Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Petahana Tertinggi di Pilkada Ogan Ilir

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) merilis hasil survei untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (19/7). Peneliti LSI Skolastika Meitrisya Aprodite mengatakan, survei dilakukan untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas terhadap sepuluh bakal calon Bupati Ogan Ilir. Mereka adalah Ilyas Panji Alam, Ahmad Wazir Noviadi Mawardi, Endang PU Ishak, Suharto, Panca Wijaya Akbar Mawardi, Rusdi Tahar, Yulian Gunhar, Amir Hamzah, Fauziah Mawardi Yahya dan Zaitun Mawardi Yahya. Menurut Skolatika, hasil survei menunjukkan masyarakat Ogan Ilir menginginkan tetap dipimpin Bupati incumbent atau petahana Ilyas Panji Alam. "Saat ini Ilyas Panji Alam (incumbent) menjadi top of mind yang sangat kuat sebagai kandidat calon bupati yang akan dipilih 47,73 persen, AW Noviadi Mawardi 12,05 persen masih jauh di bawah Ilyas Panji Alam. Kandidat lainnya masih memiliki tingkat elektabilitas yang sangat rendah di bawah 5 persen," ujar Skolastika, Jakarta, Minggu (19/7). Lanjutnya, masih cukup banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan mereka secara spontan sebanyak 35.46 persen, yang dapat dikategorikan sebagai swing voters. Menurut Skolastika, jika misalnya Pilkada Ogan Ilir hanya diikuti tujuh kandidat, hasil survei tetap menunjukkan potensi keterpilihan Ilyas Panji Alam pada simulasi tertutup sebagai bupati dengan tingkat elektabilitas 56,82 persen. Sementara AW Noviadi Mawardi tetap berada di urutan kedua dengan selisih yang jauh di bawah elektabilitas Ilyas Panji Alam. "Hampir seluruh masyarakat saat ini sudah dapat menentukan pilihan mereka untuk sementara di antara tujuh calon kandidat yang ditentukan. Hanya 18,63 persen yang belum memberikan jawaban," terangnya. Disebutkan Skolastika, tingginya elektabilitas calon bupati incumbent Ilyas Panji Alam karena masyarakat Ogan Ilir sangat puas terhadap kinerja kepemimpinan Ilyas Panji Alam selama empat tahun belakangan ini. Misalnya dalam hal pelayanan pendidikan masyarakat mengatakan puas 82,96 persen. Pelayanan keamanan 77,27 persen pelayanan kesehatan 76,59 persen, penyediaan akses listrik dan air bersih 76,37 persen. Masalah pelayanan administrasi publik seperti KTP, KK, Akte dan lain-lain 73,41 persen, pelayanan fasilitas kebersihan 69,55 persen, penanggulangan banjir 64,77 persen, pengelolaan dana desa 63,86 persen, pembangunan infrastruktur rumah sakit 62,95 persen. Sementara itu, dalam hal pelayanan hukum masyarakat menyampaikan kepuasan 62,95 persen, perbaikan tata kota dan penerangan jalan 60,00 persen, pembangunan infrastruktur jalanan wilayah desa 60,00 persen, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) 56,82 persen, pemberantasan korupsi 47,50 persen dan penyediaan lapangan kerja 28,87 persen. Lebih lanjut, Skolastika menambahkan masyarakat juga memandang Ilyas Panji Alam cukup transparan. Hal itu dikatakan Skolastika, terkait adanya bantuan sosial Covid-19. Menurutnya, sebanyak 93,41 persen masyarakat mengetahui adanya program bansos Covid-19 dari bupati, dan ada sebesar 88,32 persen masyarakat menerimanya serta 98,32 persen masyarakat merasakan manfaat adanya bansos tersebut. "Sebanyak 71,36 persen masyarakat mengetahui jika bansos tersebut ada tanda foto bupati," katanya. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan responden 440. Survei dilakukan pada 6-10 Juli 2020. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner dan margin of error kurang lebih 4,76 persen. [cob]

Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Petahana Tertinggi di Pilkada Ogan Ilir

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) merilis hasil survei untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (19/7). Peneliti LSI Skolastika Meitrisya Aprodite mengatakan, survei dilakukan untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas terhadap sepuluh bakal calon Bupati Ogan Ilir.

