[Wajib Tahu] Update Algoritma Google Terbaru

Algoritma Google memang terus berubah. Alasannya, Google ingin selalu meningkatkan kualitas hasil pencarian agar pengalaman penggunanya menjadi lebih baik. Nah, Anda perlu mengikuti perkembangan algoritma agar bisa menentukan strategi SEO yang paling tepat. Jika tidak tahu update algoritma Google terbaru, bukan mustahil peringkat website Anda akan menurun drastis. Anda tidak ingin kehilangan pengunjung, bukan?  Oleh […] The post [Wajib Tahu] Update Algoritma Google Terbaru appeared first on Niagahoster Blog.

[Wajib Tahu] Update Algoritma Google Terbaru
Algoritma Google memang terus berubah. Alasannya, Google ingin selalu meningkatkan kualitas hasil pencarian agar pengalaman penggunanya menjadi lebih baik. Nah, Anda perlu mengikuti perkembangan algoritma agar bisa menentukan strategi SEO yang paling tepat. Jika tidak tahu update algoritma Google terbaru, bukan mustahil peringkat website Anda akan menurun drastis. Anda tidak ingin kehilangan pengunjung, bukan?  Oleh karena itu, di artikel ini kami mengajak Anda mengenal berbagai update algoritma terkini dan algoritma Google lama yang masih digunakan hingga saat ini. Sebelum mulai, mari pahami dulu apa itu algoritma Google. Apa Itu Algoritma Google Algoritma Google adalah sistem ranking yang dibuat oleh Google. Sistem ini dibuat untuk menampilkan hasil pencarian yang paling relevan dengan kata kunci yang diketikkan pengguna. Dengan kata lain, Anda harus mematuhi algoritma Google jika ingin ranking website Anda di hasil pencarian tinggi. Apabila website tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan, jangan harap rankingnya akan naik, ya. Nah, hingga kini, Google kerap memperbarui algoritmanya untuk meningkatkan pengalaman pengguna mesin pencariannya. Saking seringnya, pernah ada lebih dari 3000 kali update dalam satu tahun saja! Pun demikian, algoritma terbaru tidak selalu mengganti algoritma lama. Ada beberapa update algoritma Google yang sifatnya menguatkan algoritma lain, baik major update maupun minor update. Nah, di artikel ini, kami akan menjelaskan update algoritma Google yang paling penting untuk upaya peningkatan SEO website Anda. Daftar Algoritma Google Di bawah ini, kami merangkum daftar update algoritma Google utama dari tahun 2012 hingga 2021: 1. Product Review Update Rilis: 8 April dan 1 Desember 2021 Status: Aktif Dilansir dari Google Search Central Blog, pembaruan algoritma ini dirilis untuk mengutamakan konten-konten review yang isinya terpercaya dan berguna untuk pembaca. Dengan begitu, website yang berisi ulasan-ulasan yang singkat dan tidak dilengkapi contoh rankingnya akan turun. Saat ini, product review update hanya berlaku untuk website berbahasa Inggris. Namun, bukan berarti kalau Anda memiliki website review produk tidak perlu mematuhi algoritma Google ini ya. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Supaya ranking Anda tetap aman, jangan gunakan jalan pintas ketika membuat konten review. Selalu ciptakan konten yang bermanfaat bagi pembaca.Melalui pengumuman terkait update algoritma ini, Google menyediakan beberapa tips untuk membuat ulasan yang baik, termasuk: Jelaskan produk yang diulas dari sudut pandang ahlinya.Sebutkan kelebihan dan kekurangan produk.Bandingkan dengan beberapa produk serupa dan jelaskan pengguna seperti apa yang cocok dengan produk tersebut. Bahkan, pada update product review kedua, Google menambahkan dua kriteria untuk dipenuhi, yaitu:. Sisipkan foto, audio, atau video yang menunjukkan penggunaan produk yang diulas. Ini dilakukan guna membuktikan kredibilitas konten Anda. Lalu, berikan link produk dari penjual yang berbeda-beda agar pembaca dapat memilih penawaran yang sesuai keinginannya. 2. Core Update Rilis: Dari waktu ke waktu Status: Aktif Google terus meningkatkan kinerja algoritma pencariannya secara umum. Nah, core update adalah pembaruan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Umumnya, efek core update terjadi hanya pada website tertentu, sesuai fokus update yang dilakukan. Namun, dampaknya cukup terasa bagi website yang terimbas. Misalnya, core update November 2021 membuat website-website informasi seperti Wikipedia dan Yelp dan berbagai kamus online mengalami kenaikan ranking. Sebaliknya, berbagai website berita rankingnya justru menurun. Later today, we are releasing a broad core update, as we do several times per year. It is called the November 2021 Core Update. Our guidance about such updates is here:https://t.co/0LAL28ueDq— Google Search Central (@googlesearchc) November 17, 2021 Contoh lainnya adalah core update Agustus 2018 yang juga dikenal sebagai medic core update. Banyak pakar SEO menamainya demikian karena website yang terkait kesehatan, keselamatan, dan keuangan mengalami perubahan ranking setelah update ini diluncurkan. