Manfaat Kembang Kol, Jika Kita Mengkonsumsi

Kembang kol adalah sayuran silangan yang termasuk dalam famili Brassicaceae, yang meliputi brokoli, kangkung, dan kubis

Manfaat Kembang Kol, Jika Kita Mengkonsumsi

Kembang kol adalah sayuran silangan yang termasuk dalam famili Brassicaceae, yang meliputi brokoli, kangkung, dan kubis. Kembang kol mendapatkan namanya dari kata Latin 'caulis' yang berarti kubis dengan bunga. Kuntum bunga di kepala kembang kol, juga dikenal sebagai dadih, berkerumun rapat dan terdiri dari kuncup bunga yang belum matang serta menempel pada tangkai tengah. Untuk melindungi rasa dan kelembutan kepala kembang kol, biasanya kembang kol dijauhkan dari sinar matahari untuk mencegah perkembangan pigmen klorofil dan kematangan berlebih.

 

Manfaat Kembang Kol untuk Kesehatan :

Kembang kol telah meledak dalam popularitas baru-baru ini — merambah segala hal mulai dari kulit pizza dan juga menggantikan nasi. Peningkatan status sayuran putih ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, tetapi masuk akal dari perspektif nutrisi.

Berikut ada 5 alasan mengapa kamu harus mengonsumsi kembang kol :

1. Kembang kol kaya akan serat

Serat dalam kembang kol — hampir 12 gram per kepala dengan ukuran sedang. Tentunya serat dapat mendukung kesehatan pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, dan memberi makan bakteri menguntungkan di usus yang terkait dengan antiradang, kekebalan, dan suasana hati.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa kembang kol adalah makanan FODMAP yang tinggi sehingga dapat menyebabkan gangguan pencernaan bagi sebagian orang — terutama mereka yang mengalami sindrom iritasi usus besar, atau IBS. FODMAP adalah singkatan fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyols.

FODMAP adalah karbohidrat rantai pendek yang sulit diserap dari sistem pencernaan ke dalam aliran darah dan difermentasi dengan cepat di usus. Permasalahan kombo tersebut dapat memicu produksi gas, yang dapat menyebabkan perut kembung, nyeri, kram, dan perut kembung. Jika kamu memiliki sistem pencernaan yang sensitif, atau tidak terbiasa makan banyak serat, bukan hal yang aneh jika kamu  mengalami beberapa masalah GI (Glycemic Index) jika menambah asupan kembang kol.

2. Kembang kol dapat mendukung penurunan berat badan yang sehat

Serat kembang kol mendukung pengelolaan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menunda kembalinya rasa lapar, dan membantu mengatur kadar gula darah dan insulin. Satu cangkir kembang kol mentah dapat menyediakan sekitar 3,5 ons air, yang membantu meningkatkan rasa kenyang. Dan makan kembang kol sebagai pengganti nasi putih dapat secara serius menggantikan kalori dan karbohidrat, tanpa perlu mengorbankan porsi makan.

Seporsi tiga perempat cangkir kembang kol yang dibelah mengandung sekitar 25 kalori dan 1 gram karbohidrat bersih (total 3 gram dengan 2 gram sebagai serat). Porsi nasi putih yang sama mengandung sekitar 150 kalori dan 30 gram karbohidrat.

3. Kembang kol padat nutrisi

Satu cangkir kembang kol mentah menyediakan lebih dari 75% dari target minimum harian untuk vitamin C. Selain mendukung kekebalan, nutrisi ini dibutuhkan untuk perbaikan DNA, produksi kolagen, dan serotonin untuk meningkatkan kebahagiaan dan tidur yang sehat.

Vitamin K kembang kol (20% dari target harian per cangkir) diperlukan untuk pembentukan tulang, dan kekurangan vitamin K dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang. Kolin sayuran, kira-kira 10% dari target harian per cangkir, berperan dalam kualitas tidur, memori, serta gerakan otot. Kembang kol juga mengandung sedikit nutrisi penting lainnya, termasuk vitamin B, fosfor, mangan, magnesium, dan kalium.

4. Kembang kol dapat membantu detoksifikasi

Senyawa alami dalam kembang kol dapat terlibat dalam detoksifikasi. Banyak ahli kesehatan tidak menyukai kata detoks, karena sering kali digunakan secara berlebihan dan dibesar-besarkan. Tapi detoksifikasi pada dasarnya berarti membantu menonaktifkan bahan kimia yang berpotensi merusak, atau mengeluarkan racun dari tubuh lebih cepat.

5. Kembang kol bersifat anti-inflamasi

Senyawa bioaktif yang ditemukan dalam kembang kol diketahui dapat mengurangi peradangan. Sayuran juga kaya akan antioksidan, termasuk jenis yang dikenal untuk melawan stres oksidatif. Singkatnya, stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas yang merusak sel dan kemampuan tubuh untuk melawan efek berbahaya, termasuk penuaan dini dan risiko penyakit.