Mantap! Grup Telkom Cuan Rp 350 M dari Investasi di Gojek

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten jasa telekomunikasi BUMN, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan keuntungan dari capital gain senilai Rp 350 miliar setelah berinvestasi di perusahaan ride hailing, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Seperti diketahui, Grup Telkom berinvestasi di Gojek sejak November 2020 melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). "Sejauh ini, Telkomsel telah mencatatkan capital gain mencapai Rp 350 miliar," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (25/11/2021). Dari sisi pertumbuhan bisnis, lanjut Ririek, investasi di Gojek juga memperlihatkan hasil yang positif jika dilihat dari pertumbuhan kuartal III/2021 dibandingkan dengan kuartal I/2021.Seperti ARPU driver yang menjadi user paket kolaborasi swadaya meningkat sebanyak 4%, drivers yang menjadi reseller Telkomsel tumbuh meningkat mencapai 51% yang diikuti dengan kenaikan jumlah transaksi sebesar 97%, dan pertumbuhan merchant GoFood yang menggunakan MyAds melalui aplikasi Gobiz naik sebesar 146%. Sehingga, selain memberikan dampak di masyarakat, juga berkontribusi positif pada pertumbuhan bisnis Telkomsel. CNBC Indonesia mencatat, Telkomsel dua kali menyuntikkan dananya di perusahaan besutan Nadiem Makariem tersebut. Pertama, pada 16 November 2020, Telkomsel berinvestasi senila US$ 150 juta atau senilai Rp 2,17 triliun. Kemudian, pada pertengahan Mei 2020, Telkomsel juga menginvestasikan dana senilai US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun. Tak hanya menjalin kemitraan strategis, untuk meningatkan kapabilitas digital perusahaan, Telkom melalui perusahaan ventura MDI juga konsisten menambah nilai dan jumlah investasi pada perusahaan-perusahaan rintisan potensial dari dalam dan luar negeri. Strategi investasi pada startup yang dilakukan perseroan tidak semata fokus pada peningkatan nilai investasi (capital gain) saja, namun juga dari peluang kolaborasi yang mungkin dilakukan para perusahaan rintisan terhadap berbagai lini bisnis di TelkomGroup untuk membangun sinergi dalam meningkatkan bisnis dan profitabilitas perusahaan. MDI telah mendanai lebih dari 50 startups dari 12 negara dimana 28 diantaranya merupakan karya anak bangsa. Saat ini, startups portofolio MDI tercatat sudah 3 yang IPO dan 3 yang masuk dalam kategori unicorn. Perseroan telah menggunakan belanja modal sebesar Rp 18,6 triliun hingga kuartal III/2021 atau 17,5% dari total pendapatan. Belanja modal terutama digunakan untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan pendukung untuk meningkatkan kapasitas, baik pada fixed line maupun mobile business. Ririek menilai, membaiknya kinerja Telkom tidak lepas dari penanganan pandemi di Indonesia yang menjadi momentum yang tepat untuk pemulihan ekonomi nasional. "Kami berharap dan optimistis bahwa kinerja perseroan hingga akhir tahun 2021 juga akan tumbuh positif. Semoga hal ini juga berdampak ke kinerja saham yang akan terus menguat dan dapat menggaet semakin banyak investor lokal maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia," tandasnya. [Gambas:Video CNBC] (sys/sys) Adblock test (Why?)

Mantap! Grup Telkom Cuan Rp 350 M dari Investasi di Gojek
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten jasa telekomunikasi BUMN, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan keuntungan dari capital gain senilai Rp 350 miliar setelah berinvestasi di perusahaan ride hailing, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Seperti diketahui, Grup Telkom berinvestasi di Gojek sejak November 2020 melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). "Sejauh ini, Telkomsel telah mencatatkan capital gain mencapai Rp 350 miliar," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (25/11/2021). Dari sisi pertumbuhan bisnis, lanjut Ririek, investasi di Gojek juga memperlihatkan hasil yang positif jika dilihat dari pertumbuhan kuartal III/2021 dibandingkan dengan kuartal I/2021.Seperti ARPU driver yang menjadi user paket kolaborasi swadaya meningkat sebanyak 4%, drivers yang menjadi reseller Telkomsel tumbuh meningkat mencapai 51% yang diikuti dengan kenaikan jumlah transaksi sebesar 97%, dan pertumbuhan merchant GoFood yang menggunakan MyAds melalui aplikasi Gobiz naik sebesar 146%. Sehingga, selain memberikan dampak di masyarakat, juga berkontribusi positif pada pertumbuhan bisnis Telkomsel. CNBC Indonesia mencatat, Telkomsel dua kali menyuntikkan dananya di perusahaan besutan Nadiem Makariem tersebut. Pertama, pada 16 November 2020, Telkomsel berinvestasi senila US$ 150 juta atau senilai Rp 2,17 triliun. Kemudian, pada pertengahan Mei 2020, Telkomsel juga menginvestasikan dana senilai US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun. Tak hanya menjalin kemitraan strategis, untuk meningatkan kapabilitas digital perusahaan, Telkom melalui perusahaan ventura MDI juga konsisten menambah nilai dan jumlah investasi pada perusahaan-perusahaan rintisan potensial dari dalam dan luar negeri. Strategi investasi pada startup yang dilakukan perseroan tidak semata fokus pada peningkatan nilai investasi (capital gain) saja, namun juga dari peluang kolaborasi yang mungkin dilakukan para perusahaan rintisan terhadap berbagai lini bisnis di TelkomGroup untuk membangun sinergi dalam meningkatkan bisnis dan profitabilitas perusahaan. MDI telah mendanai lebih dari 50 startups dari 12 negara dimana 28 diantaranya merupakan karya anak bangsa. Saat ini, startups portofolio MDI tercatat sudah 3 yang IPO dan 3 yang masuk dalam kategori unicorn. Perseroan telah menggunakan belanja modal sebesar Rp 18,6 triliun hingga kuartal III/2021 atau 17,5% dari total pendapatan. Belanja modal terutama digunakan untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan pendukung untuk meningkatkan kapasitas, baik pada fixed line maupun mobile business. Ririek menilai, membaiknya kinerja Telkom tidak lepas dari penanganan pandemi di Indonesia yang menjadi momentum yang tepat untuk pemulihan ekonomi nasional. "Kami berharap dan optimistis bahwa kinerja perseroan hingga akhir tahun 2021 juga akan tumbuh positif. Semoga hal ini juga berdampak ke kinerja saham yang akan terus menguat dan dapat menggaet semakin banyak investor lokal maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia," tandasnya. [Gambas:Video CNBC] (sys/sys) Adblock test (Why?)