Ungkap Jumlah Testing danPositivity Rate,Anies: Jakarta Serius Memotong Rantai Penularan Covid

JAKARTA - Gubernur DKI Anies Baswedan membeberkan jumlah testing danpositivity ratedi Jakarta. Dimana untuk jumlah testing DKI Jakarta, Anies menyebut dalam satu hari mencapai 13.121.“13 ribu ini dari porsi seluruh Indonesia dilakukan testing 44 ribu jadi yang diselenggarakan di Jakarta ada 29% dari keseluruhan testing,” katanya saat konferensi pers secara virtual di Balai Kota, Sabtu (9/1/2021). (Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Anies Dukung Pemerintah Pusat Lakukan Pengetatan )Lalu jumlah orang yang dites selama satu pekan terakhir adalah 93.051 orang. Sementara yang diwajibkan oleh World Health Organization (WHO) adalah 1.000 tes per 1 juta penduduk.“Jadi kalau untuk Jakarta maka targetnya adalah 10.600 testing. Kita di Jakarta melakukan 93 ribu. Kita 9 kali dari yang diharuskan WHO,” ungkapnya. (Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Anies Baswedan: 17.000 Angka Tertinggi )Kemudian Anies mengatakan untukpositivity ratedi DKI Jakarta sebesar 13,3%. Menurutnya baiknya itu ada di bawah 10% dan idealnya di bawah 5%.“Jakarta dalam satu pekan terakhir itu 13,3%. Adapun total kalau kita lihatpositivity ratekita adalah 8,9%,” ungkapnya. (Baca juga: Menanti Keputusan Anies Terkait Pembatasan Aktivitas yang Dimulai 11 Januari )Menurutnya dari data-data tersebut menunjukan bahwa di DKI Jakarta ada usaha serius dalam memotong mata rantai penularan Covid. Dimana hal ini diikuti dengan tindakan pelacakan dan pelayanan kesehatan yang tepat. Baca Juga:“Jadi kenapa penting disampaikan? Supaya kita tahu bahwa di Jakarta ada usaha serius memotong mata rantai penularan dengan cara melakukan aktivitas testing. Yang ketemu positif ditrace siapa saja yang berinteraksi. Kemudian dari situ kalau mereka ternyata positif mereka bisa melakukan langkah untuk isolasi atau bila orangnya berisiko karena punya komorbid maka dia bisa langsung dilakukan langkah-langkah medis,” paparnya. Let's block ads! (Why?)

Ungkap Jumlah Testing danPositivity Rate,Anies: Jakarta Serius Memotong Rantai Penularan Covid
JAKARTA - Gubernur DKI Anies Baswedan membeberkan jumlah testing danpositivity ratedi Jakarta. Dimana untuk jumlah testing DKI Jakarta, Anies menyebut dalam satu hari mencapai 13.121.

“13 ribu ini dari porsi seluruh Indonesia dilakukan testing 44 ribu jadi yang diselenggarakan di Jakarta ada 29% dari keseluruhan testing,” katanya saat konferensi pers secara virtual di Balai Kota, Sabtu (9/1/2021). (Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Anies Dukung Pemerintah Pusat Lakukan Pengetatan )

Lalu jumlah orang yang dites selama satu pekan terakhir adalah 93.051 orang. Sementara yang diwajibkan oleh World Health Organization (WHO) adalah 1.000 tes per 1 juta penduduk.

“Jadi kalau untuk Jakarta maka targetnya adalah 10.600 testing. Kita di Jakarta melakukan 93 ribu. Kita 9 kali dari yang diharuskan WHO,” ungkapnya. (Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Anies Baswedan: 17.000 Angka Tertinggi )

Kemudian Anies mengatakan untukpositivity ratedi DKI Jakarta sebesar 13,3%. Menurutnya baiknya itu ada di bawah 10% dan idealnya di bawah 5%.

“Jakarta dalam satu pekan terakhir itu 13,3%. Adapun total kalau kita lihatpositivity ratekita adalah 8,9%,” ungkapnya. (Baca juga: Menanti Keputusan Anies Terkait Pembatasan Aktivitas yang Dimulai 11 Januari )

Menurutnya dari data-data tersebut menunjukan bahwa di DKI Jakarta ada usaha serius dalam memotong mata rantai penularan Covid. Dimana hal ini diikuti dengan tindakan pelacakan dan pelayanan kesehatan yang tepat.

Baca Juga:

“Jadi kenapa penting disampaikan? Supaya kita tahu bahwa di Jakarta ada usaha serius memotong mata rantai penularan dengan cara melakukan aktivitas testing. Yang ketemu positif ditrace siapa saja yang berinteraksi. Kemudian dari situ kalau mereka ternyata positif mereka bisa melakukan langkah untuk isolasi atau bila orangnya berisiko karena punya komorbid maka dia bisa langsung dilakukan langkah-langkah medis,” paparnya.

Let's block ads! (Why?)