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Pada umumnya, Anda tidak perlu waspada jika Google mengeluarkan core update. Hanya saja, untuk memastikan agar ranking aman, Anda bisa mengikuti panduan Google tentang core update. Panduan tersebut menyebutkan kriteria-kriteria konten website yang baik, termasuk: Menyajikan informasi yang orisinal dan mendalam.Disertai sumber terpercaya dan penjelasan dari ahli di bidang yang Anda liput.Bebas dari kesalahan fakta.Minim iklan dan ramah perangkat mobile. Selain mengikuti panduan itu, selama Anda sudah melakukan optimasi dengan benar, ranking website akan tetap aman.  3. Spam Update Rilis: 23 Juni dan 3 November 2021 Status: Aktif Google meluncurkan update ini untuk memerangi spam, baik pada konten atau link yang digunakan di dalamnya. Spam konten yang dimaksud Google adalah halaman-halaman customer support palsu yang meminta imbalan untuk layanannya. Hal tersebut jelas merugikan para pengguna Google ketika mengunjungi website tersebut. Oleh karena itu, spam update Juni 2021 dirancang untuk memfilter halaman-halaman yang Google anggap sebagai konten spam. Dengan demikian, jumlah konten spam di hasil pencarian bisa diminimalkan. As part of our regular work to improve results, we've released a spam update to our systems. You can learn more about our efforts to fight spam in this post:https://t.co/piCLhbZPkHAnd this video below:https://t.co/xMYWm4HPze pic.twitter.com/83IL0EB9Lm— Google SearchLiaison (@searchliaison) June 23, 2021 Sementara itu, spam update November 2021 berfungsi untuk mencabut halaman web yang terindikasi melakukan spam link. Spam link yang dimaksud Google adalah  outbound link dalam jumlah banyak. Spam updates deal with content that doesn't follow our guidelines. Core updates are simply an adjustment to how we assess content overall.— Danny Sullivan (@dannysullivan) November 4, 2021 Setidaknya ada dua alasan Google menentang spam link. Pertama, halaman yang berisi spam link tidak memberikan manfaat bagi pengguna mesin pencari. Kedua, spam link biasanya adalah strategi black-hat SEO agar website mendapatkan backlink dalam jumlah yang tidak natural. Google sudah melarang tindakan tersebut sejak lama. Gawatnya, spam link bisa jadi merupakan negative SEO attack untuk menurunkan ranking atau bahkan menghapus website orang lain dari hasil pencarian.  Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Agar website Anda tidak terdampak algoritma Googe ini dan dikeluarkan dari hasil pencarian, pastikan Anda tidak melakukan spam konten maupun link. Pastikan juga Anda mematuhi peraturan yang tertera di Webmaster Guidelines. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa Anda ternyata menjadi korban negative SEO attack sehingga rangking website terus turun? Prosesnya panjang, tapi caranya sebenarnya mudah, kok. Anda perlu memeriksa daftar backlink yang didapatkan website Anda melalui Google Search Console. Jika menemukan backlink tidak berkualitas dalam jumlah banyak, Anda harus membuat daftarnya dan memasukkannya ke tool disavow Google Search Console. Tujuannya, agar Google berhenti menganggapnya sebagai backlink. Untuk selengkapnya, simak penjelasan kami mengenai negative SEO attack di artikel: 15+ Masalah SEO yang Sering Ditemukan dan Solusinya.  4. Link Spam Update Rilis: 26 Juli 2021 Status: Aktif Dari namanya, sudah bisa ditebak bahwa update ini juga berkaitan dengan link spam. Bedanya, link spam yang dimaksud di update ini adalah link untuk monetisasi website, antara lain link afiliasi dan backlink dari guest post. Melalui Google Search Central Blog, Google mengingatkan bahwa kedua jenis link tersebut harus diberi atribut rel=”sponsored”. Tujuannya, untuk mengkualifikasi status link tersebut sebagai metode monetisasi, bukan spam. Pasalnya, Google menganggap semua outgoing link dalam jumlah besar sebagai praktik link building yang dilarang. Hal itu bisa ditemukan di dokumentasi Google mengenai link scheme. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini:Bagi Anda yang memiliki banyak link afiliasi atau backlink dari guest post, pastikan penggunaan atribut rel=”sponsored”. Atribut ini diletakkan di dalam tag yang berfungsi menyisipkan link ke anchor text. Agar jelas, perhatikan contoh di bawah ini Saya menggunakan layanan hosting Niagahoster untuk website saya. Pada contoh tersebut, atribut rel=”sponsored” ditambahkan untuk menandai link di anchor text “Niagahoster” sebagai link monetisasi. 5. Page Title Update Rilis: 24 Agustus 2021 Status: Aktif Google biasa mengubah page title (atau title tag) di hasil pencarian. Nah, sesuai yang disebutkan di Google Search Central Blog, update algoritma ini memperjelas kriteria judul halaman yang diganti mesin pencarian tersebut, yaitu: Judul yang terlalu panjang. Title tag sebaiknya kurang dari 60 karakter.Judul yang dipenuhi kata kunci hingga tidak terdengar natural.Judul yang menggunakan nama halaman saja. Misalnya, “Home”.Judul yang menggunakan nama website.Judul kosong atau hanya menggunakan nama “Untitled”. Judul halaman web dengan kriteria-kriteria di atas akan Google ganti dengan teks tertentu di halaman tersebut, yaitu: Teks pertama dengan tag H1.Teks yang dianggap Google penting.Anchor text. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Agar sesuai dengan update algoritma Google ini, hindari membuat page title dengan kriteria di atas. Nah, agar panjang judul sesuai, Anda bisa menggunakan plugin Yoast SEO. Caranya: Buka halaman di editor WordPress.Scroll ke bagian Yoast SEO.Cek bar yang ada di bawah kolom SEO title. Jika berwarna hijau, jumlah karakter judul cukup. Saran kami, Anda juga perlu cek preview title tag yang ada di atas kolom SEO title. Sebab, judul yang dipotong akan terlihat di preview tersebut. Contohnya seperti di bawah ini: 6. Page Experience Update Rilis: 15 Juni 2021 Status: Aktif Update Google terbaru ini menambahkan page experience dalam daftar faktor ranking Google. Page experience sendiri merupakan kumpulan faktor penanda baik atau buruknya pengalaman yang pengguna dapatkan saat mengakses sebuah halaman web. Kumpulan faktor itu adalah: Core web vitalsPenggunaan HTTPSMobile-friendliness — seberapa baik halaman web disesuaikan untuk pengguna perangkat mobileKetiadaan intrusive interstitials atau elemen-elemen yang mengganggu pengunjung website. Misalnya, pop-up yang menutupi sebagian besar halaman. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Agar peringkat tidak turun, tentunya optimasi yang Anda lakukan harus mencakup keempat faktor tadi. Kabar baiknya, Anda tidak perlu cek faktor tersebut satu per satu. Anda bisa memantau keempatnya sekaligus di Google Search Console melalui page experience report.  Sebagai catatan, page experience saat ini hanya berlaku untuk pencarian di perangkat mobile. Update algoritma untuk mengaktifkan page experience di pencarian desktop baru akan dimulai Februari 2022. 7. Passage Ranking Update Rilis: 10 Februari 2021 Status: Aktif Konten panjang atau long form content bisa meliputi beberapa topik sekaligus. Nah, update kali ini memungkinkan Google untuk mempertimbangkan relevansi potongan long form content terhadap kata kunci pencarian. Artinya, paragraf atau kalimat bisa meningkatkan ranking konten apabila sesuai dengan kueri yang digunakan pencari. Meski demikian, dalam informasi yang sudah diterbitkan Oktober 2020, Google menyatakan bahwa mereka tidak berhenti mengindeks berdasarkan isi halaman secara keseluruhan. This change doesn’t mean we’re indexing individual passages independently of pages. We’re still indexing pages and considering info about entire pages for ranking. But now we can also consider passages from pages as an additional ranking factor….— Google SearchLiaison (@searchliaison) October 20, 2020 Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Passage ranking memang tidak berpengaruh besar terhadap cara Google menentukan ranking website. Namun, kami menyarankan Anda untuk memperhatikan struktur long form content agar Google mudah menemukan paragraf atau kalimat yang sesuai dengan kueri pencarian. 8. Featured Snippet Decluttered Rilis: 22 Januari 2020 Status: Aktif Sejak awal kemunculannya, praktisi SEO dan pemilik website berlomba-lomba untuk mendapatkan featured snippet. Sebab, website bisa tampil sebagai peringkat 0, di atas peringkat paling tinggi.  Padahal, halaman web yang dijadikan featured snippet juga tetap bisa muncul di peringkat 1 hingga 5. Untung dua kali, bukan? Akan tetapi, dengan adanya algoritma featured snippet decluttered, halaman dengan featured snippet hanya muncul satu kali di halaman pencarian, yaitu posisi 0 saja. If a web page listing is elevated into the featured snippet position, we no longer repeat it in the first page of results. This declutters the results & helps users locate relevant information more easily. Featured snippets count as one of the ten web page listings we show….— Google SearchLiaison (@searchliaison) January 23, 2020 Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Meskipun statusnya ibarat menjadi raja semalam karena bersifat sementara,  featured snippet tidak boleh Anda remehkan. Sebab, berpeluang membuat website Anda ditemukan banyak orang dengan cepat. Itulah kenapa Anda tetap perlu memantau ranking untuk kata kunci yang ingin Anda menangkan. Siapa tahu, ada website lain yang mendapatkan featured snippet. Untuk memantau hasil pencarian kata kunci yang Anda bidik, Anda bisa menggunakan tools SEO seperti Ahrefs. 9. BERT Rilis: 25 Oktober dan 9 Desember 2019 Status: Aktif Maraknya teknologi voice search assistant mendorong Google untuk merilis BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers). BERT merupakan algoritma Google yang dibuat untuk memahami bahasa sehari-hari. Tentunya, ini bertujuan agar hasil pencarian untuk voice search, yang umumnya menggunakan bahasa komunikasi yang tidak baku, bisa lebih tepat.  