecil limit yang diberikan oleh bank. Tapi jangan kecil hati, kalau kamu selalu bayar tepat waktu masih ada kemungkinan kok bank menaikkan limit kartu kamu. 3. Domisili Lama tinggal di suatu tempat atau domisili turut menjadi penilaian bank dalam mengambil keputusan limit kartu kredit. Jika nasabah punya riwayat domisili di suatu tempat dalam jangka lama kemungkinan bisa mendapatkan limit yang relatif besar. Kenapa? Bank tentunya tak mau ambil risiko jika terjadi tunggakan pembayaran tak bingung mencarinya. Beda sama nasabah yang sering pindah-pindah domisili mungkin limit credit card-nya sedikit lebih kecil. 4. Status kepemilikan rumah Status kepemilikan rumah penting banget bagi bank. Coba deh lihat aplikasi pengajuan kartu kredit pasti diminta jawab pertanyaan ‘status kepemilikan rumah saat ini’. Bank tentunya lebih memprioritaskan nasabah pemilik rumah dibanding yang masih ngontrak atau ngekos. 5. Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit bisa memengaruhi besaran limit lho. Artinya, makin banyak mengajukan permohonan pembuatan kartu kredit kemungkinan besar limitnya lebih kecil. Cuma perlu diingat, BI sudah membatasi kepemilikan kartu kredit berdasarkan pendapatannya.

Limit Kartu Kredit Itu Asal-usulnya dari Mana? Cari Tahu di Sini

Kartu kredit sudah di tangan, tapi enggak bisa ngapa-ngapain. Maksudnya? Ya, penyebabnya adalah limit kartu kredit yang pas-pasan jadi bikin kita enggak leluasa bertransaksi. 

Misalnya, limit kartu kredit Rp5 juta, baru sebentar belanja bulanan di supermarket sudah keburu habis.

Sebenarnya nasabah bisa saja memaksakan bertransaksi dengan kartu kredit di atas limit atau istilah kerennya over limit. Tapi, ini enggak gratis karena ada biaya yang besarannya tergantung kebijakan pihak penerbit kartu kredit. Nasabah wajib untuk bayar tagihan kartu kredit dan over limit tersebut di bulan yang sama agar tidak membebani tagihan cicilan di bulan berikutnya.

Daftar Isi

Apa itu limit kartu kredit? Apa tujuan dan berapa nominalnya?

Secara umum, pengertian over limit adalah biaya yang dikenakan kepada pemilik kartu kredit jika penggunaan kartu kreditnya sudah melewati batas limit yang disetujui. Jadi, kalau limitnya Rp5 juta tetapi dipakai hingga Rp6 juta, berarti kena biaya over limit.

Doddy pernah mengaku dongkol kalau kena biaya over limit di tagihan kartu kreditnya. Dia menyebutnya sebagai biaya siluman. 

”Gini nasibnya kalau limit kartu kredit enggak sampai Rp10 juta. lewat dikit kena biaya over limit!” keluh asisten manajer di sebuah perusahaan PR agency ini.

Makanya, salah satu pengukur kesaktian kartu kredit itu ada di limitnya. Kalau limitnya kecil, mau enggak mau tak bisa leluasa dalam bertransaksi. Misalnya, ada tawaran kredit motor dengan cicilan nol persen seharga Rp15 juta pakai kartu kredit. Ya kalau limitnya di bawah itu, cuma bisa manyun!

Lalu, kenapa sih bank harus menentukan limit kartu kredit? Setiap bank sebetulnya bisa mengeluarkan kartu kredit dengan plafon yang berbeda-beda. Ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, Rp20 juta, bahkan ratusan juta. Itu semua tergantung dari jenis kartu yang dikeluarkan oleh bank.

Menentukan limit juga sepenuhnya hak dari bank meski pun bank juga enggak bisa seenaknya saja menentukan limit credit card seseorang. Biasanya bank menentukan limit credit card berdasarkan kondisi ekonomi pemegang kartu. Dalam hal ini, pihak bank akan menganalisis gaji bulanan atau penghasilan usaha calon nasabah. Dari situ, diperoleh nilai nominal untuk limitnya.

Limit juga bisa ditentukan dari peraturan bank yang memang sudah menentukan berapa besar nominal untuk yang baru pertama kali punya kartu kredit atau yang sudah punya kartu tambahan. 

Penentuan limit kartu kredit

Wajar dong kalau Doddy berencana ingin menaikkan limit credit card miliknya. Dia kepengin kartu kreditnya ‘lebih sakti’ lagi saat bertransaksi keuangan. Pasalnya, dia sudah merasakan nikmatnya pakai kartu kredit. 

