Pameran Bunga Matahari NYC Park Peringati 100 Tahun Hak Memilih Perempuan AS

Ratusan bunga matahari menjadi latar belakang kata-kata yang tercantum dalam Amandemen ke-19 untuk memberikan hak pilih bagi perempuan di AS seabad yang lalu. Tangga besar dengan dekorasi luar biasa di Four Freedoms State Park NYC merupakan proyek bersama New York Historical Society, dan League of Women Voters. Panjang tangga itu lebih dari 30 meter. Instalasi tersebut melambangkan perjuangan untuk mencapai kesetaraan penuh. “Kami hanya ingin mendapatkan gambaran yang paling bermakna untuk menunjukan esensi dari gerakan hak pilih bagi perempuan. Jadi, bunga matahari kita gunakan sekaligus bunga negara bagian Kansas yang telah lama diidentikkan dengan gerakan hak pilih perempuan," kata Allison Binns dari Four Freedoms Park Conservancy. Dua wanita berhenti untuk memotret pesan yang tertulis di catatan tempel terkait pemilihan Presiden terpilih Donald Trump di New York, AS, 15 November 2016. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson) Allison menilai perjuangan hak-hak perempuan tersebut benar-benar mendorong tiap gerakan hak asasi manusia (HAM) di AS. “Hak warga negara Amerika Serikat untuk memilih tidak boleh ditolak atau dibatasi oleh pemerintah Amerika atau negara bagian mana pun karena alasan jenis kelamin,” demikian bunyi pernyataan amandemen ke-19. Asosiasi Hak Pilih Perempuan Nasional (National Woman Suffrage Association) pimpinan Susan B.Anthony dan Elizabeth Cady Stanton, dibentuk pada tahun 1869 di New York untuk mendorong diadopsinya amandemen tersebut dalam Konstitusi AS. Amandemen itu diajukan kemuka Kongres pada tahun 1878, tetapi baru diratifikasi 18 Agustus 1920. Seratus tahun kemudian, perempuan terus memperjuangkan hak-haknya. “Beberapa pemahaman yang mendalam terkait keberadaan wanita, namun menurut saya hal itu berubah. Perlahan, itu pasti, tapi masih ada kemajuan. Selama orang-orang menyadari kemajuan itu perlu maka kita harus tetap mengupayakannya. Menurut saya, akan lebih banyak kemajuan yang diperoleh," kata Valerie Paley, Direktur Sejarah Perempuan New York Historical Society. Tangga bunga matahari itu menarik perhatian warga New York dan menjadi tempat populer untuk berfoto. [mg/ii]

Pameran Bunga Matahari NYC Park Peringati 100 Tahun Hak Memilih Perempuan AS

Ratusan bunga matahari menjadi latar belakang kata-kata yang tercantum dalam Amandemen ke-19 untuk memberikan hak pilih bagi perempuan di AS seabad yang lalu.

Tangga besar dengan dekorasi luar biasa di Four Freedoms State Park NYC merupakan proyek bersama New York Historical Society, dan League of Women Voters. Panjang tangga itu lebih dari 30 meter.

Instalasi tersebut melambangkan perjuangan untuk mencapai kesetaraan penuh.

“Kami hanya ingin mendapatkan gambaran yang paling bermakna untuk menunjukan esensi dari gerakan hak pilih bagi perempuan. Jadi, bunga matahari kita gunakan sekaligus bunga negara bagian Kansas yang telah lama diidentikkan dengan gerakan hak pilih perempuan," kata Allison Binns dari Four Freedoms Park Conservancy.

Dua wanita berhenti untuk memotret pesan yang tertulis di catatan tempel terkait pemilihan Presiden terpilih Donald Trump di New York, AS, 15 November 2016. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)
Dua wanita berhenti untuk memotret pesan yang tertulis di catatan tempel terkait pemilihan Presiden terpilih Donald Trump di New York, AS, 15 November 2016. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)

Allison menilai perjuangan hak-hak perempuan tersebut benar-benar mendorong tiap gerakan hak asasi manusia (HAM) di AS.

“Hak warga negara Amerika Serikat untuk memilih tidak boleh ditolak atau dibatasi oleh pemerintah Amerika atau negara bagian mana pun karena alasan jenis kelamin,” demikian bunyi pernyataan amandemen ke-19.

Asosiasi Hak Pilih Perempuan Nasional (National Woman Suffrage Association) pimpinan Susan B.Anthony dan Elizabeth Cady Stanton, dibentuk pada tahun 1869 di New York untuk mendorong diadopsinya amandemen tersebut dalam Konstitusi AS.

Amandemen itu diajukan kemuka Kongres pada tahun 1878, tetapi baru diratifikasi 18 Agustus 1920. Seratus tahun kemudian, perempuan terus memperjuangkan hak-haknya.

“Beberapa pemahaman yang mendalam terkait keberadaan wanita, namun menurut saya hal itu berubah. Perlahan, itu pasti, tapi masih ada kemajuan. Selama orang-orang menyadari kemajuan itu perlu maka kita harus tetap mengupayakannya. Menurut saya, akan lebih banyak kemajuan yang diperoleh," kata Valerie Paley, Direktur Sejarah Perempuan New York Historical Society.

Tangga bunga matahari itu menarik perhatian warga New York dan menjadi tempat populer untuk berfoto. [mg/ii]