Google sendiri menyebutkan bahwa satu dari sepuluh pencarian terbukti mendapat hasil yang lebih relevan setelah peluncuran BERT.  Untuk memahami cara kerja BERT, mari simak penjelasan berikut ini: Misalnya, sebelum BERT, pencarian dengan kueri “2019 brazil traveler to USA need a visa” akan mengarahkan Anda ke website kedutaan Amerika Serikat yang mengurusi visa. Setelah adanya BERT, Anda akan diberikan artikel atau berita terkait cara pengurusan visa sebagai syarat bepergian ke Amerika Serikat. Awalnya, BERT dibuat untuk memahami bahasa Inggris saja. Namun, update yang ditambahkan Google pada 9 Desember memungkinkan algoritma tersebut untuk memahami lebih dari 70 bahasa, termasuk Indonesia. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Dengan adanya BERT, sebaiknya Anda mengoptimalkan konten website untuk kata kunci long-tail. Selain mencari kata kunci yang sesuai dengan menggunakan tool keyword research, Anda juga bisa memperhatikan kueri pertanyaan yang muncul di bagian People also ask. 10. Site Diversity Update Rilis: 6 Juni 2019 Status: Aktif Dengan Site Diversity Update, hasil pencarian hanya menampilkan maksimal dua halaman dari satu website. Update Google terbaru ini membuat website-website yang muncul di hasil pencarian bisa lebih beragam. Otomatis, update ini memberikan kesempatan bagi website baru untuk mengalami kenaikan peringkat. Kami mencoba melakukan pengecekan dengan kata kunci “kopi murah”. Dan benar, hasilnya lebih variatif. Tak ada website yang muncul dua kali seperti yang terlihat di tangkap layar berikut ini: Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Tidak ada yang perlu Anda lakukan untuk merespon site diversity update. Justru jika website Anda masih baru, kemungkinan untuk bisa bersaing menduduki peringkat atas lebih terbuka  dengan adanya update algoritma Google ini. 11. Mobile Speed Update Rilis: 9 Juli 2018 Status: Aktif Sudah cukup lama Google mengutamakan website yang ramah perangkat mobile. Namun, update algoritma Google terbaru kali ini beda. Google menegaskan bahwa website Anda juga harus bisa diakses melalui perangkat mobile dengan cepat. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Kalau Anda tidak dapat memenuhi ketentuan sesuai update Google terbaru ini, risiko yang dihadapi, website akan sulit mendapat rangking terbaik. Jadi, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengetes kecepatan website di perangkat mobile. Untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan Google PageSpeed Insights. Kalau hasilnya merah, Anda patut waspada. Selain menilai kecepatan, tool tersebut juga memberitahu Anda hal apa saja yang menghambat loading website. Apabila belum pernah menggunakan Google PageSpeed Insights, Anda bisa simak panduan kami. 12. Video Carousel Rilis: 14 Juni 2018 Status: Aktif Setelah sebelumnya diterapkan di pencarian mobile, Google mengeluarkan fitur Video Carousel untuk desktop. Fitur tersebut memindahkan hasil pencarian video dari daftar tersendiri ke hasil pencarian website. Contohnya seperti ini: Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Update ini hanya menambahkan fitur video carousel di hasil pencarian. Jadi, tidak akan mempengaruhi ranking website secara umum. Namun, seperti yang Anda lihat, video carousel memakan cukup banyak tempat di hasil pencarian bagian atas. Oleh karena itu, konten atau halaman yang tidak berada di peringkat satu bisa saja tidak terlihat oleh pencari karena tergeser semakin ke bawah. Hal tersebut bisa mengurangi jumlah pengunjung Anda. Sebaiknya, Anda melakukan riset untuk memeriksa muncul atau tidaknya video carousel di kata kunci yang Anda bidik. Jika ya, Anda harus mengusahakan agar konten Anda bisa lebih baik agar berada di peringkat atas. 13. Snippet Length Drop Rilis: 13 Mei 2018 Status: Aktif Snippet adalah cuplikan konten yang muncul di bawah judul hasil pencarian. Di beberapa tool SEO, cuplikan ini disebut meta description. Sebelumnya, snippet di hasil pencarian Google bisa berisi hingga 300 karakter. Namun, update algoritma ini membatasinya hingga 160 karakter saja. Kalau lebih dari itu, snippet akan dipotong sehingga pesan tidak dapat ditampilkan lengkap. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Update Google terbaru ini bisa disiasati dengan menentukan meta description yang sesuai jumlah karakter tersebut. Tidak sulit, kok. Saat ini sudah banyak SEO tools gratis yang bisa membantu Anda.  Salah satu caranya, cukup instal plugin Yoast SEO dan ikuti panduan menambahkan meta description kami. 14. Mobile First Index Rilis: 26 Maret 2018 Status: Aktif Dengan meningkatnya jumlah pencarian mobile, Google meluncurkan update algoritma ini.  