”Bukan gengsinya semata tapi bisa gampang telusuri duit dipakai buat apa saja karena kelihatan di tagihannya,” ungkapnya.

Cuma sebelum menghubungi pihak penerbit kartu kredit untuk menaikkan limit credit card, ada baiknya tahu dulu pertimbangan bank dalam menentukan limit kredit. Tentunya bank tidak sembarang dalam menentukan limit kartu kredit. Apa saja hal-hal yang jadi pertimbangan?

1. Pendapatan 

Yang paling pertama dilihat bank dalam menentukan limit adalah pendapatan seseorang. Rata-rata bank akan kasih limit kartu satu ini tiga kali dari pendapatan bulanan.

Misalnya saja pendapatan Rp5 juta maka bisa dapat limit kredit sampai Rp15 juta. Tapi perlu ingat, BI sudah menerapkan kebijakan maksimum plafon kartu kredit.

2. Total utang

Bank akan melihat adakah utang atau tidak. Jika nasabah bebas utang kemungkinan limitnya akan besar. Beda kasus jika ada utang maka bank akan mempertimbangkan apakah limit yang ditetapkan itu akan membebani atau tidak.  Sebut saja apakah ada pinjaman di bank seperti KPR, KTA, dan maupun kredit multiguna.

Semakin besar utang yang kamu punya, semakin kecil limit yang diberikan oleh bank. Tapi jangan kecil hati, kalau kamu selalu bayar tepat waktu masih ada kemungkinan kok bank menaikkan limit kartu kamu.

3. Domisili

Lama tinggal di suatu tempat atau domisili turut menjadi penilaian bank dalam mengambil keputusan limit kartu kredit. Jika nasabah punya riwayat domisili di suatu tempat dalam jangka lama kemungkinan bisa mendapatkan limit yang relatif besar.

Kenapa? Bank tentunya tak mau ambil risiko jika terjadi tunggakan pembayaran tak bingung mencarinya. Beda sama nasabah yang sering pindah-pindah domisili mungkin limit credit card-nya sedikit lebih kecil.

4. Status kepemilikan rumah

Status kepemilikan rumah penting banget bagi bank. Coba deh lihat aplikasi pengajuan kartu kredit pasti diminta jawab pertanyaan ‘status kepemilikan rumah saat ini’. Bank tentunya lebih memprioritaskan nasabah pemilik rumah dibanding yang masih ngontrak atau ngekos.

5. Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit

Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit bisa memengaruhi besaran limit lho. Artinya, makin banyak mengajukan permohonan pembuatan kartu kredit kemungkinan besar limitnya lebih kecil.

Cuma perlu diingat, BI sudah membatasi kepemilikan kartu kredit berdasarkan pendapatannya. Mereka yang pendapatannya antara Rp3-Rp10 juta maksimum hanya punya dua kartu kredit. Hal ini bertujuan agar nasabah tidak terbebani oleh kewajiban bayar tagihan kartu kredit berlebihan. 

6. Jumlah kredit yang dimohon nasabah

Bank akan menilai dengan hati-hati permohonan nasabah yang meminta besaran nominal limit credit card tertentu. Bank akan mengukur apakah permohonan itu layak atau tidak. Dilihat juga sejauh mana limit kartu itu bakal membebani keuangan bulanan nasabah ataukah sebaliknya.

Rata-rata itu pertimbangan bank dalam menentukan limit kredit. Di samping itu, bank juga wajib mematuhi aturan main dari BI dalam penentuan limitnya. Pasalnya, BI mengingatkan nasabah untuk memahami limit kartu mereka disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasinya.

Ketentuan untuk bisa mengajukan naik limit kartu kredit

Mengajukan permohonan menaikkan limit credit card sudah menjadi hak nasabah. Namun, apa saja yang perlu diketahui agar peluang permohonan kamu bisa dikabulkan?

1. Saldo tabungan

Sisa saldo di tabungan bisa mempengaruhi besaran limit kartu kredit. Ya kalau saldonya cekak bisa jadi bank bakal memberi limit kredit kecil.

Pertimbangannya dari saldo tabungan yang dimiliki. Beda kasus kalau saldo tabungannya besar yang akan membuat bank memberi limit kartu yang lebih besar pula.

2. Riwayat transaksi

Bisa disebut bank itu punya sifat pengertian. Maksudnya, mengerti banget sama prestasi nasabahnya. Kalau nasabahnya punya rekam jejak selalu melunasi kartu kredit tepat waktu, maka reputasi di dunia perutangan bagus.

