SSE Pajak: Ini Cara Daftar, Bayar, dan Lapor Online [RESMI]

Berkat adanya Surat Setoran Elektronik atau SSE Pajak, kini Wajib Pajak bisa membayar pajak dan melaporkan setorannya secara online. Tentu aja dengan adanya SSE Pajak, melakukan kewajiban perpajakan menjadi lebih praktis, mudah, dan cepat. Dulunya nih sebelum ada Surat Setoran Elektronik ini, Wajib Pajak atau WP mesti bayar pajak ke bank atau kantor pos lalu melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak alias KPP. Saat itu kewajiban perpajakan tersebut dikenal dengan pelaporan Surat Setoran Pajak atau SSP. Karena SSP ini dinilai ribet oleh sebagian besar Wajib Pajak, Direktorat Jenderal Pajak atau DJP sejak 1 Januari 2016 mulai mengalihkan SSP ke SSE Pajak. Harapannya nih Wajib Pajak gak ogah-ogahan lagi melaksanakan kewajibannya. Nah, buat kamu yang pengin tahu lebih jauh informasi mengenai Surat Setoran Elektronik ini, Lifepal udah bikin ulasannya nih. Yuk, disimak. Dulunya ada tiga versi SSE Pajak Layanan billing  Sejak awal peluncurannya hingga sekarang, SSE Pajak terus mendapat pembaharuan. Kalau kamu mengakses layanan ini sse.pajak.go.id, di situ kamu bakal menemukan fakta bahwa layanan ini telah dibikin sebanyak tiga versi. Ada pun tiga versi SSE Pajak yang telah dibikin, yaitu: SSE Pajak 1 adalah Surat Setoran Elektronik Pajak versi pertama atau e-billing pertama. SSE Pajak 2 adalah Surat Setoran Elektronik versi kedua atau e-billing kedua yang dikenal sebagai DJP Online. SSE Pajak 3 adalah Surat Setoran Elektronik versi ketiga atau e-billing ketiga yang menjadi versi alternatif SSE. Ketiga versi Surat Setoran Elektronik Pajak di atas berbeda dalam cara daftar. Selain itu, perbedaan versi SSE Pajak di atas juga tampak pada fitur-fitur yang digunakan. Di SSE1, cara daftarnya terbilang mudah. Kamu cukup buka sse.pajak.go.id lalu pilih Daftar Baru. Kemudian kamu masukkan NPWP, Nama, dan alamat email. Berbeda dengan SSE2, cara daftarnya mensyaratkan EFIN. Electronic Filing Identification Number atau EFIN bisa kamu dapatkan dengan melakukan permohonan aktivasi EFIN di KPP terdekat buat WP Orang Pribadi dan KPP Terdaftar buat WP Badan. Namun, sejak 1 Januari 2020, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menonaktifkan SSE Pajak 1 dan SSE Pajak 3. Jadi, semua pembayaran dan pelaporan setoran pajak dilakukan di SSE Pajak 2 atau DJP Online. Begini cara daftar akun SSE Pajak 2 Cara registrasi akun DJP online. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, pendaftaran akun SSE Pajak 2 alias DJP Online mensyaratkan adanya EFIN. Apa itu EFIN? Electronic Filing Identification Number atau EFIN adalah nomor identitas yang dibikin Direktorat Jenderal Pajak atau DJP buat Wajib Pajak agar bisa lakukan transaksi elektronik. Berikut ini syarat-syarat permohonan EFIN di Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Fotokopi KTP atau paspor dan KITAS/KITAP beserta aslinya. Fotokopi NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) beserta aslinya. Buat kamu yang belum memiliki NPWP, kamu bisa mendapatkannya di KPP. Buat lebih jelasnya, kamu bisa mendapatkan informasinya dalam artikel Cara Membuat NPWP. Setelah mendapat EFIN, kamu bisa mendaftarkan akun SSE Pajak dengan:  Mengakses djponline.pajak.go.id.  Lalu pilih menu “daftar di sini”.  Kemudian isi NPWP dan EFIN. Nantinya kamu bakal terima link aktivasi yang dikirim ke email.  Buat fitur-fiturnya sendiri, ada tambahan di versi terbaru Surat Setoran Elektronik Pajak, yaitu pembuatan billing atas NPWP pihak lain dan pembuatan billing buat jenis pembayaran pajak tanpa NPWP. Perlu diketahui, DJP terus meningkatkan pelayanan dengan melakukan pembaharuan. Cara membuat kode billing di SSE Pajak Cara membuat kode billing Salah satu syarat bayar pajak lewat SSE Pajak adalah kamu wajib bikin kode billing. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat kode billing. Cara membuat Kode Billing di SSE Pajak Buka website djponline.pajak.go.id. Login seperti biasanya. Aktifkan akses e-Billing. Nanti di e-Billing System pilih Isi SSE. Isi formulir, biasanya udah terisi otomatis. Pastikan Jenis Pajak, Jenis Setoran, Masa Pajak, dan Jumlah Setor yang mau dibayar. Lalu klik Simpan. Konfirmasi dan pilih Kode Billing. Setelah kamu pastikan semuanya benar, pilih Cetak Kode Billing. Dengan Kode Billing inilah, kamu bisa membayar pajak di ATM atau internet banking. Gimana? Kebayang kan mudahnya bayar pajak lewat Surat Setoran Elektronik Pajak? Jadi, segera deh daftar akun di SSE Pajak supaya gak ribet lagi. Cara membayar pajak di ATM dengan menggunakan kode billing ATM center Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan sejumlah bank buat memudahkan Wajib Pajak (WP) melaksanakan kewajiban setoran. Bank-bank yang menerima setoran pajak antara lain Bank BRI, BCA, BNI, dan Mandiri. Berikut ini cara membayar pajak di ATM dengan kode billing. Cara membayar pajak di ATM BRI Langkah-langkahnya: Masukkan PIN. Pilih Transaksi Lain. Pilih Pembayaran. Pilih Lainnya. Pilih Lainnya. Pilih MPN Masukkan 15 digit Kode Billing. Pastikan data benar. Kalau udah yakin, pilih Ya. Cara memba

