Terseok-Seok Menangani Wabah Covid-19, Jumlah PDP dan ODP di Kota Tangsel Melonjak

Beritangsel.com  – Kota Serang, Banten- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan bahwa Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pengawasan (ODP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami LONJAKAN. Dimana pada 9 Mei jumlah PDP meingkat sebanyak 152 orang dari 406 orang menjadi 558 orang. Sedangkan jumlah ODP naik sebanyak 713 orang dari sebelumnya 1.034 orang atau sekarang menjadi 1.747 ODP. Ironisnya, di wilayah Tangsel sendiri saat ini tengah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Atau dengan kata lain PSBB belum bisa mengatasi naiknya jumlah ODP dan PDP. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti tersebut menjelaskan bahwa, berdasarkan klarifikasi yang dilakukan kepada Dinkes Kota Tangsel, terungkap jika naiknya jumlah PDP dan ODP dikarenakan adanya telat pelaporan atau under reporting. “Kami telah klarifikasi data ODP dan PDP naik, baik yang sudah selesai dipantau, sudah sembuh maupun masih dipantau dan masih dirawat baru selesai direkap oleh Puskesmas dan baru diserahkan ke Dinkes Tangsel. Sehingga kemarin 9 Mei, Dinkes Provinsi baru menerima penambahan data tersebut,” ujar Ati, Minggu (10/05/2020). Dirinya mengaku, telah meminta kepada Dinkes Kota Tangerang Selatan untuk tidak lambat lagi dalam memberikan laporan. “Karena harusnya data dilaporkan perkembangannya setiap hari. Sehingga tidak ada data yang tidak terlaporkan setiap harinya,” tandasnya. Lebih lanjut, Ati memaparkan, pihaknya telah melakukan rapid test secara drive thru di beberapa lokasi di Kota Tangsel. Hasilnya, dari total 2.100 rapid test, 2.086 dinyatakan non reaktif dan 14 orang donyatakan realtif Covid19. “Total rapid test drive thru selama 4 hari ada 2.100 orang. Yang non reaktif 2.086 orang dan reaktif 14 orang. Untuk yang reaktif ditindaklanjuti dengan (tes) swab PCR dan dilakukan karantina mandiri,” paparnya. Berdasarkan data infocorona.bantenprov.go.id perkembangan penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten secara keseluruhan adalah untuk ODP sebanyak 7.688 orang dengan rincian 1.484 orang masih dipantau dan 6.204 orang dinyatakan sembuh Jumlah PDP se Banten mencapai 1.817 orang dengan rincian 868 masih dirawat, 767 orang dinyatakan sembuh dan 182 orang meninggal. Untuk pasien positif Covid-19 total se Banten yaitu 471 orang dengan rincian 278 orang masih dirawat, 139 orang sembuh dan 54 orang meninggal.(Simon) Terkait

Terseok-Seok Menangani Wabah Covid-19, Jumlah PDP dan ODP di Kota Tangsel Melonjak
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Beritangsel.com  – Kota Serang, Banten- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan bahwa Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pengawasan (ODP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami LONJAKAN. Dimana pada 9 Mei jumlah PDP meingkat sebanyak 152 orang dari 406 orang menjadi 558 orang.

Sedangkan jumlah ODP naik sebanyak 713 orang dari sebelumnya 1.034 orang atau sekarang menjadi 1.747 ODP. Ironisnya, di wilayah Tangsel sendiri saat ini tengah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Atau dengan kata lain PSBB belum bisa mengatasi naiknya jumlah ODP dan PDP.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti tersebut menjelaskan bahwa, berdasarkan klarifikasi yang dilakukan kepada Dinkes Kota Tangsel, terungkap jika naiknya jumlah PDP dan ODP dikarenakan adanya telat pelaporan atau under reporting.

“Kami telah klarifikasi data ODP dan PDP naik, baik yang sudah selesai dipantau, sudah sembuh maupun masih dipantau dan masih dirawat baru selesai direkap oleh Puskesmas dan baru diserahkan ke Dinkes Tangsel. Sehingga kemarin 9 Mei, Dinkes Provinsi baru menerima penambahan data tersebut,” ujar Ati, Minggu (10/05/2020).

Dirinya mengaku, telah meminta kepada Dinkes Kota Tangerang Selatan untuk tidak lambat lagi dalam memberikan laporan.

“Karena harusnya data dilaporkan perkembangannya setiap hari. Sehingga tidak ada data yang tidak terlaporkan setiap harinya,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ati memaparkan, pihaknya telah melakukan rapid test secara drive thru di beberapa lokasi di Kota Tangsel. Hasilnya, dari total 2.100 rapid test, 2.086 dinyatakan non reaktif dan 14 orang donyatakan realtif Covid19.

“Total rapid test drive thru selama 4 hari ada 2.100 orang. Yang non reaktif 2.086 orang dan reaktif 14 orang. Untuk yang reaktif ditindaklanjuti dengan (tes) swab PCR dan dilakukan karantina mandiri,” paparnya.

Berdasarkan data infocorona.bantenprov.go.id perkembangan penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten secara keseluruhan adalah untuk ODP sebanyak 7.688 orang dengan rincian 1.484 orang masih dipantau dan 6.204 orang dinyatakan sembuh

Jumlah PDP se Banten mencapai 1.817 orang dengan rincian 868 masih dirawat, 767 orang dinyatakan sembuh dan 182 orang meninggal. Untuk pasien positif Covid-19 total se Banten yaitu 471 orang dengan rincian 278 orang masih dirawat, 139 orang sembuh dan 54 orang meninggal.(Simon)