Pengecut

Ada dua orang teman yang sedang berjalan bersama di sepanjang jalan di tengah hutan. Tiba-tiba mereka menjumpai seekor beruang. Salah seorang dari mereka menjadi sangat takut. Dia berlari dan memanjat pohon. Bersembunyi di balik dedaunan. Teman yang lain tidak mempunyai kesempatan untuk berlari. Dia sendirian. Dia berpura-pura mati dan menjatuhkan diri, karena dia percaya bahwa beruang tidak mau menyentuh mayat. Beruang mendekatinya. Mencium-cium telinga dan hidungnya. Ia mencoba menahan napas. Akhirnya beruang itu pergi karena mengira dia sudah mati. Ketika beruang itu sudah hilang dari pandangan, teman yang bersembunyi di atas pohon itu turun dan bertanya apakah beruang tadi berbicara sesuatu kepadanya. “Ia berkata kepadaku. Jangan lagi mengadakan perjalanan dengan mereka yang tidak mau berdiri di sisinya pada saat ada bahaya,” jawabnya. Let's block ads! (Why?)

Pengecut
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Ada dua orang teman yang sedang berjalan bersama di sepanjang jalan di tengah hutan.

Tiba-tiba mereka menjumpai seekor beruang. Salah seorang dari mereka menjadi sangat takut.

Dia berlari dan memanjat pohon. Bersembunyi di balik dedaunan.

Teman yang lain tidak mempunyai kesempatan untuk berlari. Dia sendirian.

Dia berpura-pura mati dan menjatuhkan diri, karena dia percaya bahwa beruang tidak mau menyentuh mayat.

Beruang mendekatinya. Mencium-cium telinga dan hidungnya. Ia mencoba menahan napas.

Akhirnya beruang itu pergi karena mengira dia sudah mati.

Ketika beruang itu sudah hilang dari pandangan, teman yang bersembunyi di atas pohon itu turun dan bertanya apakah beruang tadi berbicara sesuatu kepadanya.

“Ia berkata kepadaku. Jangan lagi mengadakan perjalanan dengan mereka yang tidak mau berdiri di sisinya pada saat ada bahaya,” jawabnya.

Let's block ads! (Why?)