SSE Pajak: Ini Cara Daftar, Bayar, dan Lapor Online [RESMI]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Berkat adanya Surat Setoran Elektronik atau SSE Pajak, kini Wajib Pajak bisa membayar pajak dan melaporkan setorannya secara online. Tentu aja dengan adanya SSE Pajak, melakukan kewajiban perpajakan menjadi lebih praktis, mudah, dan cepat.

Dulunya nih sebelum ada Surat Setoran Elektronik ini, Wajib Pajak atau WP mesti bayar pajak ke bank atau kantor pos lalu melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak alias KPP. Saat itu kewajiban perpajakan tersebut dikenal dengan pelaporan Surat Setoran Pajak atau SSP.

Karena SSP ini dinilai ribet oleh sebagian besar Wajib Pajak, Direktorat Jenderal Pajak atau DJP sejak 1 Januari 2016 mulai mengalihkan SSP ke SSE Pajak. Harapannya nih Wajib Pajak gak ogah-ogahan lagi melaksanakan kewajibannya.

Nah, buat kamu yang pengin tahu lebih jauh informasi mengenai Surat Setoran Elektronik ini, Lifepal udah bikin ulasannya nih. Yuk, disimak.

Dulunya ada tiga versi SSE Pajak

layanan billing djp sse pajak
Layanan billing 

Sejak awal peluncurannya hingga sekarang, SSE Pajak terus mendapat pembaharuan. Kalau kamu mengakses layanan ini sse.pajak.go.id, di situ kamu bakal menemukan fakta bahwa layanan ini telah dibikin sebanyak tiga versi.

