Main di Tengah Pandemi, Baby Mourinho Rancang Selebrasi Social Distancing

Suara.com - Julian Nagelsmann mengatakan skuat asuhannya, RB Leipzig, sedang merancang modifikasi selebrasi gol yang memenuhi pedoman kesehatan ketat untuk memulai lagi Bundesliga akhir pekan ini. Leipzig yang menempati urutan ketiga klasemen akan menjamu Freiburg di stadion kosong alias tanpa penonton ketika Bundesliga dilanjutkan lagi pada hari Sabtu (16/5/2020) di tengah pandemi virus corona COVID-19. Leipzig saat ini tertinggal lima poin dari pemimpin klasemen sementara Bundesliga, Bayern Munich. Dalam rangka melanjutkan kompetisi liga musim ini, Liga Sepak Bola Jerman (DFL) sudah menjabarkan daftar aturan kesehatan yang ketat. DFL mendesak pemain untuk tidak terlalu sering kontak fisik dengan merekomendasikan salam adu siku atau adu kaki, dari pada berpelukan saat merayakan gol. Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho dan Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann (kanan) melakukan salam siku usai laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Ronny HARTMANN / AFPNagelsmann menyatakan bahwa para pemainnya tidak akan melakukan selebrasi dengan cara berkerumun bersama rekan-rekan satu timnya. "Saya cenderung beraksi sendirian," kata Nagelsmann seperti dikutip Antara dari AFP.

Main di Tengah Pandemi, Baby Mourinho Rancang Selebrasi Social Distancing
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Suara.com - Julian Nagelsmann mengatakan skuat asuhannya, RB Leipzig, sedang merancang modifikasi selebrasi gol yang memenuhi pedoman kesehatan ketat untuk memulai lagi Bundesliga akhir pekan ini.

Leipzig yang menempati urutan ketiga klasemen akan menjamu Freiburg di stadion kosong alias tanpa penonton ketika Bundesliga dilanjutkan lagi pada hari Sabtu (16/5/2020) di tengah pandemi virus corona COVID-19. Leipzig saat ini tertinggal lima poin dari pemimpin klasemen sementara Bundesliga, Bayern Munich.

Dalam rangka melanjutkan kompetisi liga musim ini, Liga Sepak Bola Jerman (DFL) sudah menjabarkan daftar aturan kesehatan yang ketat.

DFL mendesak pemain untuk tidak terlalu sering kontak fisik dengan merekomendasikan salam adu siku atau adu kaki, dari pada berpelukan saat merayakan gol.

Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho dan Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann (kanan) melakukan salam siku usai laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Ronny HARTMANN / AFP
Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho dan Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann (kanan) melakukan salam siku usai laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Ronny HARTMANN / AFP

Nagelsmann menyatakan bahwa para pemainnya tidak akan melakukan selebrasi dengan cara berkerumun bersama rekan-rekan satu timnya.

"Saya cenderung beraksi sendirian," kata Nagelsmann seperti dikutip Antara dari AFP.

"Para pemain pastinya sudah memikirkan sesuatu tetapi kami harus terlebih dahulu mencetak gol," lanjut pelatih yang dijuluki Baby Mourinho itu.

Kunci untuk menunaikan tugas itu terletak pada striker Leipzig Timo Werner yang sejauh ini sudah menciptakan 21 gol di sepanjang musim ini. Sedangkan rekannya, Marcel Sabitzer dan Patrik Schick, diperkirakan bakal kembali berlaga setelah dinyatakan pulih dari cedera.

Penyerang RB Leipzig, Timo Werner (kiri) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur pada laga Liga Champions 2019/2020 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Kamis (20/2/2020) dini hari WIB. [Glyn KIRK / IKIMAGES / AFP]
Penyerang RB Leipzig, Timo Werner (kiri) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur pada laga Liga Champions 2019/2020 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Kamis (20/2/2020) dini hari WIB. [Glyn KIRK / IKIMAGES / AFP]

Mengingat tak ada penonton, Nagelsmann yang terkenal suka melakukan selebrasi menerabas batas lapangan itu mengatakan bahwa dirinya harus mengubah caranya melakukan selebrasi gol.

"Saya harus berbicara lagi kepada diri saya dan berusaha bertindak dalam cara yang diterima secara sosial di zona (pelatih)," katanya.

Nagelsmann memperkirakan tidak akan ada yang melakukan selebrasi gol berlebihan mengingat para pemain kesulitan tampil bugar kembali setelah 2 bulan jeda.

"Jika Anda sudah lama tak main dan tak punya ritme, Anda akan cenderung bermain ke belakang dan berusaha mencegah terciptanya gol," pungkas Nagelsmann.

Let's block ads! (Why?)