Perkembangan BEM dari Masa ke Masa

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan yang paling sering ditemui di berbagai kampus. Meskipun begitu, BEM memiliki karakteristik yang tampak berbeda dengan organisasi kemahasiswaan lain. Pada umumnya, BEM memiliki struktur organisasi yang mirip dengan lembaga negara, yakni dipimpin oleh presiden yang dibantu oleh para menteri-Menterinya.Secara umum, BEM di tingkat universitas dan tingkat fakultas disebut sebagai student government atau pemerintahan mahasiswa. Mengutip dari merriam-webster.com, student government merupakan proses atau sistem tata kelola kehidupan mahasiswa yang dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri. Dalam menjalankan proses atau sistem tata kelola tersebut, sebagaimana dilansir dari accreditedschoolsonline.com, student government memiliki kebijakan dan struktur yang dibuat mirip dengan lembaga kenegaraan.  Kebijakan dan struktur tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa di tiap kampus, yang kemudian membuat kampus memiliki struktur dan program kerja student government yang berbeda-beda. Di Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagaimana dicatat oleh Luthfi Hamzah Husin dalam Gerakan Mahasiswa sebagai Kelompok Penekan: Studi Kasus Keluarga Mahasiswa UGM Masa Orde Lama hingga Pasca-Reformasi, kelahiran BEM KM UGM sebagai student government tidak bisa dilepaskan dari Gerakan Reformasi 1998. Luthfi mencatat menjelang Reformasi 1998, Keluarga Mahasiswa atau KM UGM yang di dalamnya terdapat BEM KM dan Senat Mahasiswa mulai terbentuk. BEM KM berperan sebagai lembaga eksekutif yang menjalankan fungsi tata kelola pemerintahan mahasiswa, sementara Senat Mahasiswa berperan sebagai lembaga legislatif dan normatif dalam penyelenggaraan pemerintahan mahasiswa. Student government UGM kemudian menjadi contoh bagi penerapan student government di universitas lain, yang salah satu cirinya adalah menggunakan nama BEM sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Sebelum BEM muncul kembali, student government di UGM hanya terpusat di fakultas. Hal tersebut kemudian membuat gerakan mahasiswa terpecah-pecah dan tidak terfokus. Anies Baswedan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UGM, menjadi salah satu tokoh yang mempelopori terbentuknya student government di UGM bersama dengan tokoh-tokoh lain, seperti Elan Satriawan dan Muhammad Khoiri. Hingga kini, student government di UGM dapat bertahan dengan berbagai dinamikanya. BANGKIT ADHI WIGUNABaca juga: Usai Kritik Kampus, BEM Fakultas Hukum Universitas Bengkulu Dibekukan Dekan Adblock test (Why?)

Perkembangan BEM dari Masa ke Masa
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan yang paling sering ditemui di berbagai kampus. Meskipun begitu, BEM memiliki karakteristik yang tampak berbeda dengan organisasi kemahasiswaan lain. Pada umumnya, BEM memiliki struktur organisasi yang mirip dengan lembaga negara, yakni dipimpin oleh presiden yang dibantu oleh para menteri-Menterinya.Secara umum, BEM di tingkat universitas dan tingkat fakultas disebut sebagai student government atau pemerintahan mahasiswa. Mengutip dari merriam-webster.com, student government merupakan proses atau sistem tata kelola kehidupan mahasiswa yang dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri. Dalam menjalankan proses atau sistem tata kelola tersebut, sebagaimana dilansir dari accreditedschoolsonline.com, student government memiliki kebijakan dan struktur yang dibuat mirip dengan lembaga kenegaraan.  Kebijakan dan struktur tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa di tiap kampus, yang kemudian membuat kampus memiliki struktur dan program kerja student government yang berbeda-beda. Di Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagaimana dicatat oleh Luthfi Hamzah Husin dalam Gerakan Mahasiswa sebagai Kelompok Penekan: Studi Kasus Keluarga Mahasiswa UGM Masa Orde Lama hingga Pasca-Reformasi, kelahiran BEM KM UGM sebagai student government tidak bisa dilepaskan dari Gerakan Reformasi 1998. Luthfi mencatat menjelang Reformasi 1998, Keluarga Mahasiswa atau KM UGM yang di dalamnya terdapat BEM KM dan Senat Mahasiswa mulai terbentuk. BEM KM berperan sebagai lembaga eksekutif yang menjalankan fungsi tata kelola pemerintahan mahasiswa, sementara Senat Mahasiswa berperan sebagai lembaga legislatif dan normatif dalam penyelenggaraan pemerintahan mahasiswa. Student government UGM kemudian menjadi contoh bagi penerapan student government di universitas lain, yang salah satu cirinya adalah menggunakan nama BEM sebagai lembaga eksekutif mahasiswa. Sebelum BEM muncul kembali, student government di UGM hanya terpusat di fakultas. Hal tersebut kemudian membuat gerakan mahasiswa terpecah-pecah dan tidak terfokus. Anies Baswedan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa UGM, menjadi salah satu tokoh yang mempelopori terbentuknya student government di UGM bersama dengan tokoh-tokoh lain, seperti Elan Satriawan dan Muhammad Khoiri. Hingga kini, student government di UGM dapat bertahan dengan berbagai dinamikanya. BANGKIT ADHI WIGUNABaca juga: Usai Kritik Kampus, BEM Fakultas Hukum Universitas Bengkulu Dibekukan Dekan Adblock test (Why?)