Refleksi Nilai Keislaman Dalam Mencegah dan Mengobati Virus Corona

BERITATANGSEL.COM,- Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). Sebutan Infeksi virus ini adalah COVID-19 yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019 lalu. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan beberapa negara, termasuk negara Indonesia. Coronavirus bisa menginfeksi sistem pernapasan. Di banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Karena penularan virus ini yang begitu cepat, hampir 25 negara lebih terkena virus Corona dan memberikan dampak yang begitu besar dari segi perekonomian, pendidikan maupun pariwisata. Dengan ini ilmu pengetahuan agama harus berperan penting, berikut saya telah merangkum beberapa hadits dan ayat Al Qur’an terkait pencegahan dan pengobatan terkait virus Corona. Refleksi mencegah dalam islam 1. Berdo’aRasulullah SAW membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya,“Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk.” (HR. Abu Daud). Kemungkinan binatang pengganggu yang dimaksud Rasulullah itu dikemudian hari salah satunya adalah virus corona. 2. Berdiam diri di rumahRasulullah pernah berpesan bahwa “yang sakit jangan datang ke tempat perkumpulan. Yang tidak sakit jangan berkunjung ke daerah yang terkena penyakit”. Kemungkinan yang dimaksud Rasulullah agar yang sakit bisa istirahat total. 3. Shalat TahajudRajin melakukan shalat tahajud dapaf mencegah dari penyakit infeksi pernafasan. Dalam hadits disebutkan “Selalulah kalian melakukan shalat tahajud (qiyamul lail), karena shalat tahajud adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” (HR At-Tirmidzi) 4. Mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib (baik).Allah berfirman dalam surah Al Maidah ayat 88 “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya”. Yang dimaksud makanan thayyib adalah makanan halal yang tidak najis dan tidak diharamkan.Refleksi Mengobati dalam islam 1. Mengkonsumsi maduRajin mengkonsumsi madu bermanfaat bagi kesehatan dan memperkuat sistem imun tubuh. Allah berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 68-69: “Rabbmu mengilhamkan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan”. 2. IstinsyaqRasulullah menganjurkan Istinsyaq (sunnah wudhu), yaitu menghirup air ke dalam rongga hidung. Dalam dunia kesehatan juga istinsyaq sama halnya dengan nasal irrigation, yaitu mencuci rongga hidung dari segala macam kotoran yang bersarang di dalamnya mulai dari debu hingga bakteri. Jika dalam sehari kita menunaikan sholat lima waktu dan setiap berwudhu kita ber-istinsyaq sebanyak tiga kali, maka dalam sehari kita sudah membersihkan rongga hidung dari kuman sebanyak 15 kali. Kepercayaan ber-istinsyaq ini dapat membersihkan virus corona yang menyerang sistem pernapasan. 3. Berdo’aDiantaranya “Allahumma Annii Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin” Artinya: Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang. Lalu doa ini ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah. Rasulullah berkata surat Al Fatihah ini bisa sebagai obat (As-Syifa). “Semoga Allah senantiasa melindungi, menjauhi dan menjaga kita dari kesulitan apapun. Semoga apapun yang terjadi hari ini hanyalah sebuah ujian bukan hukuman. Keihklasan dan kesabaran senantiasa bersama orang-orang yang beriman. Amin”. (Ray) Oleh : Dio Aditya PratamaMahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Terkait

Refleksi Nilai Keislaman Dalam Mencegah dan Mengobati Virus Corona
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

BERITATANGSEL.COM,- Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). Sebutan Infeksi virus ini adalah COVID-19 yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019 lalu. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan beberapa negara, termasuk negara Indonesia. Coronavirus bisa menginfeksi sistem pernapasan. Di banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Karena penularan virus ini yang begitu cepat, hampir 25 negara lebih terkena virus Corona dan memberikan dampak yang begitu besar dari segi perekonomian, pendidikan maupun pariwisata. Dengan ini ilmu pengetahuan agama harus berperan penting, berikut saya telah merangkum beberapa hadits dan ayat Al Qur’an terkait pencegahan dan pengobatan terkait virus Corona.

Refleksi mencegah dalam islam

1. Berdo’a
Rasulullah SAW membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya,“Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk.” (HR. Abu Daud). Kemungkinan binatang pengganggu yang dimaksud Rasulullah itu dikemudian hari salah satunya adalah virus corona.

2. Berdiam diri di rumah
Rasulullah pernah berpesan bahwa “yang sakit jangan datang ke tempat perkumpulan. Yang tidak sakit jangan berkunjung ke daerah yang terkena penyakit”. Kemungkinan yang dimaksud Rasulullah agar yang sakit bisa istirahat total.

3. Shalat Tahajud
Rajin melakukan shalat tahajud dapaf mencegah dari penyakit infeksi pernafasan. Dalam hadits disebutkan “Selalulah kalian melakukan shalat tahajud (qiyamul lail), karena shalat tahajud adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” (HR At-Tirmidzi)

4. Mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib (baik).
Allah berfirman dalam surah Al Maidah ayat 88 “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya”. Yang dimaksud makanan thayyib adalah makanan halal yang tidak najis dan tidak diharamkan.
Refleksi Mengobati dalam islam

1. Mengkonsumsi madu
Rajin mengkonsumsi madu bermanfaat bagi kesehatan dan memperkuat sistem imun tubuh. Allah berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 68-69: “Rabbmu mengilhamkan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan”.

2. Istinsyaq
Rasulullah menganjurkan Istinsyaq (sunnah wudhu), yaitu menghirup air ke dalam rongga hidung. Dalam dunia kesehatan juga istinsyaq sama halnya dengan nasal irrigation, yaitu mencuci rongga hidung dari segala macam kotoran yang bersarang di dalamnya mulai dari debu hingga bakteri. Jika dalam sehari kita menunaikan sholat lima waktu dan setiap berwudhu kita ber-istinsyaq sebanyak tiga kali, maka dalam sehari kita sudah membersihkan rongga hidung dari kuman sebanyak 15 kali. Kepercayaan ber-istinsyaq ini dapat membersihkan virus corona yang menyerang sistem pernapasan.

3. Berdo’a
Diantaranya “Allahumma Annii Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin” Artinya: Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang. Lalu doa ini ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah. Rasulullah berkata surat Al Fatihah ini bisa sebagai obat (As-Syifa).

“Semoga Allah senantiasa melindungi, menjauhi dan menjaga kita dari kesulitan apapun. Semoga apapun yang terjadi hari ini hanyalah sebuah ujian bukan hukuman. Keihklasan dan kesabaran senantiasa bersama orang-orang yang beriman. Amin”. (Ray)

Oleh : Dio Aditya Pratama
Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta