PELUNCURAN BUKU MILLENNIAL POWER KARYA DEDDY CORBUZIER DAN ERIK TEN HAVE

PELUNCURAN BUKU MILLENNIAL POWER KARYA DEDDY CORBUZIER DAN ERIK TEN HAVE
 

Penerbit Bhuana llmu Populer bersama Penulis Deddy Corbuzier dan Erik ten Have meluncurkan buku berjudul Millennial Power pada hari Sabtu, 8 Februari 2020, bertempat di Gramedia Matraman, Jakarta. Deddy Corbuzier adalah mentalist profesional termasyhur di Indonesia. Pada 2010, ia menerima Penghargaan Merlin dari International Magician Society. la menulis OCD (Obsessive Corbuzier Diet), sebuah buku terobosan tentang diet. Melalui OCD, Deddy menciptakan tren diet baru di Indonesia. Buku itu sukses besar, terjual puluhan ribu eksemplar sejak diterbitkan pada Juni 2015. Buku kesekian yang ditulisnya berjudul Youtuber for Dummies, telah terjual lebih dari 10.000 eksemplar dalam setahun. Sekarang ini dia disibukkan oleh berbagai aktivitas sebagai single dad, presenter, youtuber, kalistenik, juga motivator. 

 

Sedangkan Erik ten Have adalah seorang entrepreneur kelahiran Belanda. la hidup dan bekerja di Indonesia sejak tahun 1997. la sukses membangun berbagai bisnis berbasis IT dan telekomunikasi, dan sekarang aktif sebagai investor properti di Indonesia dan Inggris. la mempunyai passion dalam dirinya untuk menjadi seorang pembicara, pengajar, dan pelatih pengembangan diri. la ingin membantu para milenial di Indonesia untuk mencapai potensi terbaik mereka. Erik sudah menikah dengan Meity dan memiliki 3 orang anak generasi Z.

Peluncuran buku ini terdiri dari dua bagian yakni talkshow dan mini workshop bertema: Rahasia Menjadi Kaya. Dalam mini workshop ini Deddy dan Erik akan memberikan tip dan strategi untuk menjadi kaya bagi para milenial.

Tentang Buku Millennial Power

Harga: Rp. 135.000,-

Ukuran: 14 x 21 cm

Tebal: 224 hal

Terbit: 3 Februari 2020

ISBN: 9786232166769

Penerbit: Bhuana lImu Populer

 

Millennial Power berisi panduan bagi para milenial untuk berjuang dalam mengenali dan memperjuangkan passion mereka, meraih kesuksesan, dan hidup bahagia. Buku ini ditulis sebagai pedoman untuk para milenial supaya dapat mencapai kesuksesan, yakni dengan cara membentuk pola pikir agar dapat berpikir secara luas, terus bergerak maju dan tidak takut mengambil risiko, tidak terjebak dalam dogma lama, dan dapat memanfaatkan peluang yang ada di depan mata.

Meskipun kedua penulis bukan lagi milenial, pengalaman sukses mereka dapat menjadi teladan bagi para milenial. Selain itu, keseharian mereka banyak bersinggungan dengan para milenial. Sebagai seorang youtuber, sebagian besar follower dan subscriber Youtube Deddy adalah para milenial. Demikian juga dengan Erik, podcast-podcast yang diterbitkannya banyak menggali kisah-kisah sukses para milenial. Mereka menulis buku ini dan memberikan motivasi bagi para milenial sebagai teman, rekan diskusi, mentor, partner dalam menggerakan kaki untuk melangkah menuju jalan kesuksesan.

Dalam buku ini Erik dan Deddy menceritakan pengalaman, pengetahuan, serta hasil pemikiran mereka, dengan harapan pengalaman mereka bisa menjadi bekal bagi para milenial untuk mengarungi masa muda dengan lebih gemilang.

Buku ini terdiri dari 9 Bab, membahas beberapa topik, di antaranya: Apakah sekolah itu penting? Apakah arti sukses yang sebenarnya? Bagaimana mengetahui dan mengejar passion-mu? Bagaimana cara menghadapi ortu yang tidak setuju dengan passion kitar. Di sini diajarkan pula cara menghasilkan uang berdasarkan passion, juga membuat rencana hidup.

Istimewanya, dalam setiap bab terdapat QR code yang bisa dipindai secara GRATIS, berisi video eksklusif Deddy & Erik dalam membahas setiap topik dalam tiap bab buku ini.

Pada sesi mini workshop, Deddy Corbuzier menceritakan lika-liku pengalamannya meniti karier. Dari passion menjadi uang. Dengan berpadu pendapat dengan Erik ten Have, diberikan gambaran menjadi kaya. Baik dengan cara irit atau berhemat, ataupun meningkatkan penghasilan melalui perbandingan gerak waktu dan uang.

Di akhir pembicaraan, Deddy dan Erik memberikan gambaran perbandingan bekerja di perusahaan besar dengan perusahaan kecil.

“Ketika memilih perusahaan besar untuk bekerja maka kita akan menjadi bagian kecil dari perusahaan itu dan tidak mendapat hal secara langsung dari pimpinan. Sedangkan apabila memilih perusahaan kecil maka kita dapat berinteraksi langsung dengan pimpinan dan turut serta mengembangkan perusahaan tersebut”.

Acara diakhiri dengan dialog yang interaktif kedua penulis buku tersebut dengan peserta yang kebanyakan dari millenial.