Terdampak Pandemi, Ini Langkah Indah Logistik Cargo untuk Bertahan

JawaPos.com – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung juga dirasakan oleh sejumlah sektor usaha, salah satunya bisnis logistik. Memasuki momentum Natal dan Tahun Baru 2022, Indah Logistik Cargo mengaku terus menyesuaikan diri dengan pola konsumsi dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini.CEO Indah Logistik Cargo H. Arisal Aziz mengungkapkan, Indah Logistik Cargo mengalami penurunan omset sekitar 10 hingga 15 persen. Hal itu disebabkan karena biasanya banyak perusahaan yang rutin berkirim paket jadi berhenti beroperasi atau bahkan tutup. Hal itu mempengaruhi orderan jasa logistik bisnisnya.“Saya tidak tahu perusahaan lain, tapi di kami sendiri mengalami penurunan sebesar itu,” kata Arisal dalam keterangannya yang diterima oleh JawaPos.com, Sabtu (25/12).Menurutnya, momentum Nataru ini bisnis logistik kembali naik secara perlahan meskipun perekonomian belum sepenuhnya pulih. Sebab, bisnisnya sangat bergantung pada daya beli masyarakat.“Bagaimana bisa berkirim barang kalau orang nggak belanja? Matahari yang jualan baju yang biasanya ngirim 10 truk sehari, sekarang aja udah nggak. Buku-buku cetak dari Gramedia juga udah nggak lagi,” jelasnya.Namun, perusahaan yang sudah memasuki 1 dekade ini terus optimis terhadap pertumbuhan ekonomi RI yang akan semakin membaik. Hal itu mengingat perjuangan perseroan dalam merintis usaha.Adblock test (Why?)

Terdampak Pandemi, Ini Langkah Indah Logistik Cargo untuk Bertahan
JawaPos.com – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung juga dirasakan oleh sejumlah sektor usaha, salah satunya bisnis logistik. Memasuki momentum Natal dan Tahun Baru 2022, Indah Logistik Cargo mengaku terus menyesuaikan diri dengan pola konsumsi dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini.CEO Indah Logistik Cargo H. Arisal Aziz mengungkapkan, Indah Logistik Cargo mengalami penurunan omset sekitar 10 hingga 15 persen. Hal itu disebabkan karena biasanya banyak perusahaan yang rutin berkirim paket jadi berhenti beroperasi atau bahkan tutup. Hal itu mempengaruhi orderan jasa logistik bisnisnya.“Saya tidak tahu perusahaan lain, tapi di kami sendiri mengalami penurunan sebesar itu,” kata Arisal dalam keterangannya yang diterima oleh JawaPos.com, Sabtu (25/12).Menurutnya, momentum Nataru ini bisnis logistik kembali naik secara perlahan meskipun perekonomian belum sepenuhnya pulih. Sebab, bisnisnya sangat bergantung pada daya beli masyarakat.“Bagaimana bisa berkirim barang kalau orang nggak belanja? Matahari yang jualan baju yang biasanya ngirim 10 truk sehari, sekarang aja udah nggak. Buku-buku cetak dari Gramedia juga udah nggak lagi,” jelasnya.Namun, perusahaan yang sudah memasuki 1 dekade ini terus optimis terhadap pertumbuhan ekonomi RI yang akan semakin membaik. Hal itu mengingat perjuangan perseroan dalam merintis usaha.Adblock test (Why?)