Update Corona Minggu 19 Juli, Pasien Positif Bertambah 1.639 Orang

Untuk jumlah kasus yang sembuh terus mengalami penambahan. Dream - Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia hingga hari ini, Minggu 19 Juli 2020 masih terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kembali menyampaikan informasi data terkait kasus virus Corona. Kasus positif per hari ini, 19 Juli 2020, bertambah 1.639 orang. Total akumulatif yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19 di Indonesia ada 86.521 orang. Ia juga memaparkan jumlah kasus yang sembuh terus mengalami penambahan. Pasien sembuh ada 2.133 orang pada hari ini, Minggu 19 Juli 2020. " Dengan demikian total pasien yang sudah sembuh adalah 45.401," ujar Yurianto melalui konferensi pers daring di Graha BNPB Jakarta. Untuk jumlah korban meninggal dunia bertambah 127 orang. Jadi, total akumulatif korban jiwa karena Covid-19 hingga saat ini, ada 4.143 pasien. Data update pasien virus Corona Covid-19 ini tercatat sejak Sabtu, 18 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB. Laporan: Laporan Devira Prastiwi/ Sumber: Liputan6.com 1 dari 3 halaman Menko PMK: Jika Jatim Bisa Ditekan, Setengah Kasus Covid-19 Nasional Selesai Dream - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, penanganan Covid-19 di Jawa Timur perlu terus diitensifkan. Sebab, kasus Covid-19 di provinsi paling timur Pulau Jawa ini sangat komplek. Jika angka positif Covid-19 di Jatim bisa ditekan, dampaknya sangat besar bagi kasus infeksi virus corona nasional. Bahkan apabila Jatim bisa ditangani, setengah dari kasus nasional bisa selesai. " Jawa Timur ini memiliki tingkat kesulitan penanganan yang sangat kompleks. Saya meyakini betul kalau di sini (Jatim) bisa ditekan, maka 50 persen urusan penanganan Covid-19 secara nasional akan bisa cepat selesai," ujar Muhadjir, dikutip dari Liputan6.com. 2 dari 3 halaman Muhadjir mengatakan, beberapa langkah yang telah dijalankan pemerintah untuk menekan angka Covid-19 Jatim seperti menambah jumlah sarana prasarana penanganan. Mulai dari fasilitas rumah sakit rujukan seperti menambah alat kesehatan dan alat pelindung diri hingga membuat rumah isolasi. Selain itu, disediakan mess keluarga untuk isolasi suspek Covid-19. Fasilitas ini berada di Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Kementerian PUPr Surabaya. Juga menyiapkan 350 kamar di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk penanganan pasien Covid-19. Penambahan fasilitas juga akan dilakukan di Gresik dan Sidoarjo. " Nanti akan ditindaklanjuti oleh Pangkogab untuk koordinasi dengan Gugus Tugas daerah sehingga penanganannya lebih terdistribusi tidak menumpuk hanya di Surabaya," kata dia. 3 dari 3 halaman Muhadjir juga memastikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera melengkapi alat kesehatan primer untuk penanganan kasus di Jatim. Terutama alat kesehatan di 99 rumah sakit rujukan khususnya di Surabaya Raya. " Gugus Tugas harus menjamin di Jawa Timur ini tidak boleh ada keterlambatan baik PCR kit maupun reagen di lab," kata dia. Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.

Update Corona Minggu 19 Juli, Pasien Positif Bertambah 1.639 Orang
Untuk jumlah kasus yang sembuh terus mengalami penambahan.

Dream - Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia hingga hari ini, Minggu 19 Juli 2020 masih terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kembali menyampaikan informasi data terkait kasus virus Corona.

Kasus positif per hari ini, 19 Juli 2020, bertambah 1.639 orang. Total akumulatif yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19 di Indonesia ada 86.521 orang.

Ia juga memaparkan jumlah kasus yang sembuh terus mengalami penambahan. Pasien sembuh ada 2.133 orang pada hari ini, Minggu 19 Juli 2020.

" Dengan demikian total pasien yang sudah sembuh adalah 45.401," ujar Yurianto melalui konferensi pers daring di Graha BNPB Jakarta.

Untuk jumlah korban meninggal dunia bertambah 127 orang. Jadi, total akumulatif korban jiwa karena Covid-19 hingga saat ini, ada 4.143 pasien.

Data update pasien virus Corona Covid-19 ini tercatat sejak Sabtu, 18 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Laporan: Laporan Devira Prastiwi/ Sumber: Liputan6.com

1 dari 3 halaman

Menko PMK: Jika Jatim Bisa Ditekan, Setengah Kasus Covid-19 Nasional Selesai

Dream - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, penanganan Covid-19 di Jawa Timur perlu terus diitensifkan. Sebab, kasus Covid-19 di provinsi paling timur Pulau Jawa ini sangat komplek.

Jika angka positif Covid-19 di Jatim bisa ditekan, dampaknya sangat besar bagi kasus infeksi virus corona nasional. Bahkan apabila Jatim bisa ditangani, setengah dari kasus nasional bisa selesai.

" Jawa Timur ini memiliki tingkat kesulitan penanganan yang sangat kompleks. Saya meyakini betul kalau di sini (Jatim) bisa ditekan, maka 50 persen urusan penanganan Covid-19 secara nasional akan bisa cepat selesai," ujar Muhadjir, dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Muhadjir mengatakan, beberapa langkah yang telah dijalankan pemerintah untuk menekan angka Covid-19 Jatim seperti menambah jumlah sarana prasarana penanganan. Mulai dari fasilitas rumah sakit rujukan seperti menambah alat kesehatan dan alat pelindung diri hingga membuat rumah isolasi.

Selain itu, disediakan mess keluarga untuk isolasi suspek Covid-19. Fasilitas ini berada di Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Kementerian PUPr Surabaya.

Juga menyiapkan 350 kamar di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk penanganan pasien Covid-19. Penambahan fasilitas juga akan dilakukan di Gresik dan Sidoarjo.

" Nanti akan ditindaklanjuti oleh Pangkogab untuk koordinasi dengan Gugus Tugas daerah sehingga penanganannya lebih terdistribusi tidak menumpuk hanya di Surabaya," kata dia.

3 dari 3 halaman

Muhadjir juga memastikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera melengkapi alat kesehatan primer untuk penanganan kasus di Jatim. Terutama alat kesehatan di 99 rumah sakit rujukan khususnya di Surabaya Raya.

" Gugus Tugas harus menjamin di Jawa Timur ini tidak boleh ada keterlambatan baik PCR kit maupun reagen di lab," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.