Saham Teknologi Berjatuhan, Wall Street Dibuka Penuh Tekanan

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ambruk pada pembukaan perdagangan Senin (10/1/2022) setelah menemui awal yang sulit di 2022 akibat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 338 poin (-0,9%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 30 menit menjadi 431,73 poin (-1,19%) ke 35.799,93. Namun, S&P 500 turun 76,72 poin (-1,64%) ke 4.600,31 sedangkan Nasdaq ambles 342,91 (-2,3%) ke 14.592,99. Awal yang sulit untuk indeks saham dikarenakan suku bunga yang naik pesat. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik mencapai 1,79% hari ini setelah tahun lalu ditutup di level 1,5%. Saham teknologi berjatuhan, dipimpin Meta (induk usaha Facebook) yang drop 3%, sementara saham Amazon dan Alphabet (induk usaha Google) kompak terpelanting 2%. Pada Minggu (9/1/2022) Goldman Sachs memperkirakan suku bunga acuan AS akan naik empat kali pada 2022. Pelaku pasar saham telah siap untuk pekan yang penting untuk hasil data inflasi dan konfirmasi dari Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneternya, yang akan disampaikan dalam pidatonya di depan Senat. Indeks Harga Konsumen (IHK) dijadwalkan rilis pada Rabu dan diperkirakan menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 7,1%, jika mengacu kepada perkiraan Dow Jones. Indeks harga produsen yang mengukur harga jual di tingkat grosir akan dirilis pada Kamis. Musim rilis laporan keuangan diperkirakan akan berlangsung pekan ini. Emiten konstituen indeks S&P 500 diperkirakan menunjukkan peningkatan laba bersih per kuartal IV-2021 sebesar 21,7%, yang akan menjadi kuartal keempat dengan capaian di atas 20% berdasarkan data FactSet. Ketiga indeks saham utama di Wall Street itu terkoreksi di pekan pertama tahun ini. S&P 500 menurun 0,4% pada Jumat menjadi penurunan pertama sejak September. Nasdaq melemah 0,9% dan juga koreksi 4 hari. Dow Jones menurun sebesar 4,81 poin. Nasdaq telah kesulitan menguat sejak suku bunga melonjak. Imbal hasil (yield) AS tenor 10 tahun naik 1.8% pada Jumat, dan meningkat di sesi penutupan sebanyak 1.51%. "Sebagai permulaan di tahun 2022 pekan ini, jual beli saham akan jatuh pada aksi rotasi definitif menuju saham berbasis nilai dan saham siklikal dan meninggalkan saham berbasis pertumbuhan karena investor menghadapi situasi suku bunga naik tajam," tutur analis Goldman Sachs Chris Husset dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International. Kenaikan suku bunga acuan di AS terjadi setelah The Fed memberikan sinyal akan mengurangi kebijakan moneter longgar secara lebih cepat. Pasar kini bertaruh bahwa ada peluang 50:50 bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga sebanyak empat kali di 2022. Proyeksi ini lebih ketat dibandingkan dengan antisipasi pasar sebelum risalah rapat The Fed pada Desember dirilis Rabu pekan lalu. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] (ags/ags) Adblock test (Why?)

Saham Teknologi Berjatuhan, Wall Street Dibuka Penuh Tekanan
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ambruk pada pembukaan perdagangan Senin (10/1/2022) setelah menemui awal yang sulit di 2022 akibat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 338 poin (-0,9%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 30 menit menjadi 431,73 poin (-1,19%) ke 35.799,93. Namun, S&P 500 turun 76,72 poin (-1,64%) ke 4.600,31 sedangkan Nasdaq ambles 342,91 (-2,3%) ke 14.592,99. Awal yang sulit untuk indeks saham dikarenakan suku bunga yang naik pesat. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik mencapai 1,79% hari ini setelah tahun lalu ditutup di level 1,5%. Saham teknologi berjatuhan, dipimpin Meta (induk usaha Facebook) yang drop 3%, sementara saham Amazon dan Alphabet (induk usaha Google) kompak terpelanting 2%. Pada Minggu (9/1/2022) Goldman Sachs memperkirakan suku bunga acuan AS akan naik empat kali pada 2022. Pelaku pasar saham telah siap untuk pekan yang penting untuk hasil data inflasi dan konfirmasi dari Ketua Bank Sentral AS Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneternya, yang akan disampaikan dalam pidatonya di depan Senat. Indeks Harga Konsumen (IHK) dijadwalkan rilis pada Rabu dan diperkirakan menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 7,1%, jika mengacu kepada perkiraan Dow Jones. Indeks harga produsen yang mengukur harga jual di tingkat grosir akan dirilis pada Kamis. Musim rilis laporan keuangan diperkirakan akan berlangsung pekan ini. Emiten konstituen indeks S&P 500 diperkirakan menunjukkan peningkatan laba bersih per kuartal IV-2021 sebesar 21,7%, yang akan menjadi kuartal keempat dengan capaian di atas 20% berdasarkan data FactSet. Ketiga indeks saham utama di Wall Street itu terkoreksi di pekan pertama tahun ini. S&P 500 menurun 0,4% pada Jumat menjadi penurunan pertama sejak September. Nasdaq melemah 0,9% dan juga koreksi 4 hari. Dow Jones menurun sebesar 4,81 poin. Nasdaq telah kesulitan menguat sejak suku bunga melonjak. Imbal hasil (yield) AS tenor 10 tahun naik 1.8% pada Jumat, dan meningkat di sesi penutupan sebanyak 1.51%. "Sebagai permulaan di tahun 2022 pekan ini, jual beli saham akan jatuh pada aksi rotasi definitif menuju saham berbasis nilai dan saham siklikal dan meninggalkan saham berbasis pertumbuhan karena investor menghadapi situasi suku bunga naik tajam," tutur analis Goldman Sachs Chris Husset dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International. Kenaikan suku bunga acuan di AS terjadi setelah The Fed memberikan sinyal akan mengurangi kebijakan moneter longgar secara lebih cepat. Pasar kini bertaruh bahwa ada peluang 50:50 bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga sebanyak empat kali di 2022. Proyeksi ini lebih ketat dibandingkan dengan antisipasi pasar sebelum risalah rapat The Fed pada Desember dirilis Rabu pekan lalu. TIM RISET CNBC INDONESIA [Gambas:Video CNBC] (ags/ags) Adblock test (Why?)