Silaturahmi Virtual Jadi Langkah Realistis di Saat Pandemi Corona

WE Online, Purwokerto - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Edi Santoso menilai silaturahmi secara virtual pada hari Idul Fitri di tengah situasi pandemi merupakan langkah yang paling realistis. "Komunikasi virtual, silaturahmi sosial dengan model konferensi video merupakan langkah yang paling realistik pada saat pandemi seperti saat ini," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah. Edi yang merupakan koordinator program studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman itu menjelaskan pandemi Covid-19 telah banyak mengubah cara berinteraksi. "Jarak fisik sekarang ini menjadi konsekuensi logis, demi mencegah penularan Covid-19, soal apakah pesan dapat tersampaikan atau tidak tentu banyak variabel yang mempengaruhinya, media hanya salah satu di antaranya," katanya. Menurut dia, kemajuan teknologi telah memberikan solusi agar seseorang dapat tetap bisa berinteraksi di tengah imbauan untuk menjaga jarak fisik. "Salah satu yang masih dapat disyukuri adalah bahwa pandemi terjadi pada saat masyarakat sudah makin akrab dengan internet. Ketika pita lebar jaringan seluler semakin memungkinkan transfer data, sehingga komunikasi konferensi video makin mudah dilakukan, antara lain kini orang jadi akrab dengan Zoom, Webex, Google Meet atau yang sejenisnya," katanya. Menurut dia, perjumpaan secara virtual yang berlangsung selama beberapa menit setidaknya cukup untuk menggantikan silaturahmi langsung yang sulit dilakukan selama masa pandemi. "Karena kita sedang terkendala bersama maka kita juga akan saling memaklumi, seperti apapun pesan yang kita ikhtiarkan, maka akan bisa dimengerti ketika ketulusan di atas segalanya," katanya. Dia juga mengakui bahwa komunikasi secara virtual mungkin tidak sepenuhnya bisa menggantikan interaksi fisik atau perjumpaan secara langsung. "Setidaknya ada sisi kehangatan yang mungkin hilang yang biasanya didapati saat melakukan interaksi secara langsung, belum lagi bagi mereka yang masih punya kendala terhadap akses internet," katanya. Kendati demikian, kata dia, sarana konferensi video, aplikasi pesan instan dan lain sebagainya dapat menjadi sarana terbaik untuk saling bertukar kabar pada saat sekarang ini. "Karena faktanya, bukan karena kita tidak mau mudik atau tak mau silaturahmi langsung, pandemi saja yang menunda pertemuan itu. Maka, cukuplah Zoom, WA atay yang sejenisnya menjadi sarana saling bertukar kabar," katanya. Partner Sindikasi Konten: Republika Let's block ads! (Why?)

Silaturahmi Virtual Jadi Langkah Realistis di Saat Pandemi Corona
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
WE Online, Purwokerto -

Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Edi Santoso menilai silaturahmi secara virtual pada hari Idul Fitri di tengah situasi pandemi merupakan langkah yang paling realistis.

"Komunikasi virtual, silaturahmi sosial dengan model konferensi video merupakan langkah yang paling realistik pada saat pandemi seperti saat ini," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah.

Edi yang merupakan koordinator program studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman itu menjelaskan pandemi Covid-19 telah banyak mengubah cara berinteraksi.

"Jarak fisik sekarang ini menjadi konsekuensi logis, demi mencegah penularan Covid-19, soal apakah pesan dapat tersampaikan atau tidak tentu banyak variabel yang mempengaruhinya, media hanya salah satu di antaranya," katanya.

Menurut dia, kemajuan teknologi telah memberikan solusi agar seseorang dapat tetap bisa berinteraksi di tengah imbauan untuk menjaga jarak fisik.

"Salah satu yang masih dapat disyukuri adalah bahwa pandemi terjadi pada saat masyarakat sudah makin akrab dengan internet. Ketika pita lebar jaringan seluler semakin memungkinkan transfer data, sehingga komunikasi konferensi video makin mudah dilakukan, antara lain kini orang jadi akrab dengan Zoom, Webex, Google Meet atau yang sejenisnya," katanya.

Menurut dia, perjumpaan secara virtual yang berlangsung selama beberapa menit setidaknya cukup untuk menggantikan silaturahmi langsung yang sulit dilakukan selama masa pandemi.

"Karena kita sedang terkendala bersama maka kita juga akan saling memaklumi, seperti apapun pesan yang kita ikhtiarkan, maka akan bisa dimengerti ketika ketulusan di atas segalanya," katanya.

Dia juga mengakui bahwa komunikasi secara virtual mungkin tidak sepenuhnya bisa menggantikan interaksi fisik atau perjumpaan secara langsung.

"Setidaknya ada sisi kehangatan yang mungkin hilang yang biasanya didapati saat melakukan interaksi secara langsung, belum lagi bagi mereka yang masih punya kendala terhadap akses internet," katanya.

Kendati demikian, kata dia, sarana konferensi video, aplikasi pesan instan dan lain sebagainya dapat menjadi sarana terbaik untuk saling bertukar kabar pada saat sekarang ini.

"Karena faktanya, bukan karena kita tidak mau mudik atau tak mau silaturahmi langsung, pandemi saja yang menunda pertemuan itu. Maka, cukuplah Zoom, WA atay yang sejenisnya menjadi sarana saling bertukar kabar," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Let's block ads! (Why?)