Dapat ditebak dari namanya bahwa pembaruan ini meningkatkan ranking website-website yang sudah mobile-friendly. Artinya, seluruh konten di dalamnya dapat diakses dengan mudah melalui berbagai perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Dengan adanya update Google terbaru ini, Anda harus menyesuaikan website agar mobile- friendly. Caranya ada banyak, termasuk: Menggunakan tema website yang responsifMengaktifkan AMPMenambahkan search boxMematikan pop-up Untuk belajar lebih banyak tentang cara membuat website mobile-friendly, Anda tinggal mengikuti panduan membuat website mobile-friendly kami. 15. Zero Result SERP Rilis: 14 Maret 2018 Status: Aktif Update Algoritma Google terbaru ini akan menampilkan informasi instan untuk kata kunci pencarian yang sifatnya umum, termasuk tanggal, jam, dan cuaca. Misalnya, jika Anda mengetikkan “cuaca Yogyakarta”, hasilnya akan seperti berikut ini: Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Selama website Anda tidak berisi informasi-informasi instan seperti yang tadi disebutkan, update Google terbaru ini tidak akan berpengaruh pada website tersebut. Namun, kalau iya, Anda akan kesulitan mendapatkan pengunjung karena hasil pencarian sudah menampilkan informasi yang  mereka butuhkan, tanpa perlu mengunjungi website. 16. Snippet Length Increase Rilis: 30 November 2017 Status: Nonaktif Update satu ini meningkatkan batas jumlah karakter snippet (meta description) yang tadinya 150 karakter menjadi 300 karakter. Tujuannya,  agar pemilik dapat menampilkan cuplikan informasi yang lebih berguna dan deskriptif. Namun, algoritma Google terbaru ini ternyata tidak bertahan lama karena panjang snippet kembali dikurangi menjadi 160 karakter mulai 13 Mei 2018. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Algoritma Google ini memang sudah tidak berlaku. Namun, Anda tetap perlu memastikan agar snippet kurang dari 160 karakter, sesuai ketentuan terbaru Google. 17. Chrome Security Warning Rilis: 17 Oktober 2017 Status: Aktif Kini Google Chrome akan selalu menampilkan label “Not secure” di address bar untuk website yang tidak menggunakan HTTPS. Namun, bukan itu saja, Google juga mengeluarkan algoritma Chrome Security Warning khusus untuk formulir melalui Chrome versi 62.  Update ini menunjukkan tanda “Not secure” pada kolom formulir yang mengharuskan mengisi password ataupun kartu kredit. Hal ini terjadi jika koneksi yang digunakan untuk transfer data masih menggunakan HTTP, bukan HTTPS. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Kalau website Anda mengumpulkan informasi password atau kartu kredit dalam bentuk formulir, pastikan Anda memasang SSL. Tujuannya, agar website menggunakan protokol HTTPS dan tidak mendapat label “Not Secure”. 18. Google Jobs Rilis: 20 Juni 2017 Status: Aktif Pernah mencari lowongan pekerjaan lewat Google search? Update algoritma Google ini mempermudah Anda untuk menemukan pekerjaan yang tepat dengan lebih cepat. Pencari kerja bisa mengetikkan kata kunci yang diinginkan dan Google langsung memberikan daftarnya. Pada pengecekan terbaru, kami mencoba dengan keyword “lowongan sekitar bandung”, dan inilah hasilnya: Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Fitur listing pekerjaan di hasil pencarian tentu menguntungkan Anda yang mencari pelamar atau memiliki konten lowongan pekerjaan. Nah, agar halaman lowongan di website bisa muncul di listing tersebut, Anda perlu menambahkan job posting structured data. Caranya bisa Anda simak di panduan Google. 19. Fred Rilis: 8 Maret 2017 Status: Aktif Google tidak menyebutkan efek algoritma Fred. Namun, sebuah penelitian menyebutkan bahwa update tersebut berdampak pada konten-konten minim informasi yang sarat iklan dan link afiliasi. Setelah update tersebut diluncurkan, konten-konten tersebut mengalami penurunan peringkat. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Gary Illyes, webmaster trends analyst Google, menyebutkan bahwa sasaran Fred adalah website yang tidak sesuai dengan teknik tertentu di Google webmaster guidelines. Walau demikian, Illyes tidak menjelaskan teknik apa yang ia maksud. Berdasarkan informasi tersebut, seharusnya peringkat konten Anda aman jika sudah mengikuti Google webmaster guidelines. 20. Intrusive Interstitial Penalty Rilis: 10 Januari 2017 Status: Aktif Intrusive interstitial, seperti yang sudah disebutkan pada penjelasan tentang page experience, adalah elemen yang menutupi sebagian besar halaman website. Hal tersebut tentu mengganggu kenyamanan pengunjung, apalagi yang menggunakan perangkat mobile. Sesuai dengan pemberitaan di Google Search Central Blog, update kali ini menurunkan ranking pencarian mobile untuk website-website yang berisi iklan besar. