Mengenal Gokada, Startup Ojek Online Asal Nigeria

(Gokada/foto: Techcrunch) Uzone.id -- Satu hal termudah untuk membayangkan cara kerja Gokada sebagai startup digital adalah, ‘Gojek’ versi Nigeria. Startup satu ini hadir sebagai perantara konsumen dengan para armada ojek online melalui aplikasi mobile. Nama Gokada mungkin baru terdengar belakangan ini karena kasus pembunuhan yang menimpa CEO-nya, Fahim Saleh di New York. Namun, pencapaian Fahim yang juga menjadi salah satu pendiri startup ini rasanya layak disorot. Seperti halnya Gojek, Gokada hadir untuk menyediakan aplikasi mobile yang memfasilitasi transportasi on-demand berupa motor ojek. Bermarkas di Lagos, Nigeria, Gokada didirikan oleh pengusaha lokal Deji Oduntan dan Saleh pada 2017. Saleh sendiri merupakan pengusaha berdarah Bangladesh-Amerika. Baca juga: Nahas, CEO Startup Ojek Online Ini Tewas Dibunuh Mengutip berbagai sumber, Gokada pertama kali beroperasi di kota Yaba, jantung kota Lagos di Nigeria. Setelah sukses beroperasi di sana sebagai ojek online, Gokada ekspansi ke Victoria Island yang masih berada di Nigeria. Setelah melebarkan sayap ke Nepal dan Bangladesh pada 2019, Gokada kini menyediakan layanan pengiriman barang dan kurir oleh mitra pengemudi setelah pemerintah Lagos melarang penggunaan kendaraan sepeda motor sebagai moda transportasi yang mengangkut penumpang. Baca juga: 5 Layanan Gojek Ini Diklaim Jadi Favorit Selama Pandemi Pada Mei 2019, Gokada menerima pendanaan sekitar USD5,4 juta atau setara Rp79,9 miliar untuk mengembangkan bisnis roda duanya. Mengutip situs resmi Gokada, sistem pembayaran layanan ini masih berbasis uang tunai, namun tampaknya perusahaan sedang mengembangkan pembayaran digital yang bisa langsung dilakukan di dalam aplikasi. Aplikasi Gokada tersedia secara gratis di platform Google Play Store dan Apple App Store.

Mengenal Gokada, Startup Ojek Online Asal Nigeria

(Gokada/foto: Techcrunch)

Uzone.id -- Satu hal termudah untuk membayangkan cara kerja Gokada sebagai startup digital adalah, ‘Gojek’ versi Nigeria. Startup satu ini hadir sebagai perantara konsumen dengan para armada ojek online melalui aplikasi mobile.

Nama Gokada mungkin baru terdengar belakangan ini karena kasus pembunuhan yang menimpa CEO-nya, Fahim Saleh di New York. Namun, pencapaian Fahim yang juga menjadi salah satu pendiri startup ini rasanya layak disorot.

Seperti halnya Gojek, Gokada hadir untuk menyediakan aplikasi mobile yang memfasilitasi transportasi on-demand berupa motor ojek. Bermarkas di Lagos, Nigeria, Gokada didirikan oleh pengusaha lokal Deji Oduntan dan Saleh pada 2017. Saleh sendiri merupakan pengusaha berdarah Bangladesh-Amerika.

Baca juga: Nahas, CEO Startup Ojek Online Ini Tewas Dibunuh

Mengutip berbagai sumber, Gokada pertama kali beroperasi di kota Yaba, jantung kota Lagos di Nigeria. Setelah sukses beroperasi di sana sebagai ojek online, Gokada ekspansi ke Victoria Island yang masih berada di Nigeria.

Setelah melebarkan sayap ke Nepal dan Bangladesh pada 2019, Gokada kini menyediakan layanan pengiriman barang dan kurir oleh mitra pengemudi setelah pemerintah Lagos melarang penggunaan kendaraan sepeda motor sebagai moda transportasi yang mengangkut penumpang.

Baca juga: 5 Layanan Gojek Ini Diklaim Jadi Favorit Selama Pandemi

Pada Mei 2019, Gokada menerima pendanaan sekitar USD5,4 juta atau setara Rp79,9 miliar untuk mengembangkan bisnis roda duanya.

Mengutip situs resmi Gokada, sistem pembayaran layanan ini masih berbasis uang tunai, namun tampaknya perusahaan sedang mengembangkan pembayaran digital yang bisa langsung dilakukan di dalam aplikasi.

Aplikasi Gokada tersedia secara gratis di platform Google Play Store dan Apple App Store.