Ada pun tiga versi SSE Pajak yang telah dibikin, yaitu:

  • SSE Pajak 1 adalah Surat Setoran Elektronik Pajak versi pertama atau e-billing pertama.

  • SSE Pajak 2 adalah Surat Setoran Elektronik versi kedua atau e-billing kedua yang dikenal sebagai DJP Online.

  • SSE Pajak 3 adalah Surat Setoran Elektronik versi ketiga atau e-billing ketiga yang menjadi versi alternatif SSE.

Ketiga versi Surat Setoran Elektronik Pajak di atas berbeda dalam cara daftar. Selain itu, perbedaan versi SSE Pajak di atas juga tampak pada fitur-fitur yang digunakan.

Di SSE1, cara daftarnya terbilang mudah. Kamu cukup buka sse.pajak.go.id lalu pilih Daftar Baru. Kemudian kamu masukkan NPWP, Nama, dan alamat email.

Berbeda dengan SSE2, cara daftarnya mensyaratkan EFIN. Electronic Filing Identification Number atau EFIN bisa kamu dapatkan dengan melakukan permohonan aktivasi EFIN di KPP terdekat buat WP Orang Pribadi dan KPP Terdaftar buat WP Badan.

Namun, sejak 1 Januari 2020, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menonaktifkan SSE Pajak 1 dan SSE Pajak 3. Jadi, semua pembayaran dan pelaporan setoran pajak dilakukan di SSE Pajak 2 atau DJP Online.

Begini cara daftar akun SSE Pajak 2

cara registrasi akun djp online
Cara registrasi akun DJP online.

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, pendaftaran akun SSE Pajak 2 alias DJP Online mensyaratkan adanya EFIN.

Apa itu EFIN? Electronic Filing Identification Number atau EFIN adalah nomor identitas yang dibikin Direktorat Jenderal Pajak atau DJP buat Wajib Pajak agar bisa lakukan transaksi elektronik.

Berikut ini syarat-syarat permohonan EFIN di Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

  • Fotokopi KTP atau paspor dan KITAS/KITAP beserta aslinya.

  • Fotokopi NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) beserta aslinya.

Buat kamu yang belum memiliki NPWP, kamu bisa mendapatkannya di KPP. Buat lebih jelasnya, kamu bisa mendapatkan informasinya dalam artikel Cara Membuat NPWP.

Setelah mendapat EFIN, kamu bisa mendaftarkan akun SSE Pajak dengan: 

  • Mengakses djponline.pajak.go.id. 

  • Lalu pilih menu “daftar di sini”. 

  • Kemudian isi NPWP dan EFIN.

  • Nantinya kamu bakal terima link aktivasi yang dikirim ke email. 

Buat fitur-fiturnya sendiri, ada tambahan di versi terbaru Surat Setoran Elektronik Pajak, yaitu pembuatan billing atas NPWP pihak lain dan pembuatan billing buat jenis pembayaran pajak tanpa NPWP. Perlu diketahui, DJP terus meningkatkan pelayanan dengan melakukan pembaharuan.

Cara membuat kode billing di SSE Pajak

Cara membuat kode billing di SSE pajak
Cara membuat kode billing

Salah satu syarat bayar pajak lewat SSE Pajak adalah kamu wajib bikin kode billing. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat kode billing.

Cara membuat Kode Billing di SSE Pajak

  • Buka website djponline.pajak.go.id.

  • Login seperti biasanya.

  • Aktifkan akses e-Billing.

  • Nanti di e-Billing System pilih Isi SSE.

  • Isi formulir, biasanya udah terisi otomatis.

  • Pastikan Jenis Pajak, Jenis Setoran, Masa Pajak, dan Jumlah Setor yang mau dibayar. Lalu klik Simpan.

  • Konfirmasi dan pilih Kode Billing.

  • Setelah kamu pastikan semuanya benar, pilih Cetak Kode Billing.

