Tips Mengatasi Grogi Saat Berbicara Dengan Orang Sekitar

Tidak semua orang pandai berbicara di depan umum. Namun, tuntutan pekerjaan maupun tugas tertentu terkadang mengharuskan seseorang presentasi di depan umum. 

Tips Mengatasi Grogi Saat Berbicara Dengan Orang Sekitar

Tidak semua orang pandai berbicara di depan umum. Namun, tuntutan pekerjaan maupun tugas tertentu terkadang mengharuskan seseorang presentasi di depan umum.  Jika tidak mempersiapkan diri, presentasi di depan umum akan menimbulkan rasa gugup dan cemas. Ini menyebabkan pikiran tidak fokus, jantung berdetak lebih cepat, dan tangan berkeringat. Mengatur nafas dan menenangkan pikiran mungkin belum bisa menghilangkan rasa gugup.

Nah, inilah beberapa cara lain untuk mengatasi gugup berbicara di depan umum :

1. Berpikir secara positif

Ketika kita sebagai pembicara sudah melakukan persiapan dengan baik, rasa percaya diri kita memang akan meningkat, tapi bukan berarti menjamin 100% bahwa grogi itu hilang sama sekali. Karena terkadang saat kita sudah di ruangan presentasi, ketika semua audiens sudah hadir, runtutan acara atau kegiatan sudah dibuka, tiba-tiba rasa grogi muncul. Itu bisa terjadi pada siapa saja. termasuk saya pernah mengalami. Dan umumnya itu terjadi karena pikiran-pikiran negatif yang ada di dalam pikiran kita. Seperti khawatir melakukan kesalahan, takut ide atau pesan yang disampaikan tidak diterima, dan lain-lain.

Jika Anda mengalami hal tersebut atau merasakan hal tersebut, maka segera alihkan pikiran Anda ke hal yang positif. Pikirkan Anda akan sukses membawakan presentasi Anda, yakini itu.  Pikirkan audiens akan mengepresiasikan ide atau pesan yang Anda sampaikan. Bahkan kalau misalnya sebelum Anda tampil ada seseorang yang terlebih dulu bicara, misalnya moderator atau atau sambutan panitia atau siapun, dari pada Anda memikirkan hal-hal yang tidak perlu, maka akan lebih baik jika Anda mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh moderator atau siapapun yang bicara sebelum Anda. Ini akan baik untuk Anda, akan membuat Anda lupa dengan kekhawatiran yang sebelumnya Anda pikirkan.

2. Sandarkan tangan ke meja

Jika tidak ada meja, carilah permukaan yang bisa untuk menyandarkan tangan kamu. Perhatikan, meja yang menyentuh lantai. Kenapa bisa ke lantai? Agar kamu bisa membayangkan energi grogi pindah ke meja dan perlahan turun ke lantai. Selain di permukaan meja, kamu juga bisa menyentuh dinding. Dengan bersikap seperi ini kamu akan bergerak, dan mungkin bisa sedikit menghilangkan rasa grogi.

3. Hindari kafein dan alkohol

Tahukah kamu bahwa kandungan kafein yang terdapat dalam minuman dapat meningkatkan detak jantung dalam tubuh? Dengan begitu kamu akan lebih cepat berkeringat dan juga menyebabkan tanganmu gemetar. Hal ini tentunya sangat tidak baik saat kamu melakukan presentasi. Hal itu juga akan membuat audiens melihatmu sangat gugup atau cemas yang berlebihan.

Bagaimana dengan alokohol? Alkohol akan memicu untuk mengingatkanmu terhadap ketakutan yang kamu alami. Hal ini akan mengakibatkan kamu jadi lupa  apa yang sudah kamu pelajari serta membuatmu ngelantur saat berbicara.

4. Maksimalkan Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh yang tepat bisa membantu untuk mengatasi kegugupan saat presentasi. Ingat, yang dilihat oleh manajemen sebagai audiens tidak hanya materi yang terlihat di layar proyektor. Tapi juga bahasa tubuh Anda saat melakukan presentasi. Saat menyampaikan materi, gerakan tangan dan tubuh kita ikut berperan agar audiens mengerti apa yang Anda sampaikan.

Ternyata, dengan menggerakan tangan dan tubuh sesuai dengan paparan yang Anda sampaikan juga ikut membantu mengurangi rasa gugup. Ketika Anda mulai gugup, coba berpindah posisi. Sudut pandang yang berbeda akan membuat pikiran Anda sedikit lebih nyaman. Satu atau dua langkah dari tempat semula bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi kegugupan.

5. Menikmati

Arti embrace dalam bahasa Indonesia adalah nikmatilah. Walaupun Anda sudah menerapkan tiga tips di atas, akan tetap ada saat di mana Anda merasa nervous. Nikmati saja perasaan itu! Rasa nervous artinya badan Anda sedang bersiap menghadapi sesuatu yang penting.