Penobatan PRA Luqman Zulkaedin Sebagai Sultan Kasepuhan Ricuh

loading... CIREBON - Kericuhan mewarnai penobatan Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh ke XV. Bahkan, kericuhan tersebut terjadi di tengah prosesi jumenengan atau penobatan.(Baca juga: Ribuan Santri Tolak Penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV)Keluarga keraton yang menolak penobatan tersebut, menjadi pemicu terjadinya kericuhan. Namun acara tetap digelar dengan keamanan cukup ketat dari aparat kepolisian dan Ormas Macan Ali.Prosesi jumenengan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh ke XV Minggu (30/8/2020) siang, digelar di bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan Cirebon, acara tersebut juga bertepatan dengan acara tahlil 40 hari Sultan Sepuh XIV PRA Arief Nathadiningrat.Baca Juga: Di tengah acara proses penobatan Sultan Sepuh PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan ke XV tersebut, mendapat penolakan dari kerabat Kesultanan Cirebon. (Baca juga: Warga Cirebon Diimbau Tak Terprovokasi Konflik Keraton Kasepuhan)Mereka melakukan aksi penolakan dengan cara berteriak-teriak di dalam bangsal Prabayaksa, dimana tengah dilaksanakan penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh ke XV. "Kami keturunan keraton kanoman tetap menolak pengukuhan PRA Lukman Zulkaidin sebagai Sultan Sepuh ke XV," ujar Ratu Mawar.Menurut Juru Bicara Keraton Kasepuhan Chaidir Susilaningrat, agenda jumenengan atau penobatan Sultan Sepuh Luqman Zulkaedin, dihadiri oleh puluhan raja dan sultan se-Nusantara. (Baca juga: 199 Santri Positif COVID-19, 6 Ribu Santri Darussalam Diswab)Beruntung keributan yang dilakukan oleh keluarga Kesultanan Cirebon, dapat dihentikan oleh panitia dan dikeluarkan dari area bangsal, sehingga penobatan tersebut berjalan dengan lancar. "Usai digelarnya jumenengan Sultan Sepuh PRA Luqman Zulkaedin didampingi Gubernur Jabar memberikan santunan kepada ratusan yatim piatu," katanya.(eyt) Let's block ads! (Why?)

Penobatan PRA Luqman Zulkaedin Sebagai Sultan Kasepuhan Ricuh

loading...

CIREBON - Kericuhan mewarnai penobatan Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh ke XV. Bahkan, kericuhan tersebut terjadi di tengah prosesi jumenengan atau penobatan.

(Baca juga: Ribuan Santri Tolak Penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV)

Keluarga keraton yang menolak penobatan tersebut, menjadi pemicu terjadinya kericuhan. Namun acara tetap digelar dengan keamanan cukup ketat dari aparat kepolisian dan Ormas Macan Ali.

Prosesi jumenengan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh ke XV Minggu (30/8/2020) siang, digelar di bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan Cirebon, acara tersebut juga bertepatan dengan acara tahlil 40 hari Sultan Sepuh XIV PRA Arief Nathadiningrat.

Baca Juga:

Di tengah acara proses penobatan Sultan Sepuh PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan ke XV tersebut, mendapat penolakan dari kerabat Kesultanan Cirebon. (Baca juga: Warga Cirebon Diimbau Tak Terprovokasi Konflik Keraton Kasepuhan)

Mereka melakukan aksi penolakan dengan cara berteriak-teriak di dalam bangsal Prabayaksa, dimana tengah dilaksanakan penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh ke XV. "Kami keturunan keraton kanoman tetap menolak pengukuhan PRA Lukman Zulkaidin sebagai Sultan Sepuh ke XV," ujar Ratu Mawar.

Menurut Juru Bicara Keraton Kasepuhan Chaidir Susilaningrat, agenda jumenengan atau penobatan Sultan Sepuh Luqman Zulkaedin, dihadiri oleh puluhan raja dan sultan se-Nusantara. (Baca juga: 199 Santri Positif COVID-19, 6 Ribu Santri Darussalam Diswab)

Beruntung keributan yang dilakukan oleh keluarga Kesultanan Cirebon, dapat dihentikan oleh panitia dan dikeluarkan dari area bangsal, sehingga penobatan tersebut berjalan dengan lancar. "Usai digelarnya jumenengan Sultan Sepuh PRA Luqman Zulkaedin didampingi Gubernur Jabar memberikan santunan kepada ratusan yatim piatu," katanya.

(eyt)

Let's block ads! (Why?)