Massa Pemuda Pancasila Geruduk DPR Hari Ini Tuntut Junimart Minta Maaf

Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya dua ribu anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) diklaim akan mendatangi gedung parlemen DPR-MPR untuk menuntut politikus PDIP, Junimart Girsang meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut ormas berseragam loreng itu kerap terlibat bentrok.Rencana aksi unjuk rasa itu telah dibenarkan Sekretaris Cabang PP Jakarta Selatan, Dendy Jauhari. Selain meminta Junimart meminta maaf, Dendy juga meminta fraksi PDIP melakukan pergantian antar waktu (PAW) Junimart selaku Wakil Ketua Komisi II DPR. "Tuntutannya cuma, satu dia minta maaf di media nasional, yang terbuka dalam waktu 24 jam. Kedua, fraksi PDIP, mem-PAW dia, untuk mencari anggota dewan lagi," ucap Dendy kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/11). Dia menilai pernyataan Junimart tidak etis terhadap PP. Menurut Dendy, pernyataan Junimart seolah-olah menganggap organisasinya bodoh. Pernyataan itu bukan saja telah menyakiti masyarakat yang tergabung dalam organisasi tersebut, namun juga ketua umum mereka. Dendy turut menanggapi pernyataan maaf Junimart yang dinilai masih terlalu politis, dan tidak disampaikan lewat media nasional secara terbuka. Pernyataan Junimart kata dia telah membuat gejolak. "Seharusnya PP begini. Seorang Junimart. Seolah-olah yang lain bodoh. Termasuk Ketum kami. Itu gorengan. Minta maafnya politik. Tidak tulus. Kita tahu," katanya. Kasus ini berawal dari pernyataan Junimart meminta Kemendagri agar menertibkan ormas yang kerap terlibat bentrok karena telah meresahkan masyarakat. Menurut dia, pemberian izin kepada ormas oleh pemerintah mestinya berdasarkan prinsip untuk menjaga keamanan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah harus bersikap tegas kepada ormas yang justru menimbulkan keresahan. "Pemberian izin sebagai legalitas dari Kemendagri atau Kemenkumham tentu dengan AD/ART masing-masing organisasi yang salah satu pasalnya dipastikan berasaskan Pancasila dan UUD 1945," kata dia mengutip Antara, Minggu (21/11). Junimart belakangan telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Namun, dia menilai Keluarga Besar PP tidak utuh dalam membaca tanggapannya. "Namun demikian apabila saya dipersalahkan karena tanggapan itu, sebagai manusia beriman saya minta maaf kepada keluarga besar PP," ucap Junimart lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/11). (thr/wis) [Gambas:Video CNN] Adblock test (Why?)

Massa Pemuda Pancasila Geruduk DPR Hari Ini Tuntut Junimart Minta Maaf
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya dua ribu anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) diklaim akan mendatangi gedung parlemen DPR-MPR untuk menuntut politikus PDIP, Junimart Girsang meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut ormas berseragam loreng itu kerap terlibat bentrok.Rencana aksi unjuk rasa itu telah dibenarkan Sekretaris Cabang PP Jakarta Selatan, Dendy Jauhari. Selain meminta Junimart meminta maaf, Dendy juga meminta fraksi PDIP melakukan pergantian antar waktu (PAW) Junimart selaku Wakil Ketua Komisi II DPR. "Tuntutannya cuma, satu dia minta maaf di media nasional, yang terbuka dalam waktu 24 jam. Kedua, fraksi PDIP, mem-PAW dia, untuk mencari anggota dewan lagi," ucap Dendy kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/11). Dia menilai pernyataan Junimart tidak etis terhadap PP. Menurut Dendy, pernyataan Junimart seolah-olah menganggap organisasinya bodoh. Pernyataan itu bukan saja telah menyakiti masyarakat yang tergabung dalam organisasi tersebut, namun juga ketua umum mereka. Dendy turut menanggapi pernyataan maaf Junimart yang dinilai masih terlalu politis, dan tidak disampaikan lewat media nasional secara terbuka. Pernyataan Junimart kata dia telah membuat gejolak. "Seharusnya PP begini. Seorang Junimart. Seolah-olah yang lain bodoh. Termasuk Ketum kami. Itu gorengan. Minta maafnya politik. Tidak tulus. Kita tahu," katanya. Kasus ini berawal dari pernyataan Junimart meminta Kemendagri agar menertibkan ormas yang kerap terlibat bentrok karena telah meresahkan masyarakat. Menurut dia, pemberian izin kepada ormas oleh pemerintah mestinya berdasarkan prinsip untuk menjaga keamanan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah harus bersikap tegas kepada ormas yang justru menimbulkan keresahan. "Pemberian izin sebagai legalitas dari Kemendagri atau Kemenkumham tentu dengan AD/ART masing-masing organisasi yang salah satu pasalnya dipastikan berasaskan Pancasila dan UUD 1945," kata dia mengutip Antara, Minggu (21/11). Junimart belakangan telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Namun, dia menilai Keluarga Besar PP tidak utuh dalam membaca tanggapannya. "Namun demikian apabila saya dipersalahkan karena tanggapan itu, sebagai manusia beriman saya minta maaf kepada keluarga besar PP," ucap Junimart lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/11). (thr/wis) [Gambas:Video CNN] Adblock test (Why?)