Ribuan Pendaftar SIKM DKI Gugur

Jakarta: Kurang lebih sebanyak 3.000 orang mendaftar surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta. Namun ribuan peserta gugur karena dianggap tak memenuhi syarat. "SIKM tersebut diperoleh secara daring, yang memenuhi persyaratan baru 372 orang," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Argo Yuwono melalui keterangan tertulis, Minggu, 24 Mei 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata dia, meminta jajaran TNI-Polri memeriksa SIKM di sejumlah pos pantau keluar masuk Jakarta. Pengetatan ini untuk menegaskan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Baca:DKI Terima Permohonan 3.475 SIKM Warga yang memiliki SIKM akan diizinkan melaju, namun warga tanpa surat izin akan diminta putar balik. "Titik pos pantau berada di seluruh jalur arus balik Lebaran. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung," ujar Argo. Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, warga yang ingin masuk/keluar Jakarta harus memiliki SIKM. Mereka yang diberi izin tersebut harus dalam penugasan atau bidang pekerjaan di sebelas sektor yang diizinkan selama pandemi covid-19. Warga yang ingin mengurus SIKM diminta mengisi formulir permohonan secara daring melalui corona.jakarta.go.id. Formulir harus dilengkapi sejumlah persyaratan seperti surat pengantar dari Ketua RT yang diketahui Ketua RW tempat tinggalnya dan surat pernyataan sehat bermaterai. Tak hanya itu, warga harus melampirkan surat keterangan perjalanan dinas keluar Jabodetabek, surat keterangan bekerja bagi setiap orang yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek. Sementara bagi pelaku usaha dilengkapi dengan surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui oleh pejabat yang berwenang. Kemudian untuk warga negara asing harus memiliki KTP-el dan izin tinggal tetap.  (ADN) Let's block ads! (Why?)

 Ribuan Pendaftar SIKM DKI Gugur
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Jakarta: Kurang lebih sebanyak 3.000 orang mendaftar surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta. Namun ribuan peserta gugur karena dianggap tak memenuhi syarat.
 
"SIKM tersebut diperoleh secara daring, yang memenuhi persyaratan baru 372 orang," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Argo Yuwono melalui keterangan tertulis, Minggu, 24 Mei 2020.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata dia, meminta jajaran TNI-Polri memeriksa SIKM di sejumlah pos pantau keluar masuk Jakarta. Pengetatan ini untuk menegaskan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:DKI Terima Permohonan 3.475 SIKM
 
Warga yang memiliki SIKM akan diizinkan melaju, namun warga tanpa surat izin akan diminta putar balik. "Titik pos pantau berada di seluruh jalur arus balik Lebaran. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung," ujar Argo.
 
Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, warga yang ingin masuk/keluar Jakarta harus memiliki SIKM. Mereka yang diberi izin tersebut harus dalam penugasan atau bidang pekerjaan di sebelas sektor yang diizinkan selama pandemi covid-19.
 
Warga yang ingin mengurus SIKM diminta mengisi formulir permohonan secara daring melalui corona.jakarta.go.id. Formulir harus dilengkapi sejumlah persyaratan seperti surat pengantar dari Ketua RT yang diketahui Ketua RW tempat tinggalnya dan surat pernyataan sehat bermaterai.
 
Tak hanya itu, warga harus melampirkan surat keterangan perjalanan dinas keluar Jabodetabek, surat keterangan bekerja bagi setiap orang yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek. Sementara bagi pelaku usaha dilengkapi dengan surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui oleh pejabat yang berwenang. Kemudian untuk warga negara asing harus memiliki KTP-el dan izin tinggal tetap.
 

(ADN)

Let's block ads! (Why?)