Sri Mulyani Banggakan Rahasia Pulihkan Ekonomi RI di Hadapan Bos IMF

WE Online, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 dengan kombinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat Debate on the Global Economy, salah satu rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2020. Baca Juga: Sri Mulyani Jadi Menkeu Terbaik, Fadli Zon: Bukan di Mata Rakyat Pertemuan tersebut juga Managing Director of IMF Kristalina Georgieva, economist and international development expert Ngozi Okonjo-Iweala serta President of the European Central Bank Christine Lagarde, yang merupakan kawan baik Sri Mulyani. “Kita tahu bahwa kita perlu langkah extraordinary seperti defisit fiskal, maupun kebijakan moneter yang mendukung. Tetapi bagi kita untuk dapat pulih, kita tidak boleh bergantung pada hanya dua instrumen, yaitu kebijakan fiskal dan moneter. Kami perlu bekerja sangat keras," ujar Sri Mulyani seperti dilansir situs resmi Kemenkeu, Jakarta, Minggu (18/10/2020). Menurut Menkeu, kerja sama luar biasa antara pemerintah dengan Bank Indonesia melalui burden sharing dilakukan dengan sangat hati-hati. Kerja sama tersebut memerlukan banyak komunikasi untuk meyakinkan masyarakat, pemegang obligasi, lembaga pemeringkat bahwa independensi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral tidak terpengaruh. Partner Sindikasi Konten: Okezone Let's block ads! (Why?)

Sri Mulyani Banggakan Rahasia Pulihkan Ekonomi RI di Hadapan Bos IMF
WE Online, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 dengan kombinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat Debate on the Global Economy, salah satu rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2020.

Baca Juga: Sri Mulyani Jadi Menkeu Terbaik, Fadli Zon: Bukan di Mata Rakyat

Pertemuan tersebut juga Managing Director of IMF Kristalina Georgieva, economist and international development expert Ngozi Okonjo-Iweala serta President of the European Central Bank Christine Lagarde, yang merupakan kawan baik Sri Mulyani.

“Kita tahu bahwa kita perlu langkah extraordinary seperti defisit fiskal, maupun kebijakan moneter yang mendukung. Tetapi bagi kita untuk dapat pulih, kita tidak boleh bergantung pada hanya dua instrumen, yaitu kebijakan fiskal dan moneter. Kami perlu bekerja sangat keras," ujar Sri Mulyani seperti dilansir situs resmi Kemenkeu, Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Menurut Menkeu, kerja sama luar biasa antara pemerintah dengan Bank Indonesia melalui burden sharing dilakukan dengan sangat hati-hati. Kerja sama tersebut memerlukan banyak komunikasi untuk meyakinkan masyarakat, pemegang obligasi, lembaga pemeringkat bahwa independensi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral tidak terpengaruh.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Let's block ads! (Why?)