Mereka adalah Ilyas Panji Alam, Ahmad Wazir Noviadi Mawardi, Endang PU Ishak, Suharto, Panca Wijaya Akbar Mawardi, Rusdi Tahar, Yulian Gunhar, Amir Hamzah, Fauziah Mawardi Yahya dan Zaitun Mawardi Yahya. Menurut Skolatika, hasil survei menunjukkan masyarakat Ogan Ilir menginginkan tetap dipimpin Bupati incumbent atau petahana Ilyas Panji Alam.

"Saat ini Ilyas Panji Alam (incumbent) menjadi top of mind yang sangat kuat sebagai kandidat calon bupati yang akan dipilih 47,73 persen, AW Noviadi Mawardi 12,05 persen masih jauh di bawah Ilyas Panji Alam. Kandidat lainnya masih memiliki tingkat elektabilitas yang sangat rendah di bawah 5 persen," ujar Skolastika, Jakarta, Minggu (19/7).

Lanjutnya, masih cukup banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan mereka secara spontan sebanyak 35.46 persen, yang dapat dikategorikan sebagai swing voters.

Menurut Skolastika, jika misalnya Pilkada Ogan Ilir hanya diikuti tujuh kandidat, hasil survei tetap menunjukkan potensi keterpilihan Ilyas Panji Alam pada simulasi tertutup sebagai bupati dengan tingkat elektabilitas 56,82 persen. Sementara AW Noviadi Mawardi tetap berada di urutan kedua dengan selisih yang jauh di bawah elektabilitas Ilyas Panji Alam.

"Hampir seluruh masyarakat saat ini sudah dapat menentukan pilihan mereka untuk sementara di antara tujuh calon kandidat yang ditentukan. Hanya 18,63 persen yang belum memberikan jawaban," terangnya.

Disebutkan Skolastika, tingginya elektabilitas calon bupati incumbent Ilyas Panji Alam karena masyarakat Ogan Ilir sangat puas terhadap kinerja kepemimpinan Ilyas Panji Alam selama empat tahun belakangan ini.

Misalnya dalam hal pelayanan pendidikan masyarakat mengatakan puas 82,96 persen. Pelayanan keamanan 77,27 persen pelayanan kesehatan 76,59 persen, penyediaan akses listrik dan air bersih 76,37 persen.

Masalah pelayanan administrasi publik seperti KTP, KK, Akte dan lain-lain 73,41 persen, pelayanan fasilitas kebersihan 69,55 persen, penanggulangan banjir 64,77 persen, pengelolaan dana desa 63,86 persen, pembangunan infrastruktur rumah sakit 62,95 persen.

Sementara itu, dalam hal pelayanan hukum masyarakat menyampaikan kepuasan 62,95 persen, perbaikan tata kota dan penerangan jalan 60,00 persen, pembangunan infrastruktur jalanan wilayah desa 60,00 persen, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) 56,82 persen, pemberantasan korupsi 47,50 persen dan penyediaan lapangan kerja 28,87 persen.

Lebih lanjut, Skolastika menambahkan masyarakat juga memandang Ilyas Panji Alam cukup transparan. Hal itu dikatakan Skolastika, terkait adanya bantuan sosial Covid-19. Menurutnya, sebanyak 93,41 persen masyarakat mengetahui adanya program bansos Covid-19 dari bupati, dan ada sebesar 88,32 persen masyarakat menerimanya serta 98,32 persen masyarakat merasakan manfaat adanya bansos tersebut.

"Sebanyak 71,36 persen masyarakat mengetahui jika bansos tersebut ada tanda foto bupati," katanya.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan responden 440. Survei dilakukan pada 6-10 Juli 2020. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner dan margin of error kurang lebih 4,76 persen. [cob]