Saham Kurir TP Rachmat-Akulaku Cs Ngamuk, Ada Apa Nih?

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten jasa kurir dan logistik bersama saham lainnya yang terhimpun dalam indeks sektor transportasi & logistik (IDXTRANS) melonjak pada lanjutan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/11/2021). IDXTRANS sendiri berada di peringkat pertama di antara indeks sektoral lainnya dengan melesat 3,65% siang ini. Beberapa saham kurir & logistik yang melejit adalah emiten logistik KJN Express PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), emiten milik taipan TP Rachmat PT Adi Sarana Armada (ASSA), yang memiliki lini usaha kurir dengan brand Anteraja lewat anak usahanya PT Tri Adi Bersama. Kemudian, emiten pemilik jasa kurir SAP Express PT Satria Antaran Prima (SAPX) dan emiten pemilik jasa kurir GED yang mayoritas sahamnya dikuasai fintech Akulaku PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA). Berikut kenaikan saham transportasi dan logistik, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.40 WIB. Krida Jaringan Nusantara (KJEN), saham +24,60%, ke Rp 785/saham, transaksi Rp 206 juta Batavia Prosperindo Trans (BPTR), +23,78%, ke Rp 354/saham, transaksi Rp 8 M Adi Sarana Armada (ASSA), +10,72%, ke Rp 3.820/saham, transaksi Rp 84 M Hasnur Internasional Shipping (HAIS), +4,72%, ke Rp 222/saham, transaksi Rp 2 M Satria Antaran Prima (SAPX), +4,04%, ke Rp 1.160/saham, transaksi Rp 62 juta Jaya Trishindo (HELI), +1,79%, ke Rp 342/saham, transaksi Rp 137 ribu Blue Bird (BIRD), +1,58%, ke Rp 1.605/saham, transaksi Rp 1 M Indonesia Transport & Infrastructure (IATA), +1,52%, ke Rp 67/saham, transaksi Rp 2 M Guna Timur Raya (TRUK), +1,27%, ke Rp 160/saham, transaksi Rp 7 M Samudera Indonesia (SMDR), +1,09%, ke Rp 930/saham, transaksi Rp 1 M Trimuda Nuansa Citra (TNCA), +0,77%, ke Rp 1.305/saham, transaksi Rp 2 M Catatan saja, kendati menguat, beberapa saham di atas mencatatkan nilai transaksi yang mini atau dengan kata lain tidak likuid. Saham yang dimaksud adalah KJEN (dengan nilai transaksi Rp 206 juta), SAPX (Rp 62 juta), dan HELI (Rp 137 ribu). Saham KJEN melejit hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 24,60%, usai naik hingga ARA 24,75% pada Rabu kemarin. Kedua, emiten jasa rental mobil BPTR yang melonjak 23,78%, usai ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 6,54% pada Rabu kemarin. Sepekan, saham BPTR melejit 49,11% sedangkan dalam sebulan melesat 81,52%.  Selain saham KJEN, 3 saham kurir lainnya turut menghijau. Saham ASSA mencuat 10,72%, rebound dari pelemahan selama 6 hari beruntun. Saham ASSA berhasil naik 5,23% dalam sepekan, sedangkan dalam sebulan melesat 21,27%. Kemudian, saham SAPX dan TNCA masing-masing naik 4,04% dan 0,77%. Asal tahu saja, transaksi untuk saham SAPX tergolong sepi, yakni hanya Rp 62 juta. Adapun saham TNCA berhasil melanjutkan kenaikan 0,39% pada perdagangan kemarin. Dalam seminggu saham TNCA melonjak 46,07% dan dalam sebulan melesat 84,40%. Sebelumnya, saham TNCA melonjak tinggi selama 4 hari beruntun, yakni pada 17-22 November 2021, dengan rentang kenaikan 10-25%. Hal tersebut terjadi di tengah kabar perusahaan akan mengambil alih saham perusahaan asuransi, yaitu PT Asuransi Staco Mandiri (ASM) dengan nilai transaksi sebesar Rp100.982.700.000 (Rp 100,98 miliar). Menurut keterbukaan informasi, Selasa pekan lalu (16/11), seiring dengan proses akuisisi tersebut, TNCA juga akan meningkatkan penyertaan modal perseroan dalam ASM sebesar Rp 126.807.932.376 (Rp 126,81 miliar). Adapun dana untuk pelaksanaan akuisisi akan berasal dari Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue, dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 800 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. "Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi, Perseroan sedang dalam proses penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang Diubah dan Dinyatakan Kembali (Amended and Restated Conditional Share Purchase Agreement) dengan masing-masing pemegang saham ASM sehubungan dengan pengambilalihan saham ASM," jelas manajemen TNCA, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (17/11). TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] (adf/adf) Adblock test (Why?)