Dengan Kode Billing inilah, kamu bisa membayar pajak di ATM atau internet banking. Gimana? Kebayang kan mudahnya bayar pajak lewat Surat Setoran Elektronik Pajak? Jadi, segera deh daftar akun di SSE Pajak supaya gak ribet lagi.

Cara membayar pajak di ATM dengan menggunakan kode billing

atm center
ATM center

Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan sejumlah bank buat memudahkan Wajib Pajak (WP) melaksanakan kewajiban setoran. Bank-bank yang menerima setoran pajak antara lain Bank BRI, BCA, BNI, dan Mandiri. Berikut ini cara membayar pajak di ATM dengan kode billing.

Cara membayar pajak di ATM BRI

Langkah-langkahnya:

  • Masukkan PIN.
  • Pilih Transaksi Lain.
  • Pilih Pembayaran.
  • Pilih Lainnya.
  • Pilih Lainnya.
  • Pilih MPN
  • Masukkan 15 digit Kode Billing.
  • Pastikan data benar.
  • Kalau udah yakin, pilih Ya.

Cara membayar pajak di ATM BCA

Langkah-langkahnya:

  • Masukkan PIN.
  • Pilih Transaksi Lain.
  • Pilih Pembayaran.
  • Pilih MPN/Pajak.
  • Pilih Penerimaan Negara.
  • Masukkan 15 digit Kode Billing.
  • Pilih Benar.
  • Pastikan semua data benar.
  • Kalau yakin, pilih Ya.

Cara membayar pajak di ATM BNI

Langkah-langkahnya:

  • Masukkan PIN.
  • Pilih Menu Lain.
  • Pilih Pembayaran.
  • Pilih Pajak/Penerimaan Negara.
  • Pilih Pajak/PNBP/Bea & Cukai.
  • Masukkan 15 digit Kode Billing.
  • Pastikan semua data benar.
  • Kalau yakin, pilih Ya.

Cara membayar pajak di ATM Mandiri

Langkah-langkahnya:

  • Masukkan PIN.
  • Pilih Bayar/Beli.
  • Pilih Lainnya.
  • Pilih Penerimaan Negara.
  • Pilih Pajak/PNBP/Bea & Cukai.
  • Masukkan 15 digit Kode Billing.
  • Pastikan semua data benar.
  • Kalau yakin, pilih Ya.

Terkendala daftar SSE Pajak? Laporkan aja ke Kring Pajak 1500 200

kring pajak
Kring Pajak

Kadang-kadang ada aja kendala yang dihadapi saat daftar SSE Pajak. Mulai dari proses yang error, link aktivasi yang gak masuk ke email, gagal mendapatkan kode verifikasi, hingga kesalahan-kesalahan teknis lainnya.

Kalau kamu menghadapi permasalahan-permasalahan di atas ketika hendak melakukan pendaftaran, laporkan aja ke Kring Pajak. Layanan yang disediakan DJP ini ditujukan buat menjawab pertanyaan-pertanyaan ataupun keluhan-keluhan dari para Wajib Pajak.

Ini beberapa cara menghubungi Kring Pajak.

  • Hubungi langsung Kring Pajak di nomor 1500 200.

  • Sampaikan pertanyaan atau keluhan di akun Twitter @kring_pajak

  • Kirim pertanyaan atau keluhan di email: [email protected] atau [email protected]

Buat mengetahui informasi lebih lengkap, cari tahu aja di pengaduan.pajak.go.id. Di situ kamu bisa mendapat informasi sejelas-jelasnya mengenai permasalahanmu.

Sampai sini udah paham dong tentang SSE Pajak ini? Nah, kalau belum terdaftar, segera registrasi deh supaya kamu lebih mudah dalam melakukan kewajiban perpajakan

Dan gak ada lagi deh cerita nunggak pajak. Emangnya kamu mau bayar denda hingga Rp 500 ribu gara-gara gak memenuhi kewajiban bayar pajak? Gak, kan? Jadi, jangan lupa juga ya bayar pajak. (Editor: Winda Destiana Putri).

Let's block ads! (Why?)