New Normal Bisa Menggairahkan Ekonomi Indonesia

loading... JAKARTA - Pemerintah berencana menerapkan new normal untuk memulai kembali aktifitas masyarakat yang selama ini terbatas akibat pandemi Covid-19. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, fase new normal rencananya akan diterapkan pada awal Juni mendatang.Penerapan new normal untuk memulihkan produktifitas masyarakat yang sempat menurun akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegah penularan virus corona.Ekonom Core (Center of Reform on Economics) Indonesia, Piter Abdullah menilai new normal bisa menggairahkan ekonomi Indonesia. Dan pemerintah tidak mungkin terus menerus melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang berdampak terhadap dunia usaha.Baca Juga:"Kita tidak bisa berlama-lama membatasi dunia usaha. Kalau dunia usaha tidak diizinkan beraktifitas dan tanpa bantuan dari pemerintah, mereka bisa kolaps. Yang berujung pada permasalahan sosial, pengangguran dan kemiskinan. Kita akan menghadapi krisis keuangan," terang Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (24/5/2020).Lanjut Piter, pandemi corona memang memberi permasalahan kompleks. Namun, ia cenderung mendukung pemerintah untuk melonggarkan aktifitas ekonomi dengan meningkatkan prosedur kesehatan. Baca: New Normal Akan Mengubah Perilaku Industri Keuangan di Indonesia"Percuma kita melakukan PSBB kalau tidak diiringi dengan penegakkan disiplin masyarakat. Sedangkan dengan PSBB, kegiatan ekonomi hampir terhenti. Dan dengan PSBB juga wabah akan tetap berkepanjangan," katanya.Ketika memasuki new normal, kata Piter, dunia usaha harus menyesuaikan semua kegiatannya dengan kebutuhan new normal. Contoh sederhana, para pedagang makanan nantinya harus benar-benar memperhatikan kebersihan dan tertib, melakukan standar operasional prosedur kesehatan termasuk menggunakan masker."'Kalau mereka tidak melakukan itu, mereka akan kehilangan pelanggan," tukasnya.(bon) Let's block ads! (Why?)

New Normal Bisa Menggairahkan Ekonomi Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

loading...

JAKARTA - Pemerintah berencana menerapkan new normal untuk memulai kembali aktifitas masyarakat yang selama ini terbatas akibat pandemi Covid-19. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, fase new normal rencananya akan diterapkan pada awal Juni mendatang.

Penerapan new normal untuk memulihkan produktifitas masyarakat yang sempat menurun akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegah penularan virus corona.

Ekonom Core (Center of Reform on Economics) Indonesia, Piter Abdullah menilai new normal bisa menggairahkan ekonomi Indonesia. Dan pemerintah tidak mungkin terus menerus melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang berdampak terhadap dunia usaha.

Baca Juga:

"Kita tidak bisa berlama-lama membatasi dunia usaha. Kalau dunia usaha tidak diizinkan beraktifitas dan tanpa bantuan dari pemerintah, mereka bisa kolaps. Yang berujung pada permasalahan sosial, pengangguran dan kemiskinan. Kita akan menghadapi krisis keuangan," terang Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Lanjut Piter, pandemi corona memang memberi permasalahan kompleks. Namun, ia cenderung mendukung pemerintah untuk melonggarkan aktifitas ekonomi dengan meningkatkan prosedur kesehatan. Baca: New Normal Akan Mengubah Perilaku Industri Keuangan di Indonesia

"Percuma kita melakukan PSBB kalau tidak diiringi dengan penegakkan disiplin masyarakat. Sedangkan dengan PSBB, kegiatan ekonomi hampir terhenti. Dan dengan PSBB juga wabah akan tetap berkepanjangan," katanya.

Ketika memasuki new normal, kata Piter, dunia usaha harus menyesuaikan semua kegiatannya dengan kebutuhan new normal. Contoh sederhana, para pedagang makanan nantinya harus benar-benar memperhatikan kebersihan dan tertib, melakukan standar operasional prosedur kesehatan termasuk menggunakan masker.

"'Kalau mereka tidak melakukan itu, mereka akan kehilangan pelanggan," tukasnya.

(bon)

Let's block ads! (Why?)