Saham Kurir TP Rachmat-Akulaku Cs Ngamuk, Ada Apa Nih?
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten jasa kurir dan logistik bersama saham lainnya yang terhimpun dalam indeks sektor transportasi & logistik (IDXTRANS) melonjak pada lanjutan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/11/2021). IDXTRANS sendiri berada di peringkat pertama di antara indeks sektoral lainnya dengan melesat 3,65% siang ini. Beberapa saham kurir & logistik yang melejit adalah emiten logistik KJN Express PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), emiten milik taipan TP Rachmat PT Adi Sarana Armada (ASSA), yang memiliki lini usaha kurir dengan brand Anteraja lewat anak usahanya PT Tri Adi Bersama. Kemudian, emiten pemilik jasa kurir SAP Express PT Satria Antaran Prima (SAPX) dan emiten pemilik jasa kurir GED yang mayoritas sahamnya dikuasai fintech Akulaku PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA). Berikut kenaikan saham transportasi dan logistik, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.40 WIB. Krida Jaringan Nusantara (KJEN), saham +24,60%, ke Rp 785/saham, transaksi Rp 206 juta Batavia Prosperindo Trans (BPTR), +23,78%, ke Rp 354/saham, transaksi Rp 8 M Adi Sarana Armada (ASSA), +10,72%, ke Rp 3.820/saham, transaksi Rp 84 M Hasnur Internasional Shipping (HAIS), +4,72%, ke Rp 222/saham, transaksi Rp 2 M Satria Antaran Prima (SAPX), +4,04%, ke Rp 1.160/saham, transaksi Rp 62 juta Jaya Trishindo (HELI), +1,79%, ke Rp 342/saham, transaksi Rp 137 ribu Blue Bird (BIRD), +1,58%, ke Rp 1.605/saham, transaksi Rp 1 M Indonesia Transport & Infrastructure (IATA), +1,52%, ke Rp 67/saham, transaksi Rp 2 M Guna Timur Raya (TRUK), +1,27%, ke Rp 160/saham, transaksi Rp 7 M Samudera Indonesia (SMDR), +1,09%, ke Rp 930/saham, transaksi Rp 1 M Trimuda Nuansa Citra (TNCA), +0,77%, ke Rp 1.305/saham, transaksi Rp 2 M Catatan saja, kendati menguat, beberapa saham di atas mencatatkan nilai transaksi yang mini atau dengan kata lain tidak likuid. Saham yang dimaksud adalah KJEN (dengan nilai transaksi Rp 206 juta), SAPX (Rp 62 juta), dan HELI (Rp 137 ribu). Saham KJEN melejit hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 24,60%, usai naik hingga ARA 24,75% pada Rabu kemarin. Kedua, emiten jasa rental mobil BPTR yang melonjak 23,78%, usai ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 6,54% pada Rabu kemarin. Sepekan, saham BPTR melejit 49,11% sedangkan dalam sebulan melesat 81,52%.  Selain saham KJEN, 3 saham kurir lainnya turut menghijau. Saham ASSA mencuat 10,72%, rebound dari pelemahan selama 6 hari beruntun. Saham ASSA berhasil naik 5,23% dalam sepekan, sedangkan dalam sebulan melesat 21,27%. Kemudian, saham SAPX dan TNCA masing-masing naik 4,04% dan 0,77%. Asal tahu saja, transaksi untuk saham SAPX tergolong sepi, yakni hanya Rp 62 juta. Adapun saham TNCA berhasil melanjutkan kenaikan 0,39% pada perdagangan kemarin. Dalam seminggu saham TNCA melonjak 46,07% dan dalam sebulan melesat 84,40%. Sebelumnya, saham TNCA melonjak tinggi selama 4 hari beruntun, yakni pada 17-22 November 2021, dengan rentang kenaikan 10-25%. Hal tersebut terjadi di tengah kabar perusahaan akan mengambil alih saham perusahaan asuransi, yaitu PT Asuransi Staco Mandiri (ASM) dengan nilai transaksi sebesar Rp100.982.700.000 (Rp 100,98 miliar). Menurut keterbukaan informasi, Selasa pekan lalu (16/11), seiring dengan proses akuisisi tersebut, TNCA juga akan meningkatkan penyertaan modal perseroan dalam ASM sebesar Rp 126.807.932.376 (Rp 126,81 miliar). Adapun dana untuk pelaksanaan akuisisi akan berasal dari Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue, dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 800 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. "Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi, Perseroan sedang dalam proses penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang Diubah dan Dinyatakan Kembali (Amended and Restated Conditional Share Purchase Agreement) dengan masing-masing pemegang saham ASM sehubungan dengan pengambilalihan saham ASM," jelas manajemen TNCA, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (17/11). TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] (adf/adf) Adblock test (Why?)