Virgin Australia Pangkas Kapasitas Penumpang 25 Persen Gegara Covid-19

Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai penerbangan Virgin Australia akan memangkas kapasitas penumpang sebesar 25 persen pada Januari hingga Februari 2022. Keputusan dikeluarkan karena kasus covid-19 semakin melonjak di negara tersebut. Mengutip Reuters, Senin (10/1), Chief Executive Virgin Australia Jayne HRdlicka mengatakan pihaknya juga akan mengurangi sejumlah frekuensi penerbangan dan menangguhkan 10 rute untuk sementara waktu. HRdlicka mengatakan lonjakan kasus covid-19 di Australia telah mempengaruhi kepercayaan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga meminta sejumlah staf untuk isolasi di tengah kenaikan kasus covid-19. "Virgin Australia tetap fokus pada pertumbuhan jaringan dan jangkauan konsumen dan akan melanjutkan layanan segera setelah permintaan perjalanan meningkat," ungkap HRdlicka. Sebelumnya, maskapai berencana menambah tujuh pesawat Boeing Co (BA.N) 737 NG. Penambahan itu akan mengembalikan jumlah pesawat perusahaan ke tingkat sebelum pandemi. Penambahan dilakukan demi memperoleh sepertiga pangsa pasar perjalanan domestik Australia. Sementara, pemerintah Australia mengumumkan total kasus covid-19 tembus 1 juta. Kenaikan khususnya terjadi seminggu terakhir, ketika varian omicron melanda sebagian besar negara. Sebagai informasi, mengutip AFP, kasus positif covid-19 tercatat mencapai 300 juta di seluruh dunia pada Jumat (7/1). Kenaikan kasus utamanya disebabkan varian omicron. Dalam tujuh hari terakhir, terdapat 34 negara yang melaporkan kasus mingguan tertinggi sejak pandemi. Tak terkecuali 18 negara di Eropa dan 7 negara di Afrika. [Gambas:Video CNN] (tdh/aud) Adblock test (Why?)

Virgin Australia Pangkas Kapasitas Penumpang 25 Persen Gegara Covid-19
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai penerbangan Virgin Australia akan memangkas kapasitas penumpang sebesar 25 persen pada Januari hingga Februari 2022. Keputusan dikeluarkan karena kasus covid-19 semakin melonjak di negara tersebut. Mengutip Reuters, Senin (10/1), Chief Executive Virgin Australia Jayne HRdlicka mengatakan pihaknya juga akan mengurangi sejumlah frekuensi penerbangan dan menangguhkan 10 rute untuk sementara waktu. HRdlicka mengatakan lonjakan kasus covid-19 di Australia telah mempengaruhi kepercayaan pelanggan. Selain itu, perusahaan juga meminta sejumlah staf untuk isolasi di tengah kenaikan kasus covid-19. "Virgin Australia tetap fokus pada pertumbuhan jaringan dan jangkauan konsumen dan akan melanjutkan layanan segera setelah permintaan perjalanan meningkat," ungkap HRdlicka. Sebelumnya, maskapai berencana menambah tujuh pesawat Boeing Co (BA.N) 737 NG. Penambahan itu akan mengembalikan jumlah pesawat perusahaan ke tingkat sebelum pandemi. Penambahan dilakukan demi memperoleh sepertiga pangsa pasar perjalanan domestik Australia. Sementara, pemerintah Australia mengumumkan total kasus covid-19 tembus 1 juta. Kenaikan khususnya terjadi seminggu terakhir, ketika varian omicron melanda sebagian besar negara. Sebagai informasi, mengutip AFP, kasus positif covid-19 tercatat mencapai 300 juta di seluruh dunia pada Jumat (7/1). Kenaikan kasus utamanya disebabkan varian omicron. Dalam tujuh hari terakhir, terdapat 34 negara yang melaporkan kasus mingguan tertinggi sejak pandemi. Tak terkecuali 18 negara di Eropa dan 7 negara di Afrika. [Gambas:Video CNN] (tdh/aud) Adblock test (Why?)