Warga Tak Pakai Masker Dipukul Pakai Rotan, Ini Respons Polda Maluku

Jakarta, IDN Times - Sebuah video di media sosial menayangkan sejumlah warga yang dipukul dengan rotan saat berada di pasar. Video itu disebarkan oleh akun twitter @dilaranghidup pada Kamis (28/5) kemarin. Peristiwa tersebut dinyatakan terjadi di Pasar Mardika, Kota Ambon, Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes (Pol) Mohamad Roem Ohoirat, angkat bicara terkait video itu. Lantas, benarkah polisi ditugaskan menggunakan kekerasan kepada warga agar disiplin mencegah penyebaran COVID-19 ?1. Polda Maluku menjelaskan peristiwa pemukulan dengan rotan terjadi pada 28 Mei 2020Warga Tak Pakai Masker Dipukul Pakai Rotan, Ini Respons Polda Maluku (Screenshot Twitter @dilaranghidup)Roem membenarkan kejadian yang ada di video. Pada Kamis (28/5) kemarin, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, tengah menertibkan warga di sekitar lokasi."Pada kegiatan tersebut, ada oknum anggota Polda (Maluku) yang melakukan penertiban dengan memukul anggota masyarakat yang tidak gunakan masker, dengan rotan," jelasnya saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (29/5). Baca Juga: Makamkan Korban COVID-19, Polisi Ini Diberi Hadiah oleh Kapolri 2. Memukul warga dengan rotan di luar kendali Gugus Tugas dan Polda Maluku Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Roem Ohoirat (ANTARA/Daniel Leonard) Roem menjelaskan, tindakan oknum polisi itu bukan kebijakan dari Polda Maluku mau pun Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku."Itu dilakukan diluar kendali oleh Polda Maluku dan seharusnya tidak terjadi. Polda Maluku menyesali atas perbuatan oknum anggota tersebut," katanya.3. Deplapan oknum polisi diproses di Propam Polda Maluku terkait pemukulan warga dengan rotanKabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Roem Ohoirat (ANTARA/Daniel Leonard) Total, ada delapan oknum polisi yang terlibat memukul warga dengan rotan. Lebih lanjut, oknum anggota Polda Maluku tersebut telah diamankan."Dan saat ini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Maluku," ungkap Roem.https://www.youtube.com/embed/QAcQIO1ZZ3Y Baca Juga: Jokowi Minta Rakyat Hidup Damai dengan COVID-19, Ini Penjelasan Istana Let's block ads! (Why?)

 Warga Tak Pakai Masker Dipukul Pakai Rotan, Ini Respons Polda Maluku
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, IDN Times - Sebuah video di media sosial menayangkan sejumlah warga yang dipukul dengan rotan saat berada di pasar. Video itu disebarkan oleh akun twitter @dilaranghidup pada Kamis (28/5) kemarin. Peristiwa tersebut dinyatakan terjadi di Pasar Mardika, Kota Ambon, Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes (Pol) Mohamad Roem Ohoirat, angkat bicara terkait video itu. Lantas, benarkah polisi ditugaskan menggunakan kekerasan kepada warga agar disiplin mencegah penyebaran COVID-19 ?

1. Polda Maluku menjelaskan peristiwa pemukulan dengan rotan terjadi pada 28 Mei 2020

Warga Tak Pakai Masker Dipukul Pakai Rotan, Ini Respons Polda MalukuWarga Tak Pakai Masker Dipukul Pakai Rotan, Ini Respons Polda Maluku (Screenshot Twitter @dilaranghidup)

Roem membenarkan kejadian yang ada di video. Pada Kamis (28/5) kemarin, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, tengah menertibkan warga di sekitar lokasi.

"Pada kegiatan tersebut, ada oknum anggota Polda (Maluku) yang melakukan penertiban dengan memukul anggota masyarakat yang tidak gunakan masker, dengan rotan," jelasnya saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (29/5).

Baca Juga: Makamkan Korban COVID-19, Polisi Ini Diberi Hadiah oleh Kapolri

2. Memukul warga dengan rotan di luar kendali Gugus Tugas dan Polda Maluku

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Warga Tak Pakai Masker Dipukul Pakai Rotan, Ini Respons Polda MalukuKabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Roem Ohoirat (ANTARA/Daniel Leonard)

Roem menjelaskan, tindakan oknum polisi itu bukan kebijakan dari Polda Maluku mau pun Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku.

"Itu dilakukan diluar kendali oleh Polda Maluku dan seharusnya tidak terjadi. Polda Maluku menyesali atas perbuatan oknum anggota tersebut," katanya.

3. Deplapan oknum polisi diproses di Propam Polda Maluku terkait pemukulan warga dengan rotan

Warga Tak Pakai Masker Dipukul Pakai Rotan, Ini Respons Polda MalukuKabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Roem Ohoirat (ANTARA/Daniel Leonard)

Total, ada delapan oknum polisi yang terlibat memukul warga dengan rotan. Lebih lanjut, oknum anggota Polda Maluku tersebut telah diamankan.

"Dan saat ini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Maluku," ungkap Roem.

https://www.youtube.com/embed/QAcQIO1ZZ3Y

Baca Juga: Jokowi Minta Rakyat Hidup Damai dengan COVID-19, Ini Penjelasan Istana

Let's block ads! (Why?)