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Website Anda harus bebas dari iklan berukuran besar agar peringkatnya di pencarian mobile aman. 21. Possum Rilis: 1 September 2016 Status: Aktif Possum mempengaruhi cara Google menampilkan hasil pencarian lokal. Berkat update tersebut, ada beberapa perubahan yang terjadi. Pertama, lokasi yang dekat dengan pengguna Google memiliki kesempatan lebih besar untuk muncul di hasil pencarian.Misalnya, jika Anda mengetikkan “puskesmas Yogyakarta”, hasilnya bisa meliputi puskesmas di seluruh area Yogyakarta dan sekitarnya. Kedua, beberapa bisnis yang beralamat sama akan berebut ranking di hasil pencarian lokal. Sebab, Google hanya akan menampilkan satu bisnis untuk satu alamat. Hal ini menjadi masalah apabila Anda berada satu gedung dengan beberapa kantor lain, apalagi kalau bisnisnya mirip. Ketiga, Google meminimalkan duplikat lokasi. Tujuannya baik untuk menampilkan hasil pencarian lebih rapi, tapi berdampak pada instansi dan bisnis yang memiliki lebih dari satu alamat.  Contohnya, seorang dokter memiliki dua tempat praktik. Salah satunya bisa saja tidak muncul di Google karena hanya salah satu yang diprioritaskan. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Selama bisnis atau instansi Anda tidak berada di bangunan yang sama dengan kompetitor, website Anda akan tetap bisa muncul di halaman pencarian. Selain itu, pastikan bahwa Anda hanya memiliki satu listing di Google Bisnisku. Apabila pindah alamat, segera ubah informasi di Google Bisnisku agar Google tidak menganggapnya sebagai duplikat. 22. Mobile Friendly Update Rilis: 22 April 2015 dan 2 Mei 2016 Status: AktifMelalui update algoritma ini, Google menjadikan mobile-friendliness sebagai faktor ranking. Artinya, peringkat website akan turun jika tidak ramah untuk perangkat mobile. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Google menyarankan Anda untuk memeriksa website dengan Mobile-Friendly Test. Tes tersebut membantu Anda mengidentifikasi hal-hal yang bisa ditingkatkan agar website semakin mobile-friendly. Selain itu, Anda juga bisa membaca Webmaster mobile guide sebagai panduan tambahan. 23. AdWords Rilis: 23 Februari 2016 Status: Aktif Dengan update algoritma Google ini, iklan di hasil pencarian tidak lagi ditempatkan di sisi kanan layar. Kini sebanyak empat iklan akan masuk di daftar hasil pencarian pada posisi teratas.  Pembaruan ini tentu menggembirakan para pemasang iklan. Sebab, dengan berada di posisi atas, kemungkinan diklik dan didatangi pengunjung tentu lebih besar. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Update Google terbaru ini tidak membawa dampak perubahan ranking pada website di hasil pencarian. 24. RankBrain Rilis: 26 Oktober 2015 Status: Aktif RankBrain disebut sebagai salah satu update algoritma terpenting. Alasannya, sistem machine learning ini membantu Google memahami kueri dan memberikan hasil yang sesuai. Selain melakukan dua tugas tersebut, RankBrain juga menata urutan hasil pencarian berdasarkan relevansinya. Canggih, ya? Tips Agar Sesuai Algoritma Ini:RankBrain bekerja dengan memperhatikan faktor-faktor SEO, seperti riwayat domain, struktur website, dan optimasi kata kunci. Jadi, selama Anda sudah melakukan optimasi dengan baik, ranking website akan aman. 25. Panda  Rilis: 24 Februari 2011 Status: Aktif Panda adalah algoritma Google yang fungsinya menentukan skor kualitas terhadap halaman website. Skor tersebut lalu digunakan sebagai salah satu kriteria penentu ranking. Selama isi halaman website Anda asli dan bermanfaat untuk pengguna Google, Panda akan memberinya skor baik. Namun, halaman web akan mendapatkan skor buruk apabila memiliki ciri-ciri berikut ini: PlagiatIsinya sangat sedikitBerisi spam linkDiisi terlalu banyak kata kunci (keyword stuffing)Tidak mengutamakan user experience Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Anda perlu melakukan dua hal agar aman dari algoritma Panda. Pertama, halaman website atau konten Anda tentu harus bebas dari ciri-ciri yang tadi disebutkan. Intinya, utamakan manfaat untuk pengunjung website. Kedua, Anda perlu waspada dengan website lain yang mencontek konten di website Anda. Jika menemukan konten duplikat, segera laporkan ke Google melalui Search Console. 26. Pigeon Rilis: 24 Juli 2014 Status: Aktif Pigeon adalah update algoritma Google yang mempengaruhi hasil pencarian lokal. Semenjak peluncuran algoritma tersebut, pencarian bisnis lokal menjadi lebih akurat.  Selain meningkatkan akurasi, Pigeon juga mengubah tampilan hasil pencarian lokal yang sebelumnya sepuluh listing menjadi hanya tiga listing. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Dengan algoritma Pigeon, peluang memasarkan usaha Anda semakin besar. Syaratnya, Anda harus mendaftarkan bisnis Anda di Google Bisnisku. Anda bisa mengikuti panduan kami untuk mendaftar di platform tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk mendaftarkan website Anda di website listing bisnis seperti TripAdvisor. Sebab, kemungkinan usaha Anda muncul di hasil pencarian lokal juga akan meningkat. 