Mesti Banget Tahu! Vaksin Itu Tidak Membunuh Virus Corona

WE Online, Jakarta - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan, tak sedikit masyarakat beranggapan vaksin Covid-19 dapat membunuh virus. Menurutnya, pandangan itu harus diluruskan. Sebab, pandangan itu bisa menurunkan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. "Vaksin bukanlah obat pembunuh Virus Corona, melainkan berfungsi untuk meningkatkan antibodi manusia agar tidak tertular Covid-19,"ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Sabtu (17/10). Baca Juga: IDI Dahulukan Vaksin Ketimbang Obat-obat Covid-19 karena... Mengutip survei Badan Pusat Statistik (BPS) September lalu, papar Rerie, dari 90.967 responden, tingkat kepatuhan responden menggunakan masker saat berada di luar rumah mencapai 91,98, persen. Kemudian, tingkat kepatuhan responden dalam menjaga jarak dan mencuci tangan masing-masing berada di angka 73.54 persen dan 75.38 persen. "Artinya, tegas masih ada 22-25 persen masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, khususnya dalam menjaga jarak dan mencuci tangan," ujarnya. Masih cukup banyaknya persentase masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, menurut Rerie, berpotensi menciptakan sumber-sumber penularan baru. "Kondisi ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pemangku kepentingan dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air, menjelang pengaplikasian vaksin Covid-19 kepada masyarakat," ujarnya.  Baca Juga: Tenang, Pemerintah Bakal Bagikan Vaksin secara Adil! Legislator Partai NasDem itu juga  mengaku khawatir dengan adanya persepsi yang salah di masyarakat terhadap kehadiran vaksin Covid-19 di Tanah Air. Menurut Rerie, publik harus diberikan pemahaman bahwa vaksin akan lebih ampuh untuk mencegah penularan bila dibarengi dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. "Perlu kerja sama semua pihak untuk menyadarkan masyarakat agar tidak terlena oleh berbagai informasi mengenai penemuan vaksin, termasuk vaksin Merah Putih yang dikembangkan di Indonesia," pungkasnya. QARPartner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka Let's block ads! (Why?)

Mesti Banget Tahu! Vaksin Itu Tidak Membunuh Virus Corona
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan, tak sedikit masyarakat beranggapan vaksin Covid-19 dapat membunuh virus. Menurutnya, pandangan itu harus diluruskan. Sebab, pandangan itu bisa menurunkan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Vaksin bukanlah obat pembunuh Virus Corona, melainkan berfungsi untuk meningkatkan antibodi manusia agar tidak tertular Covid-19,"ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Sabtu (17/10).

Baca Juga: IDI Dahulukan Vaksin Ketimbang Obat-obat Covid-19 karena...

Mengutip survei Badan Pusat Statistik (BPS) September lalu, papar Rerie, dari 90.967 responden, tingkat kepatuhan responden menggunakan masker saat berada di luar rumah mencapai 91,98, persen. Kemudian, tingkat kepatuhan responden dalam menjaga jarak dan mencuci tangan masing-masing berada di angka 73.54 persen dan 75.38 persen.

"Artinya, tegas masih ada 22-25 persen masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, khususnya dalam menjaga jarak dan mencuci tangan," ujarnya.

Masih cukup banyaknya persentase masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, menurut Rerie, berpotensi menciptakan sumber-sumber penularan baru.

"Kondisi ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pemangku kepentingan dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air, menjelang pengaplikasian vaksin Covid-19 kepada masyarakat," ujarnya. 

Baca Juga: Tenang, Pemerintah Bakal Bagikan Vaksin secara Adil!

Legislator Partai NasDem itu juga  mengaku khawatir dengan adanya persepsi yang salah di masyarakat terhadap kehadiran vaksin Covid-19 di Tanah Air.

Menurut Rerie, publik harus diberikan pemahaman bahwa vaksin akan lebih ampuh untuk mencegah penularan bila dibarengi dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Perlu kerja sama semua pihak untuk menyadarkan masyarakat agar tidak terlena oleh berbagai informasi mengenai penemuan vaksin, termasuk vaksin Merah Putih yang dikembangkan di Indonesia," pungkasnya. QAR

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Let's block ads! (Why?)