Trump Sempat Dibawa ke Bungker saat Demonstran Serbu Gedung Putih

Aksi unjuk rasa terkait kematian warga kulit hitam, George Floyd meluas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahkan sempat dibawa ke bungker, ketika para demonstran berkumpul di luar Gedung Putih pada Jum’at malam, waktu setempat. The New York Times yang pertama kali melaporkan bahwa Trump dibawa ke bungker saat unjuk rasa berlangsung. Trump berada di bungker selama kurang dari satu jam. Sumber yang merupakan penegak hukum dan yang mengetahui persoalan ini menyampaikan, ibu negara AS, Melania Trump dan putranya, Barron juga dilarikan ke bungker. Sumber, yang akrab dengan protokol mengatakan, jika pihak berwenang memindahkan Trump, maka keluarganya juga dilindungi. Oleh karena itu, Melania dan Barron juga dibawa ke bungker. “Jika kondisi di Gedung Putih meningkat statusnya menjadi ‘merah’ dan Presiden dipindahkan ke Pusat Operasi Darurat, maka Melania Trump, Barron Trump dan anggota keluarga pertama lainnya juga,” kata sumber lainnya kepada CNN Internasional, Senin (1/6). (Baca: Kematian George Floyd & Data Pembunuhan Kulit Hitam oleh Polisi di AS) Berdasarkan email yang dilihat CNN Internasional, Gedung Putih memperingatkan para staf untuk menyembunyikan kartu izin sampai mereka mencapai titik masuk Dinas Rahasia. Kartu izin ini juga harus disembunyikan ketika mereka pergi. Email itu mengirim ulang mandat tersebut kepada para staf Gedung Putih. Melalui surat elektronik ini juga, mereka menyampaikan bahwa tingkat pengamanan tinggi, karena adanya aksi unjuk rasa. Saat unjuk rasa terjadi, para demonstran tampak mendorong petugas keamanan. Sepanjang malam, para pengunjuk rasa melantunkan dukungan mereka untuk Floyd. Unjuk rasa dimulai sekitar Pukul 10 malam waktu setempat, hingga 3.30 Sabtu pagi. Secret Services mengonfirmasi ada enam kali penangkapan selama demosntrasi. (Baca: Dituduh Dalang Kerusuhan dan Dicap Teroris oleh Trump, Apa itu Antifa?) Beberapa jam setelah unjuk rasa berakhir, Trump menyatakan dirinya aman. Ia juga memuji Secret Service terkait penanganan demonstrasi di luar Gedung Putih pada Jumat malam. Namun, ia menyarankan agar anjing dan persenjataan diterapkan juga di dalam. Saat menghandiri peluncuran roket NASA/SpaceX, Trump menyalahkan Antifa terkait demonstrasi tersebut. "Saya berdiri di hadapan Anda sebagai teman dan sekutu bagi setiap warga Amerika yang mencari keadilan dan perdamaian. Dan saya berdiri di hadapan Anda dalam oposisi yang kuat terhadap siapa pun yang mengeksploitasi tragedi ini untuk menjarah, merampok, menyerang, dan mengancam,” katanya. Trump menambahkan, suara warga negara yang taat hukum harus didengar. Ia juga berkomitmen membela hak setiap warga untuk hidup tanpa kekerasan, prasangka atau ketakutan. (Baca: 25 Kota di AS Berlakukan Jam Malam Akibat Meluasnya Kerusuhan) .sosmedBottomDetail {margin-top: 20px;} Let's block ads! (Why?)

Trump Sempat Dibawa ke Bungker saat Demonstran Serbu Gedung Putih
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Aksi unjuk rasa terkait kematian warga kulit hitam, George Floyd meluas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahkan sempat dibawa ke bungker, ketika para demonstran berkumpul di luar Gedung Putih pada Jum’at malam, waktu setempat.

The New York Times yang pertama kali melaporkan bahwa Trump dibawa ke bungker saat unjuk rasa berlangsung.

Trump berada di bungker selama kurang dari satu jam. Sumber yang merupakan penegak hukum dan yang mengetahui persoalan ini menyampaikan, ibu negara AS, Melania Trump dan putranya, Barron juga dilarikan ke bungker.

Sumber, yang akrab dengan protokol mengatakan, jika pihak berwenang memindahkan Trump, maka keluarganya juga dilindungi. Oleh karena itu, Melania dan Barron juga dibawa ke bungker.

“Jika kondisi di Gedung Putih meningkat statusnya menjadi ‘merah’ dan Presiden dipindahkan ke Pusat Operasi Darurat, maka Melania Trump, Barron Trump dan anggota keluarga pertama lainnya juga,” kata sumber lainnya kepada CNN Internasional, Senin (1/6).

(Baca: Kematian George Floyd & Data Pembunuhan Kulit Hitam oleh Polisi di AS)

Berdasarkan email yang dilihat CNN Internasional, Gedung Putih memperingatkan para staf untuk menyembunyikan kartu izin sampai mereka mencapai titik masuk Dinas Rahasia. Kartu izin ini juga harus disembunyikan ketika mereka pergi.

Email itu mengirim ulang mandat tersebut kepada para staf Gedung Putih. Melalui surat elektronik ini juga, mereka menyampaikan bahwa tingkat pengamanan tinggi, karena adanya aksi unjuk rasa.

Saat unjuk rasa terjadi, para demonstran tampak mendorong petugas keamanan. Sepanjang malam, para pengunjuk rasa melantunkan dukungan mereka untuk Floyd.

Unjuk rasa dimulai sekitar Pukul 10 malam waktu setempat, hingga 3.30 Sabtu pagi. Secret Services mengonfirmasi ada enam kali penangkapan selama demosntrasi.

(Baca: Dituduh Dalang Kerusuhan dan Dicap Teroris oleh Trump, Apa itu Antifa?)

Beberapa jam setelah unjuk rasa berakhir, Trump menyatakan dirinya aman. Ia juga memuji Secret Service terkait penanganan demonstrasi di luar Gedung Putih pada Jumat malam.

Namun, ia menyarankan agar anjing dan persenjataan diterapkan juga di dalam. Saat menghandiri peluncuran roket NASA/SpaceX, Trump menyalahkan Antifa terkait demonstrasi tersebut.

"Saya berdiri di hadapan Anda sebagai teman dan sekutu bagi setiap warga Amerika yang mencari keadilan dan perdamaian. Dan saya berdiri di hadapan Anda dalam oposisi yang kuat terhadap siapa pun yang mengeksploitasi tragedi ini untuk menjarah, merampok, menyerang, dan mengancam,” katanya.

Trump menambahkan, suara warga negara yang taat hukum harus didengar. Ia juga berkomitmen membela hak setiap warga untuk hidup tanpa kekerasan, prasangka atau ketakutan.

(Baca: 25 Kota di AS Berlakukan Jam Malam Akibat Meluasnya Kerusuhan)

Let's block ads! (Why?)