27. Penguin Rilis: 24 April 2012 Status: Aktif Penguin adalah serangkaian update algoritma Google yang terkait dengan spam. Algoritma ini menurunkan ranking website yang memiliki bad link profile atau yang cenderung mengirim sinyal spam ke Google.  Sebaliknya, Penguin meningkatkan peringkat website yang sudah membenahi link profile mereka jika sebelumnya termasuk yang mendapat hukuman dari Google. Sejak pertama kali diluncurkan, sebenarnya Penguin dianggap lebih seperti filter pencarian. Namun, di versi keempatnya yang dirilis tahun 2016, Penguin resmi masuk ke dalam core algoritma Google dan berjalan secara realtime. Selain jadi bagian dari core algoritma, Penguin juga mengalami sedikit perubahan di versi keempatnya. Sejak saat itu, update Google terbaru ini hanya mengurangi ranking halaman yang link-linknya dinilai sebagai spam. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Pastikan website Anda memiliki link profile yang baik dengan tidak melakukan spam link.  28. In The News Box Rilis: 1 Oktober 2014 Status: Aktif Algoritma Google ini dibuat untuk memberikan hasil pencarian yang lengkap dengan menampilkan konten terbaru layaknya berita.  Meski demikian, In the News Box merupakan salah satu update yang kontroversial sehingga banyak diprotes pemilik website/blog berita. Pasalnya, konten terbaru yang ditampilkan berasal dari sumber-sumber seperti Reddit, Twitter hingga YouTube. Dibandingkan website berita, situs-situs tadi dianggap kurang kredibel. Selain itu, daftar berita di pencarian Google sebelumnya hanya berasal dari situs yang telah mendaftar di Google News. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Kalau Anda adalah pemilik website berita, Anda perlu memastikan update di website Anda bisa lebih baik. Sebab, informasi yang aktual-lah yang ditangkap oleh algoritma ini. Kalau tidak demikian, bisa saja posisi Anda direbut oleh website populer yang bukan berita tapi punya informasi yang dianggap aktual (baru).  Baca Juga: Cara Daftar Google News dengan Mudah 29. Authorship Removed RIlis: 28 Agustus 2014 Status: Nonaktif Authorship Removed merupakan sebuah eksperimen yang dihentikan oleh Google karena dianggap kurang sesuai hasil yang diharapkan. Inti dari update Google terbaru ini adalah menghentikan penggunaan authorship dalam sistem rangking Google. Sebelumnya, pemilik konten bisa mengklaim authority dengan script rel=”author”. Lalu, Google akan menggunakannya untuk memprioritaskan konten dengan authority terbaik.  Dengan adanya update ini, semua yang terkait dengan algoritma authorship menjadi tidak berlaku. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Algoritma Google ini  sudah tidak berlaku, jadi Anda tidak perlu melakukan apapun untuk wesbite Anda. 30. HTTPS/SSL Update Rilis: 6 Agustus 2014 Status: Aktif Update algoritma Google ini menetapkan  HTTPS atau SSL sebagai faktor ranking. Awalnya, perubahan pada ranking di hasil pencarian tidak akan drastis setelah peluncuran update ini. Namun, seiring waktu berjalan, website yang tidak menggunakan protokol terenkripsi, sulit untuk bisa bersaing di SERP. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Jika website Anda belum menggunakan protokol HTTPS, segera pasang SSL agar bisa bersaing di hasil pencarian. Tanpanya, jangan harap bisa menduduki peringkat atas hasil pencarian. 31. Pirate Rilis: Agustus 2014 Status: Aktif Anda sulit menemukan website streaming atau download gratis di hasil pencarian? Hal tersebut terjadi karena adanya algoritma Pirate. Sesuai namanya, update algoritma Google ini digunakan untuk melawan pembajakan dan penyalahgunaan hak cipta.  Update ini dilakukan karena masih banyak website atau blog yang memiliki konten bajakan, baik berupa software, film, dan lainnya. Meskipun sudah ribuan laporan yang diproses setelah regulasi DMCA ditetapkan, Google masih menemukan banyak website yang melanggar. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Update Google terbaru ini masih berlaku, jadi jangan meng-upload konten bajakan di website Anda, ya. Selain bisa berdampak hukum, website Anda tidak akan bisa muncul di hasil pencarian. 32. Authorship Photo Drop Rilis: 28 Juni 2014 Status: Nonaktif Algoritma Google ini merupakan cikal bakal Authorship Removed yang tadi dibahas. Dengan adanya update ini, Anda tak akan lagi menjumpai foto author pada hasil pencarian seperti sebelumnya. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Algoritma Google ini sudah tidak berlaku, jadi tidak akan mempengaruhi rangking dari website Anda. 33. Page Layout Rilis: 3 Februari 2014 Status: Aktif Page Layout adalah algoritma yang terkait dengan kenyamanan pengguna. Semua website yang menampilkan iklan berukuran besar di bagian atas halaman (top heavy) berkurang peringkatnya. Update ini merupakan respon Google atas banyaknya keluhan dari pengguna bahwa banyak website yang iklannya menutup konten yang ingin dibaca. