Orang Kaya China Gila Belanja, Barang Mewah Laris Saat Corona

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan barang mewah di China pada tahun 2021 dilaporkan mengalami kenaikan hingga 36% bila dibandingkan tahun 2020. Kenaikan ini terjadi di saat warga negara itu tidak dapat berbelanja barang-barang mahal di luar negeri akibat Covid-19. Dalam rilis baru konsultan Bain & Co, Senin (24/1/2022), penjualan barang-barang mewah pribadi di daratan China naik menjadi 471 miliar yuan di tahun lalu. Bahkan, angka ini jauh mengungguli total perbelanjaan barang mewah di masa pra pandemi 2019 lalu yang hanya 234 miliar yuan. Pertumbuhan penjualan barang-barang mewah ini terjadi meski penjualan ritel China secara keseluruhan merosot sejak pandemi dimulai pada 2020. Data tersebut juga mencerminkan pertumbuhan pasar domestik China sebagai tujuan merek internasional. "Kami mengantisipasi pertumbuhan ini untuk terus berlanjut, menempatkan negara ini di jalur yang tepat untuk menjadi pasar barang mewah terbesar di dunia pada tahun 2025 - terlepas dari pola perjalanan internasional di masa depan," kata laporan itu seperti dikutip dari CNBC International. "China tetap menjadi kisah konsumen terbaik di dunia," sebut analis Bain, menunjuk pada kelas menengah yang tumbuh di negara itu. "Kenaikan rata-rata pendapatan disposabel tetap lebih tinggi daripada inflasi." Pendorong utama pasar barang mewah lokal adalah pertumbuhan toko bebas bea di Pulau Hainan, China bagian Selatan. Dalam dua tahun terakhir, kebijakan baru pemerintah telah memotong pajak penjualan di pulau itu untuk menjadikannya sebagai pusat ekonomi baru. "Penjualan barang-barang mewah di toko bebas bea Hainan membukukan pertumbuhan tahunan sebesar 85% pada tahun 2021 mencapai 60 miliar yuan. Ini juga menyusul peningkatan 122% pada 2020 lalu." Namun, analis Bain mengatakan selain pajak, harga jual barang di pulau itu juga mengalami diskon yang sangat besar. Ini telah dibuktikan dengan jauhnya perbandingan harga barang mewah yang ada di pulau itu dengan wilayah China lainnya. "Kesenjangan harga yang signifikan antara harga resmi yang terdaftar dan di Hainan berkontribusi pada pertumbuhan yang lambat di saluran penjualan lain, setidaknya untuk beberapa produk," tambah laporan itu. [Gambas:Video CNBC] (tps/tps) Adblock test (Why?)

Orang Kaya China Gila Belanja, Barang Mewah Laris Saat Corona
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan barang mewah di China pada tahun 2021 dilaporkan mengalami kenaikan hingga 36% bila dibandingkan tahun 2020. Kenaikan ini terjadi di saat warga negara itu tidak dapat berbelanja barang-barang mahal di luar negeri akibat Covid-19. Dalam rilis baru konsultan Bain & Co, Senin (24/1/2022), penjualan barang-barang mewah pribadi di daratan China naik menjadi 471 miliar yuan di tahun lalu. Bahkan, angka ini jauh mengungguli total perbelanjaan barang mewah di masa pra pandemi 2019 lalu yang hanya 234 miliar yuan. Pertumbuhan penjualan barang-barang mewah ini terjadi meski penjualan ritel China secara keseluruhan merosot sejak pandemi dimulai pada 2020. Data tersebut juga mencerminkan pertumbuhan pasar domestik China sebagai tujuan merek internasional. "Kami mengantisipasi pertumbuhan ini untuk terus berlanjut, menempatkan negara ini di jalur yang tepat untuk menjadi pasar barang mewah terbesar di dunia pada tahun 2025 - terlepas dari pola perjalanan internasional di masa depan," kata laporan itu seperti dikutip dari CNBC International. "China tetap menjadi kisah konsumen terbaik di dunia," sebut analis Bain, menunjuk pada kelas menengah yang tumbuh di negara itu. "Kenaikan rata-rata pendapatan disposabel tetap lebih tinggi daripada inflasi." Pendorong utama pasar barang mewah lokal adalah pertumbuhan toko bebas bea di Pulau Hainan, China bagian Selatan. Dalam dua tahun terakhir, kebijakan baru pemerintah telah memotong pajak penjualan di pulau itu untuk menjadikannya sebagai pusat ekonomi baru. "Penjualan barang-barang mewah di toko bebas bea Hainan membukukan pertumbuhan tahunan sebesar 85% pada tahun 2021 mencapai 60 miliar yuan. Ini juga menyusul peningkatan 122% pada 2020 lalu." Namun, analis Bain mengatakan selain pajak, harga jual barang di pulau itu juga mengalami diskon yang sangat besar. Ini telah dibuktikan dengan jauhnya perbandingan harga barang mewah yang ada di pulau itu dengan wilayah China lainnya. "Kesenjangan harga yang signifikan antara harga resmi yang terdaftar dan di Hainan berkontribusi pada pertumbuhan yang lambat di saluran penjualan lain, setidaknya untuk beberapa produk," tambah laporan itu. [Gambas:Video CNBC] (tps/tps) Adblock test (Why?)