Waduh! 17.167 Petir Sambar Wilayah Sumut dalam Sepekan, Kenapa Ya?

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sambaran petir pada 10-16 Agustus 2020 terjadi sebanyak 17.167 kali di wilayah Sumatra Utara. Fenomema itu terdeteksi oleh rekaman peralatan lightning detector."Klasifikasi tingkat sebaran petir di Sumatra Utara dibagi menjadi tiga kategori, yaitu dengan dengan kategori rendah, sedang dan tinggi," ujar Kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang, Teguh Rahayu di Deli Sedang, Sumatra Utara, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (18/8/2020).1. Deli Serdang menjadi wilayah dengan sambaran petir tertinggiIDN Times/Sukma Shakti Ia melaporkan, menurut hasil rekaman lightning detector, pada periode pekan terakhir, daerah yang memiliki kategori sambaran petir tinggi yaitu Deli Serdang. Sedangkan, daerah yang memiliki kategori sambaran petir sedang berada di daerah Karo dan Langkat."Selanjutnya Medan, Serdang Bedagai, dan Simalungun," jelasnya. Baca Juga: Awan Aneh di Aceh, BMKG: Gak Ada Kaitannya dengan Tsunami dan Mistis  2. Wilayah sebaran petir dengan kategori rendah Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks Data kejadian petir di Sumatra Utara (ANTARA/HO-BMKG)Ia mengatakan, sebaran petir dengan kategori rendah berada di wilayah Asahan, Batubara, Binjai, Dairi, Gunungsitoli, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan Mandailing Natal."Kemudian Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padanglawas, Padanglawas Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Pematan Siantar, Samosir, Sibolga, Tanjung Balai, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tebing Tinggi, dan Toba Samosir," jelasnya.3. Aktivitas petir di pekan kedua Agustus 2020 mengalami peningkatan dari Juli 2020Ilustrasi Petir (IDN Times/Mardya Shakti) Ia juga menyampaikan, aktivitas petir di pekan kedua Agustus 2020 yaitu sebanyak 17.167. Dengan demikian, ada peningkatan kejadian petir di akhir Juli 2020 yang memiliki kejadian sebanyak 15.927 kali."Kepada masyarakat yang berada di wilayah dengan tingkat aktivitas petir sedang dan tinggi juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berada di luar rumah, di atas gedung bertingkat, di dekat tower listrik atau antena, dan pepohonan yang tinggi," tuturnya.Teguh meminta masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, situsweb tageof.deliserdang.bmkg.go.id, telp/Whatsapp 0811-6041-720, Instagram @bmkg_deliserdang, dan email geofisikatuntungan@gmail,com. Baca Juga: Waspada Hujan Petir Di Palembang! Let's block ads! (Why?)

 Waduh! 17.167 Petir Sambar Wilayah Sumut dalam Sepekan, Kenapa Ya?

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sambaran petir pada 10-16 Agustus 2020 terjadi sebanyak 17.167 kali di wilayah Sumatra Utara. Fenomema itu terdeteksi oleh rekaman peralatan lightning detector.

"Klasifikasi tingkat sebaran petir di Sumatra Utara dibagi menjadi tiga kategori, yaitu dengan dengan kategori rendah, sedang dan tinggi," ujar Kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang, Teguh Rahayu di Deli Sedang, Sumatra Utara, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (18/8/2020).

1. Deli Serdang menjadi wilayah dengan sambaran petir tertinggi

Waduh! 17.167 Petir Sambar Wilayah Sumut dalam Sepekan, Kenapa Ya?IDN Times/Sukma Shakti

Ia melaporkan, menurut hasil rekaman lightning detector, pada periode pekan terakhir, daerah yang memiliki kategori sambaran petir tinggi yaitu Deli Serdang. Sedangkan, daerah yang memiliki kategori sambaran petir sedang berada di daerah Karo dan Langkat.

"Selanjutnya Medan, Serdang Bedagai, dan Simalungun," jelasnya.

Baca Juga: Awan Aneh di Aceh, BMKG: Gak Ada Kaitannya dengan Tsunami dan Mistis 

2. Wilayah sebaran petir dengan kategori rendah

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Waduh! 17.167 Petir Sambar Wilayah Sumut dalam Sepekan, Kenapa Ya?Data kejadian petir di Sumatra Utara (ANTARA/HO-BMKG)

Ia mengatakan, sebaran petir dengan kategori rendah berada di wilayah Asahan, Batubara, Binjai, Dairi, Gunungsitoli, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan Mandailing Natal.

"Kemudian Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padanglawas, Padanglawas Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Pematan Siantar, Samosir, Sibolga, Tanjung Balai, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tebing Tinggi, dan Toba Samosir," jelasnya.

3. Aktivitas petir di pekan kedua Agustus 2020 mengalami peningkatan dari Juli 2020

Waduh! 17.167 Petir Sambar Wilayah Sumut dalam Sepekan, Kenapa Ya?Ilustrasi Petir (IDN Times/Mardya Shakti)

Ia juga menyampaikan, aktivitas petir di pekan kedua Agustus 2020 yaitu sebanyak 17.167. Dengan demikian, ada peningkatan kejadian petir di akhir Juli 2020 yang memiliki kejadian sebanyak 15.927 kali.

"Kepada masyarakat yang berada di wilayah dengan tingkat aktivitas petir sedang dan tinggi juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berada di luar rumah, di atas gedung bertingkat, di dekat tower listrik atau antena, dan pepohonan yang tinggi," tuturnya.

Teguh meminta masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, situsweb tageof.deliserdang.bmkg.go.id, telp/Whatsapp 0811-6041-720, Instagram @bmkg_deliserdang, dan email geofisikatuntungan@gmail,com.

Baca Juga: Waspada Hujan Petir Di Palembang!

Let's block ads! (Why?)