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Agar ranking website aman, utamakan kenyamanan pengunjung dan berhenti menampilkan iklan berukuran besar. 34. Hummingbird Rilis: 20 Agustus 2013 Status: Aktif Algoritma Hummingbird merubah sistem pencarian Google agar bisa mendapatkan hasil yang relevan dengan lebih cepat.  Hummingbird menambahkan banyak kriteria untuk menentukan ranking sebuah website, termasuk: Seberapa penting website tersebutSeberapa bagus konten yang dibuatPenggunaan keyword yang tepat Peningkatan lainnya setelah rilis Hummingbird adalah hasil conversational search yang lebih relevan. Ini adalah pencarian yang kuerinya menggunakan bahasa santai atau bahasa percakapan sehari-hari. Menyadari bahwa pengguna mulai menggunakan bahasa sehari-hari dalam pencarian, Google mulai beradaptasi dengan tren tersebut. Selain menggunakan kata kunci untuk memberikan hasil pencarian, sistem Google mulai belajar memahami konteks pencarian. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Dengan dirilisnya Hummingbird, penggunaan kata kunci short-tail dengan satu atau dua kata kunci utama saja tidak cukup. Anda juga perlu mencari kata kunci turunan, sinonim, dan pertanyaan yang terkait dengan kata kunci utama Anda. Jangan lupa untuk memperhatikan kueri yang muncul di autocomplete Google dan bagian People also ask. Setelah itu, Anda bisa mengoptimalkan konten berdasarkan kata kunci atau kueri yang Anda temukan.  35. Domain Crowding Rilis: 21 Mei 2013 Status: Aktif Domain crowding adalah update Google terbaru yang mirip dengan site diversity update di tahun 2019. Pembaruan algoritma ini berfungsi agar website yang muncul di hasil pencarian lebih beragam. Dengan adanya algoritma Domain Crowding, satu website hanya muncul satu kali di tiga halaman pertama hasil pencarian. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Update ini tidak berdampak pada ranking website secara umum, hanya pada kemunculan sebuah website di hasil pencarian Google. 36. EMD Update Rilis: 27 September 2012 Status: Aktif EMD adalah singkatan dari Exact Match Domain. Artinya, website yang memiliki domain seperti topik yang ditulis akan mendapat prioritas di mesin pencari. Contohnya, jika topik blog Anda tentang SEO, nama DaniSEO.com akan lebih mendapat perhatian Google.  Sayangnya, hal ini banyak disalahgunakan. Beberapa website dan blog hanya mengandalkan nama domain tanpa membekalinya dengan konten yang berkualitas sesuai topik yang dipilih.  Oleh karena itu, melalui EMD update ini, Google tak segan menurunkan peringkat website dan blog yang memiliki konten pendek meskipun domainnya relevan dengan pencarian. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Anda bisa tetap menggunakan domain yang menggambarkan niche dari website Anda. Namun, hal itu tidak akan menjadi sebuah keuntungan di hasil pencarian apabila tidak didukung oleh konten yang berkualitas. Bagi Anda yang tidak bisa mendapatkan domain “cantik”,  selama konten-konten yang Anda buat bermanfaat dan dioptimasi sesuai standar Google, tentu bisa saja mendapat ranking terbaik di hasil pencarian. 37. Knowledge Graph Rilis: 16 Mei 2012 Status: Aktif Ketika melakukan pencarian di Google, terkadang Anda melihat kotak berisi informasi terkait kueri di sebelah kanan layar, kan? Contohnya seperti di hasil pencarian atas kata kunci Elon Musk di bawah ini: Fitur ini ada setelah algoritma Knowledge Graph diluncurkan. Hingga saat ini, informasi instan ini masih digunakan Google dan mempermudah pengguna yang ingin mengetahui sesuatu dengan cepat. Tips Agar Sesuai Algoritma Ini: Update Google terbaru ini tidak mempengaruhi peringkat website tapi dapat membantu Anda untuk memiliki exposure yang lebih baik, terutama bagi yang sedang membangun personal branding secara online. Sudah Kenal Berbagai Algoritma Google, kan? Wah, banyak sekali ya update algoritma Google? Semua update Google terbaru ditujukan untuk membuat sistem pencarian mereka lebih cepat dan terstruktur. Dengan begitu, pengguna dapat lebih nyaman ketika menggunakannya.  Apakah Anda sebagai pemilik website perlu khawatir dengan semua perubahan ini? Tentu saja tidak. Google sangat mementingkan kualitas. Jadi, jika website atau blog Anda memiliki konten yang berkualitas, update yang ada justru akan membuat peringkat Anda lebih tinggi.  Nah, selain mengenal berbagai algoritma Google yang berpengaruh besar, Anda tentu wajib tahu langkah-langkah SEO yang efektif. Tujuannya, agar website selalu memiliki peringkat baik di hasil pencarian. Tidak perlu repot belajar SEO ke sana kemari. Anda cukup download ebook Langkah Ampuh Optimasi SEO Terbaru kami. Linknya ada di bawah ini, ya! The post [Wajib Tahu] Update Algoritma Google Terbaru appeared first on Niagahoster Blog.