Perpanjangan PSBB Tangerang Raya Persiapan Menuju New Normal

Tangerang: Gubernur Banten Wahidin Halim memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan) hingga 14 Juni 2020. Perpanjangan masa PSBB ini persiapan dan pembiasaan diri sebelum memasuki fase kenormalan baru atau new normal. "Jika fase new normal itu memang harus melalui institusionalisasi dan internalisasi. Perpanjangan PSBB dimaksudkan membiasakan masyarakat untuk sadar agar menjadi perubahan sosial dan budaya," ujar Wahidin, Senin, 1 Juni 2020. Wahidin menjelaskan tahap ketiga PSBB yang diberlakukan di Tangerang Raya ini menjadi langkah evaluasi kepala daerah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Ia menambahkan wilayahnya sudah keluar sebagai zona merah penyebaran covid-19 dengan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Baca:Jawa Barat Tak Direkomendasikan Terapkan New Normal "Sudah bagus di Banten, karena tingkat kesembuhan cukup tinggi dan yang meninggal pun kasusnya turun. Secara persentase sudah mengalami kemajuan yang cukup berarti walau pasien dalam pengawasan ada kenaikan," jelasnya. Menurut Wahidin meski memperpanjang PSBB, ada beberapa daerah mulai membuka kembali tempat ibadah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti di Kota Tangerang Selatan. Keputusan perpanjangan PSBB di Tangerang Raya itu berdasarkan SK Gubernur Banten Nomor 443/Kep.161-Huk/2020 yang ditandatangani Wahidin Halim pada Minggu, 31 Mei 2020. Dalam SK itu disebutkan PSBB masih bisa diperpanjang jika tetap ada bukti penyebaran covid-19. Pemerintah daerah pun yang bertanggungjawab untuk kembali menerapkan PSBB.  (WHS) Let's block ads! (Why?)

 Perpanjangan PSBB Tangerang Raya Persiapan Menuju New Normal
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Tangerang: Gubernur Banten Wahidin Halim memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan) hingga 14 Juni 2020. Perpanjangan masa PSBB ini persiapan dan pembiasaan diri sebelum memasuki fase kenormalan baru atau new normal.
 
"Jika fase new normal itu memang harus melalui institusionalisasi dan internalisasi. Perpanjangan PSBB dimaksudkan membiasakan masyarakat untuk sadar agar menjadi perubahan sosial dan budaya," ujar Wahidin, Senin, 1 Juni 2020.
 
Wahidin menjelaskan tahap ketiga PSBB yang diberlakukan di Tangerang Raya ini menjadi langkah evaluasi kepala daerah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Ia menambahkan wilayahnya sudah keluar sebagai zona merah penyebaran covid-19 dengan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Jawa Barat Tak Direkomendasikan Terapkan New Normal
 
"Sudah bagus di Banten, karena tingkat kesembuhan cukup tinggi dan yang meninggal pun kasusnya turun. Secara persentase sudah mengalami kemajuan yang cukup berarti walau pasien dalam pengawasan ada kenaikan," jelasnya.
 
Menurut Wahidin meski memperpanjang PSBB, ada beberapa daerah mulai membuka kembali tempat ibadah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti di Kota Tangerang Selatan. Keputusan perpanjangan PSBB di Tangerang Raya itu berdasarkan SK Gubernur Banten Nomor 443/Kep.161-Huk/2020 yang ditandatangani Wahidin Halim pada Minggu, 31 Mei 2020.
 
Dalam SK itu disebutkan PSBB masih bisa diperpanjang jika tetap ada bukti penyebaran covid-19. Pemerintah daerah pun yang bertanggungjawab untuk kembali menerapkan PSBB.
 

(WHS)

Let's block ads! (Why?)