Luhut Beberkan Alasan Ekonomi Indonesia Lebih Stabil dari Negara Lain

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan beberapa faktor perekonomian Indonesia lebih baik dibandingkan mayoritas negara dunia. Tingginya investasi asing langsung (FDI) ke dalam negeri diduga menjadi pendorongnya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mencatat pergerakan Rupiah secara tahun berjalan hingga 20 Juni 2022 susut 3,9% menjadi Rp 14.836. Namun demikian, capaian tersebut masih lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia. Menurutnya, salah satu faktor stabilisasi Rupiah adalah tingkat FDI pada 2021 yang tumbuh 28,5%. Hal ini membuat dampak outflow Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah lebih kecil. "(Dulu,) setiap ada outflow US$1 miliar akan berpengaruh 4,16% terhadap Rupiah. Sekarang, pengaruhnya di bawah 1% karena Indonesia jadi tujuan investasi yang sangat baik," kata Luhut dalam Lagawi Fest 2022, Kamis (23/6).  Advertisement  Selain itu, Luhut mengatakan, tingkat inflasi di dalam negeri termasuk yang paling rendah di level 3,6% per Mei 2022. Dalam paparan Luhut, hanya ada empat negara dengan tingkat inflasi yang lebih rendah dari Indonesia, yakni Jepang (2,5%), Malaysia (2,3%), Vietnam (2,9%), dan Cina (2,1%). Inflasi tertinggi dialami oleh Rusia yang mencapai 17,1% per Mei 2022. Capaian itu disusul oleh Amerika Serikat di level 8,6%.  "Menurut saya, mereka (Amerika Serikat) bingung sendiri dan cenderung akan masuk resesi kalau tidak ada pembenahan yang hebat," kata Luhut. Dia mengatakan, inflasi Indonesia hingga akan dijaga di bawah 5% hingga akhir 2022. Menurutnya, hasil rapat kabinet meramalkan inflasi nasional akan mencapai 4,8% pada akhir tahun ini.  Terakhir, Luhut mengatakan, kondisi pasar bursa nasional merupakan satu dari dua negara yang masih membukukan pertumbuhan secara tahun berjalan. Hingga 14 Juni 2022, Luhut mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh 5,4% secara tahun berjalan ke level 7.049. "Ada fluktuasi kecil, tapi kita termasuk salah satu market paling stabil di dunia. Bukan hanya Asia, tapi dunia," kata Luhut.  Dalam paparan Luhut, negara lain yang membukukan pertumbuhan indeks secara tahun berjalan hingga 14 Juni 2022 adalah Turki. Sementara itu, indeks yang jatuh paling dalam adalah S&P di Amerika Serikat yang anjlok 22,9% secara tahun berjalan.  Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp282,4 triliun pada kuartal I-2022. Nilai tersebut tumbuh 28,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau 16,9% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sedekade terakhir. Reporter: Andi M. AriefAdblock test (Why?)

Luhut Beberkan Alasan Ekonomi Indonesia Lebih Stabil dari Negara Lain
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan beberapa faktor perekonomian Indonesia lebih baik dibandingkan mayoritas negara dunia. Tingginya investasi asing langsung (FDI) ke dalam negeri diduga menjadi pendorongnya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mencatat pergerakan Rupiah secara tahun berjalan hingga 20 Juni 2022 susut 3,9% menjadi Rp 14.836. Namun demikian, capaian tersebut masih lebih baik dibandingkan mayoritas negara di dunia. Menurutnya, salah satu faktor stabilisasi Rupiah adalah tingkat FDI pada 2021 yang tumbuh 28,5%. Hal ini membuat dampak outflow Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah lebih kecil. "(Dulu,) setiap ada outflow US$1 miliar akan berpengaruh 4,16% terhadap Rupiah. Sekarang, pengaruhnya di bawah 1% karena Indonesia jadi tujuan investasi yang sangat baik," kata Luhut dalam Lagawi Fest 2022, Kamis (23/6).  Advertisement  Selain itu, Luhut mengatakan, tingkat inflasi di dalam negeri termasuk yang paling rendah di level 3,6% per Mei 2022. Dalam paparan Luhut, hanya ada empat negara dengan tingkat inflasi yang lebih rendah dari Indonesia, yakni Jepang (2,5%), Malaysia (2,3%), Vietnam (2,9%), dan Cina (2,1%). Inflasi tertinggi dialami oleh Rusia yang mencapai 17,1% per Mei 2022. Capaian itu disusul oleh Amerika Serikat di level 8,6%.  "Menurut saya, mereka (Amerika Serikat) bingung sendiri dan cenderung akan masuk resesi kalau tidak ada pembenahan yang hebat," kata Luhut. Dia mengatakan, inflasi Indonesia hingga akan dijaga di bawah 5% hingga akhir 2022. Menurutnya, hasil rapat kabinet meramalkan inflasi nasional akan mencapai 4,8% pada akhir tahun ini.  Terakhir, Luhut mengatakan, kondisi pasar bursa nasional merupakan satu dari dua negara yang masih membukukan pertumbuhan secara tahun berjalan. Hingga 14 Juni 2022, Luhut mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh 5,4% secara tahun berjalan ke level 7.049. "Ada fluktuasi kecil, tapi kita termasuk salah satu market paling stabil di dunia. Bukan hanya Asia, tapi dunia," kata Luhut.  Dalam paparan Luhut, negara lain yang membukukan pertumbuhan indeks secara tahun berjalan hingga 14 Juni 2022 adalah Turki. Sementara itu, indeks yang jatuh paling dalam adalah S&P di Amerika Serikat yang anjlok 22,9% secara tahun berjalan.  Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp282,4 triliun pada kuartal I-2022. Nilai tersebut tumbuh 28,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau 16,9% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sedekade terakhir. Reporter: Andi M. AriefAdblock test (Why?)