Wow.. 5 tokoh ini sudah jadi presiden saat usianya masih muda

Kisah 5 tokoh ini bakal menginspirasi kalian yang masih muda-muda, berikut inilah ulasannya :

Wow.. 5 tokoh ini sudah jadi presiden saat usianya masih muda

1. Kim Jong Un - Korea Utara (28 Tahun)

Kim Jong Un merupakan putra ketiga dari Kim Jong Il dari salah satu istrinya yang bernama Ko Yunh Hee. Kim memiliki latar belakang sebagai lulusan dari bidang fisika dan perwira angkatan bersenjata di universitas militer. Dia secara resmi dinyatakan sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara pada 28 Desember, 2011.

2. Ieremia Tienang - Kiribati (28 Tahun)

Tienang adalah Presiden Kiribati yang pertama. Dia digambarkan sebagai pemimpin negara kepulauan Pasifik yang paling mumpuni. Sebagai presiden, dia menunjukkan keengganan kuat untuk bergantung pada bantuan, dengan mengatakan “orang lebih baik miskin tapi bebas”.

3. Jigme Khesar Namgyel Wangchuck - Bhutan (26 Tahun)

Raja Bhutan ini lahir pada 21 Februari 1980. Khesar sudah disiapkan menjadi raja sejak kecil. Pendidikan kecilnya dihabiskan di Bhutan. Setelah itu, dia melanjutan pendidikannya di Amerika Serikat. Identitas sebagai putra mahkota telah memberikannya beberapa pengalaman. Khesar juga berperan aktif dalam organisasi budaya, pendidikan dan ekonomi. Akhirnya, pada Desember 2005, Raja Jigme Singnye Wangchuck memberikan tahtanya kepada Khesar. Secara resmi penobatan dirinya dilakukan pada 6 November 2008. Ketika diangkat menjadi raja, usianya baru menginjak 26 tahun. Saat ini usianya 38 tahun.

4. Valentine Strasser - Sierra Leone (25 Tahun)

Valentine Esegragbo Melvine Strasser menjabat sebagai kepala negara Sierra Leone dari tahun 1992 sampai 1996. Dia merebut kekuasaan tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-25. Valentine adalah anggota terdepan kelompok enam tentara Sierra Leone muda yang menggulingkan presiden Joseph Saidu Momoh dalam kudeta militer pada 29 April 1992. Mereka membentuk junta militer yang disebut National Provisional Ruling Council (NPRC).

5. Jean-Claude Duvalier - Haiti (19 Tahun)

Baby Doc, demikian julukannya, mengambil alih kekuasaan di Haiti 22 April 1971 setelah ayahnya Francois ‘Papa Doc’ Duvalier meninggal dunia. Jean-Claude Duvalier hidup dalam kemewahan, sementara rakyatnya tenggelam dalam kemiskinan. Tahun 1985, terjadi pemberontakan terhadap rezim Duvalier. Baby Doc melarikan diri ke Prancis dan menetap di sana selama lebih dari 20 tahun.