Tekanan Mereda, Rupiah Tinggalkan Level Rp16.000 per USD

loading... JAKARTA - Kabar baik untuk kita semua. Tekanan terhadap rupiah mulai mereda pada perdagangan Jumat (20/3/2020). Data di indeks Bloomberg, kurs rupiah ditutup hanya melemah 48 poin atau 0,30% ke level Rp15.960 per USD, meninggalkan level Rp16.000 per USD.Awal perdagangan, rupiah di pasar spot dibuka sudah melemah 37 poin atau 0,23% ke level Rp15.950 per USD, dibandingkan posisi Kamis lalu di Rp15.912 per USD. Jumat ini, rupiah bergerak di Rp15.950-Rp16.225 per USD.Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah ditutup melemah 241 poin atau 1,53% ke posisi Rp15.950 per USD, dibanding Kamis kemarin di Rp15.709 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp15.709-Rp16.150 per USD.Baca Juga:Rupiah menguat berkat aksi intervensi Bank Indonesia, dengan menginjeksi likuiditas, baik rupiah dan valuta asing. Bank sentral melakukan injeksi sebesar Rp300 triliun."Kita terus injeksi likuiditas sebesar Rp300 triliun, dalam bentuk pembelian SBN di pasar sekunder, sekaligus memberikan injeksi likuiditas di pasar uang dan perbankan mencapai Rp163 triliun," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (20/3/2020).Dia melanjutkan BI terus melakukan langkah stabilisais nilai tukar rupiah dengan melalui intervensi baik di spot, pembelian Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian surat berharga negara (SBN) dipasar sekunder.Sementara itu, dari faktor eksternal langkah China mempertahankan suku bunga pinjaman telah mendongkrak mata uang Asia dari keterpurukan. Suku bunga pinjaman China (LPR) pada hari Jumat tidak berubah dari level Februari, dimana LPR bertenor 1 tahun dan 5 tahun tetap stabil masing-masing di 4,05% dan 4,75%.Hasil ini membuat mata uang Asia lainnya menguat, dengan won Korea Selatan digdaya 3,12%, dolar Taiwan berotot 0,68%, yen Jepang, peso Filipina, ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,43%, yuan China bertambah 0,41%, dan dolar Singapura naik 0,34%.Melansir dari CNBC, indeks USD yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 101,741, menurun dibanding level sebelumnya di 102,922. (ven) Let's block ads! (Why?)

Tekanan Mereda, Rupiah Tinggalkan Level Rp16.000 per USD
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

loading...

JAKARTA - Kabar baik untuk kita semua. Tekanan terhadap rupiah mulai mereda pada perdagangan Jumat (20/3/2020). Data di indeks Bloomberg, kurs rupiah ditutup hanya melemah 48 poin atau 0,30% ke level Rp15.960 per USD, meninggalkan level Rp16.000 per USD.

Awal perdagangan, rupiah di pasar spot dibuka sudah melemah 37 poin atau 0,23% ke level Rp15.950 per USD, dibandingkan posisi Kamis lalu di Rp15.912 per USD. Jumat ini, rupiah bergerak di Rp15.950-Rp16.225 per USD.

Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah ditutup melemah 241 poin atau 1,53% ke posisi Rp15.950 per USD, dibanding Kamis kemarin di Rp15.709 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp15.709-Rp16.150 per USD.

Baca Juga:

Rupiah menguat berkat aksi intervensi Bank Indonesia, dengan menginjeksi likuiditas, baik rupiah dan valuta asing. Bank sentral melakukan injeksi sebesar Rp300 triliun.

"Kita terus injeksi likuiditas sebesar Rp300 triliun, dalam bentuk pembelian SBN di pasar sekunder, sekaligus memberikan injeksi likuiditas di pasar uang dan perbankan mencapai Rp163 triliun," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Dia melanjutkan BI terus melakukan langkah stabilisais nilai tukar rupiah dengan melalui intervensi baik di spot, pembelian Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian surat berharga negara (SBN) dipasar sekunder.

Sementara itu, dari faktor eksternal langkah China mempertahankan suku bunga pinjaman telah mendongkrak mata uang Asia dari keterpurukan. Suku bunga pinjaman China (LPR) pada hari Jumat tidak berubah dari level Februari, dimana LPR bertenor 1 tahun dan 5 tahun tetap stabil masing-masing di 4,05% dan 4,75%.

Hasil ini membuat mata uang Asia lainnya menguat, dengan won Korea Selatan digdaya 3,12%, dolar Taiwan berotot 0,68%, yen Jepang, peso Filipina, ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,43%, yuan China bertambah 0,41%, dan dolar Singapura naik 0,34%.

Melansir dari CNBC, indeks USD yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, berada di 101,741, menurun dibanding level sebelumnya di 102,922.

(ven)

Let's block ads! (Why?)