WHO Sarankan Jokowi Tetapkan Status Darurat Nasional Korona

Jenewa: Upaya pemerintah Indonesia dalam mencegah penyebaran virus korona covid-19 dipuji oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Namun dirinya menyarankan Indonesia menerapkan status darurat nasional. Baca: Telepon Jokowi, Dirjen WHO Puji Kesiapan RI Hadapi Korona. Ghebreyesus menegaskan, untuk melawan virus ini, setiap negara harus mengambil pendekatan yang didesain untuk memperlemah virus korona. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Happy Inspire Confuse Sad Namun tidak dipungkiri bawah ada beberapa negara yang masih lamban dalam upaya melawan virus korona covid-19. WHO merekomendasikan beberapa solusi bagi negara yang dilanda wabah korona. Rekomendasi itu antara lain: Tingkatkan skala mekanisme respons darurat. Ini termasuk menetapkan status darurat nasional. Didik dan secara aktif komunikasi dengan anggota masyrakat lainnya denagan pembunuhan Indonesia. Intensifkan pencarian kasus melalui cara memonitor , pelacakan kontak, memonitor, Perluas pengawasan dari virus covid-19. Pengawasan dilakukan dengan pula dir dua agar. Bangun laboratorium dengan kapasitas yang bisa digunakan oleh tim untuk mengidentifikasi cluster transmisi. Hal ini dilakukan agar mempermudah keduanya untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Mengintensifkan promosi langkah kesehatan masyarakat, termasuk pembersih tangan, etika respirator dan mempraktikkan ambil jarak sosial. Ghebreyesus mengharapkan poin-poin di atas bisa memperkuat upaya memberantas virus korona. Selain itu Ghebreyesus menginginkan lebih banyak dukungan untuk selamatkan diri. “Saya sangat berterima kasih jika Presiden Joko Widodo bisa menyediakan WHO informasi mengenai pengawasan dan uji coba. Termasuk juga data atau rangkumannya,” ujar Ghebreyesus, seperti dikutip dari keterangan terlulis yang diterima Medcom.id , Jumat, 14 Maret 2020. “Ini memang sulit, tetapi paling tidak WHO bisa memiliki data kritis yang terbaru. WHO nantinya bisa menggunakan data itu untuk memeriksa lebih banyak tentang virus korona,” tegasnya. Menurut Ghebreyesus sangat penting bagi WHO untuk mendapatkan data kritis, demi memfasilitasi pemerikan fasilitas yang seperti visa kedok. Informasi ini bisa berisi pengawasan, uji coba, identifikasi kontak dan pelacakan kontak untuk covid-19. Sangat penting bagi WHO untuk menerima data kritis itu demi memfasilasti lebh banyak antisipasi wabah di dunia. Tentunya hal ini bisa memicu kolaborasi dan koordinasi efektif antara WHO dengan kementerian kesehatan dan pihak berwenang dengan seluruh negara yang terjangkit. “Melalui kantor WHO di Asia Tenggara dan Indonesia, kami siap untuk selalu memberikan bantuan,” lanjut Ghebreyesus. “Saya mengandalkan kepemimpinan nasional Anda (Presiden JokowI) dan kemauan politik, yang tidak saja merefleksikan kemitraan kuat dengan WHO, tetapi juga memperlihatkan komitmen Indonesia untuk menjaga keamanan kesehatan global,” pungkas Ghebreyesus.  (FJR) Let's block ads! (Why?)

 WHO Sarankan Jokowi Tetapkan Status Darurat Nasional Korona
Jenewa: Upaya pemerintah Indonesia dalam mencegah penyebaran virus korona covid-19 dipuji oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Namun dirinya menyarankan Indonesia menerapkan status darurat nasional.
 
Baca: Telepon Jokowi, Dirjen WHO Puji Kesiapan RI Hadapi Korona.
 
Ghebreyesus menegaskan, untuk melawan virus ini, setiap negara harus mengambil pendekatan yang didesain untuk memperlemah virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun tidak dipungkiri bawah ada beberapa negara yang masih lamban dalam upaya melawan virus korona covid-19. WHO merekomendasikan beberapa solusi bagi negara yang dilanda wabah korona. Rekomendasi itu antara lain:
  • Tingkatkan skala mekanisme respons darurat. Ini termasuk menetapkan status darurat nasional.
  • Didik dan secara aktif komunikasi dengan anggota masyrakat lainnya denagan pembunuhan Indonesia.
  • Intensifkan pencarian kasus melalui cara memonitor , pelacakan kontak, memonitor,
  • Perluas pengawasan dari virus covid-19. Pengawasan dilakukan dengan pula dir dua agar.
  • Bangun laboratorium dengan kapasitas yang bisa digunakan oleh tim untuk mengidentifikasi cluster transmisi. Hal ini dilakukan agar mempermudah keduanya untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
  • Mengintensifkan promosi langkah kesehatan masyarakat, termasuk pembersih tangan, etika respirator dan mempraktikkan ambil jarak sosial.

Ghebreyesus mengharapkan poin-poin di atas bisa memperkuat upaya memberantas virus korona. Selain itu Ghebreyesus menginginkan lebih banyak dukungan untuk selamatkan diri.
 
“Saya sangat berterima kasih jika Presiden Joko Widodo bisa menyediakan WHO informasi mengenai pengawasan dan uji coba. Termasuk juga data atau rangkumannya,” ujar Ghebreyesus, seperti dikutip dari keterangan terlulis yang diterima Medcom.id , Jumat, 14 Maret 2020.
 
“Ini memang sulit, tetapi paling tidak WHO bisa memiliki data kritis yang terbaru. WHO nantinya bisa menggunakan data itu untuk memeriksa lebih banyak tentang virus korona,” tegasnya.
 
Menurut Ghebreyesus sangat penting bagi WHO untuk mendapatkan data kritis, demi memfasilitasi pemerikan fasilitas yang seperti visa kedok. Informasi ini bisa berisi pengawasan, uji coba, identifikasi kontak dan pelacakan kontak untuk covid-19.
 
Sangat penting bagi WHO untuk menerima data kritis itu demi memfasilasti lebh banyak antisipasi wabah di dunia. Tentunya hal ini bisa memicu kolaborasi dan koordinasi efektif antara WHO dengan kementerian kesehatan dan pihak berwenang dengan seluruh negara yang terjangkit.
 
“Melalui kantor WHO di Asia Tenggara dan Indonesia, kami siap untuk selalu memberikan bantuan,” lanjut Ghebreyesus.
 
“Saya mengandalkan kepemimpinan nasional Anda (Presiden JokowI) dan kemauan politik, yang tidak saja merefleksikan kemitraan kuat dengan WHO, tetapi juga memperlihatkan komitmen Indonesia untuk menjaga keamanan kesehatan global,” pungkas Ghebreyesus.
 

(FJR)

Let's block ads! (Why?)