Bank pun bakal dengan senang hati memberi limit kredit lebih tinggi bagi kelompok nasabah yang sukses menyelesaikan tagihannya. Bahkan tak jarang bank berinisiatif menawarkan perubahan limit kredit sebelum diminta.

3. Tiada tunggakan

Doddy bakal dianggap sebagai ‘anak manis’ jika selama pakai kartu kredit tak pernah sekalipun menunggak. Bank melihat Doddy sebagai nasabah yang minim risiko sehingga layak dikabulkan permintaan limit kreditnya dinaikkan.

4. Lunasi tagihan kartu kredit dengan kartu kredit lain

Kalau kebetulan punya kartu kredit lain, cobalah digunakan untuk bayar tagihan kartu kredit. Cara ini membuat bank tahu kalau nasabahnya punya kartu kredit dari bank lain. Biar nasabahnya tetap setia menggunakan kartu kredit terbitannya, bank bakal menawarkan kenaikan limit.

5. Aktif digunakan

Seberapa sering kartu kredit dipakai turut menentukan bank dalam pertimbangan menaikkan kartu kredit. Artinya, bank bisa melihat kalau kartu kredit itu aktif dan frekuensi digeseknya sering. Hal ini menandakan si pemiliknya sering bertransaksi keuangan.

Cara dan syarat menaikkan limit kartu kredit

Nah, kalau kamu memang gak sabar mau limit kartu kamu naik, tentu saja bisa mengajukan permintaan ke bank penerbit. Tapi sebaiknya kamu pikir-pikir dulu deh, karena enggak semua bank itu mau atau mengabulkan permintaan kamu.

Hubungi call center bank penerbit kartu

Cara sederhana, kamu bisa menelepon ke bank. Nanti biasanya kamu bakal dimintai sejumlah dokumen, seperti KTP, NPWP, rekening koran, dan slip gaji. 

Setelah itu, pihak bank juga bakal menanyakan alasan kamu menaikkan limit kartu kredit. Nah, siapin deh jawaban yang meyakinkan.

Sebaiknya kamu menjawab dengan sejujurnya, seperti misalnya kamu membutuhkan modal atau dana untuk keperluan tertentu. 

Ajukan lewat aplikasi

Saat ini biasanya bank juga sudah memiliki aplikasi untuk memudahkan urusan perbankan kamu. Pengajuan kenaikan limit ini juga bisa kok kamu ajukan lewat aplikasi, jadi kamu gak perlu repot menelepon bank.

Jangan lupa tetap siapkan kelengkapan dokumen kamu agar pengajuannya lancar. Setelah itu kamu tinggal tunggu saja, karena bank juga akan tetap mempertimbangkan permohonan kamu layak dikabulkan atau enggak.

Ternyata sederhana bukan cara menaikkan limit kartu kredit? Cuma kenaikan kartu kredit ini bisa menjadi buah simalakama.

Di satu sisi bisa membuat daya beli menjadi besar dan di sisi lain besaran utang pun membengkak. Maka itulah, sebaiknya tetap bijak menggunakannya. Kadang kala bank memberi batasan nominal penggunaan kartu demi alasan keamanan agar nasabahnya tetap sanggup untuk bayar tagihan kartu kredit.

Perlu dicatat lagi, kartu kredit hanyalah alat bantu transaksi bukan uang tunai lebih. Keleluasaan dalam bertransaksi tanpa uang tunai memang kelebihan kartu kredit. Tapi tetap pahami keleluasaan itu selalu dibatasi demi kepentingan nasabah dan penerbit kartu kredit.

FAQ seputar limit kartu kredit

Limit diberlakukan sebagai pengaman agar nasabah tidak terlalu berlebihan saat berutang. Maka dari itu, limit diberikan dengan menyesuaikan gaji bulanan atau penghasilan usaha nasabah. Semakin besar gaji atau penghasilannya, maka limit yang diberikan bisa meningkat.
Biaya over limit muncul jika nasabah melakukan transaksi yang mana total utangnya jadi melebihi limit yang diberikan. Setiap perusahaan bank penerbit kartu kredit memiliki ketentuan tersendiri mengenai biaya over limit.

Jika sudah terjadi over limit, maka kartu tersebut tidak bisa digunakan sebelum nasabah bayar sebagian atau seluruh tagihan kartu kredit.

Ya, nasabah bisa melakukan tarik tunai menggunakan kartu kredit di mesin ATM dengan tetap berpatokan kepada jumlah limit yang dimiliki. Meski begitu, jumlah maksimal jumlah tarik tunai pada umumnya tidak sebesar 100 persen nilai limit.

Let's block ads! (Why?)