Pejabat Kesehatan Iran Sanggah Klaim Rouhani Soal 25 Juta Warga Terinfeksi Covid-19

loading... TEHERAN - Pejabat kesehatan Iran berusaha untuk mengecilkan perkiraan Presiden Iran Hassan Rouhani, yang sempat menyebut sekitar 25 juta warga Iran telah terinfeksi Covid-19. Para pejabat kesehatan Iran mengungkapkan, pernyataan Rouhani itu didasarkan pada tes darah serologis yang mengukur paparan terhadap penyakit dan tidak dapat diandalkan untuk menunjukkan keadaan saat ini.Angka 25 juta yang disampaikan oleh Rouhani sama dengan sepertiga dari populasi Iran dan jauh lebih tinggi daripada jumlah resmi kasus Covid-19. Jumlah kasus resmi di Iran adalah 273.788 dengan 14.188 kematian.(Baca juga: Malaysia Buka Perbatasan untuk Pasien Indonesia Berobat)Baca Juga: Kementerian Kesehatan mengatakan, angka yang diberikan oleh Rouhani didasarkan pada hal yang disampaikan oleh seorang wakil di kementerian, yang hanya berdasarkan pada tes darah serologis."Tidak mungkin untuk mengandalkan tes serologis untuk mendiagnosis kondisi penyakit saat ini," kata Kementerian Kesehatan Iran dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (19/7/2020).Tes serologis menentukan apakah seseorang telah terpapar penyakit dengan menunjukkan respons antibodi mereka. Dalam pandemi Covid-19, tes ini telah digunakan oleh negara-negara untuk mensurvei sampel populasi dan memperkirakan tingkat infeksi keseluruhan, apakah orang memiliki gejala CvpD-19 yang parah, ringan atau tidak.(Baca juga: Banyak Penumpang KRL Langgar Protokol Kesehatan)Mostafa Qanei, kepala komite ilmiah pemerintah dari gugus tugas Covid-19 Iran mengatakan, tes serologis hanya menunjukkan apakah orang telah terpapar virus di masa lalu.(esn) Let's block ads! (Why?)

Pejabat Kesehatan Iran Sanggah Klaim Rouhani Soal 25 Juta Warga Terinfeksi Covid-19

loading...

TEHERAN - Pejabat kesehatan Iran berusaha untuk mengecilkan perkiraan Presiden Iran Hassan Rouhani, yang sempat menyebut sekitar 25 juta warga Iran telah terinfeksi Covid-19. Para pejabat kesehatan Iran mengungkapkan, pernyataan Rouhani itu didasarkan pada tes darah serologis yang mengukur paparan terhadap penyakit dan tidak dapat diandalkan untuk menunjukkan keadaan saat ini.
Angka 25 juta yang disampaikan oleh Rouhani sama dengan sepertiga dari populasi Iran dan jauh lebih tinggi daripada jumlah resmi kasus Covid-19. Jumlah kasus resmi di Iran adalah 273.788 dengan 14.188 kematian.

(Baca juga: Malaysia Buka Perbatasan untuk Pasien Indonesia Berobat)

Baca Juga:

Kementerian Kesehatan mengatakan, angka yang diberikan oleh Rouhani didasarkan pada hal yang disampaikan oleh seorang wakil di kementerian, yang hanya berdasarkan pada tes darah serologis.

"Tidak mungkin untuk mengandalkan tes serologis untuk mendiagnosis kondisi penyakit saat ini," kata Kementerian Kesehatan Iran dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (19/7/2020).

Tes serologis menentukan apakah seseorang telah terpapar penyakit dengan menunjukkan respons antibodi mereka. Dalam pandemi Covid-19, tes ini telah digunakan oleh negara-negara untuk mensurvei sampel populasi dan memperkirakan tingkat infeksi keseluruhan, apakah orang memiliki gejala CvpD-19 yang parah, ringan atau tidak.

(Baca juga: Banyak Penumpang KRL Langgar Protokol Kesehatan)

Mostafa Qanei, kepala komite ilmiah pemerintah dari gugus tugas Covid-19 Iran mengatakan, tes serologis hanya menunjukkan apakah orang telah terpapar virus di masa lalu.

(esn)

Let's block ads! (Why?)